
"Aaa, Thank you Vaela, aku sangat ingin berlibur dan akhirnya aku mendapatkan dengan gratis,"kekeh Vega.
Vaela mengajak Vega untuk ikut bersamanya dengan Jarel seperti yang dia minta semalam pada pria itu.
Vaela tidak ingin mati kebosanan hanya menunggu Jarel bekerja dan sangat disayangkan bukan jika dia melewatkan untuk jalan-jalan di Los Angeles.
"Bersiaplah sebentar lagi dia akan datang," ucap Vaela.
"Kau akhirnya menerima pria itu bukan, siapa ya yang kemarin bilang tidak akan mau bersama pria itu," sindir Vega.
"Ck diamlah,em dan apakah Clark tau kau sedang pergi bersamaku ke luar negeri? tanya Vaela yang dijawab gelengan kepala oleh Vega.
"Dia tidak akan tau, lagipula dia ada perjalanan bisnis selama seminggu ini ke luar juga," jelas Vega.
"Ya terserah kau saja, kau yang lebih tau Clark bagaimana. Kalau dia tau habislah kau," ucap Vaela.
"Sweet," Pangiil Jarel dari luar dengan gedoran pelan yang mengikuti suara Jarel.
"Ayo, dia sudang datang," ajak Vaela pada Vega yang sudah penasaran siapa pria yang sudah membawa Vaela malam itu.
Vaela membuka pintu dan melihat Jarel yang sudah siap dengan setelan formalnnya dengan senyuman manis dan juga asisten kepercayaannya Clark yang berada dibelakang Jarel.
Vega juga ikut keluar dan seketika matanya melotot dan bertuburukan dengan mata Clark yang bisa dia lihat Clark juga ikut terkejut dan kembali menormalkan eskpresi wajahnya menjadi datar.
Vega menggigit bibir bawahnya dan menatap Vaela yang sudah tertawa kecil melihat itu.
Vaela sudah tau bahwa Clark adalah bawahan dari Jarel maka dari itu dia mengajak Vega dan ternyata Vega malah tak memberitahu pada Clark bahwa mereka akan ikut pergi.
"Sudah siap sweet, ayo kita pergi," ajak Jarel sambil menggenggam tangan milik Vaela dan mentap sebentar pada teman wanitanya yang terliahat pucat.
Jarel mengernyit heran. " Kau teman Vaela, ada apa denganmu?tanya Jarel.
Vega melihat Jarel dan dia sempat terpesona karena pria itu sangat tampan.
"Ekhem," dehem Clark cukup keras.
Vega tersadar dan menggeleng pelan dan akhirnya Jarel hanya mengganguk pelan serta membawa wanitanya ke mobil.
Clark berdiri didepan Vega dan berbalik meninggalkan Vega dan masuk mengikuti Bosnya tanpa berniat membantu Vega membawa koper yang cukup besar itu.
__ADS_1
Clark yang biasanya akan sigap untuk membantu gadisnya tidak dilakukannya kali ini. Dia marah dan kesal bisa-bisanya gadis itu tidak memberitahu-nya.
Dengan susah payah Vega membawa koper miliknya dan memasukkannya di bagasi yang hanya dilihat datar oleh Clark dari jendela mobil.
Jarel duduk didepan bersama wanitanya, dia yang akan membawa mobil ke bandara karena dia suka saat dia menyetir dan ada wanitanya disampingnya.
Jarel menggegam tangan Vaela dan membawa tangan itu ke pahanya. Dengan pelan Jarel mengemudikan mobil dengan sebelah tangannya.
Sedangkan Clark dan duduk bersama Vega dibelakang dengan jarak yang jauh lebih tepatnya Clark yang menjauh dari Vega.
Dibelakang mobil mereka terdapat para bodyguard Jarel takut sesuatu terjadi dia menyuruh beberapa bodyguard untuk ikut bersama mereka ke LA.
Vega terdiam, sesekali dia melirik ke arah Clark yang tidak mau memandangnya. Pria itu lebih memilih ke luar jendela menatap jalan.
Vega menghela napas pelan. Ini salahnya pasti Clark benar-benar marah padanya.
sedangkan Jarel yang melihat dari kaca mobil terheran-heran, sungguh ada apa dengan Sahabatnya itu dengan sahabat wanitanya.
Vaela yang mengerti akan hal itu mendekat dan membisikkan sesuatu.
"Mereka berpacaran dan sepertinya mereka punya masalah. itu sudah biasa," jelas Vaela.
Jarel menaikkan sebelah alisnya. Jadi dia kekasih dari Clark. Memang selama ini Clark tidak pernah mengenalkan kekasihnya pada Jarel dan Jarel pun tidak perduli akan hal itu.
"Aku tidak mau sekamar denganmu," protes Vaela.
Jarel mengedikkan bahunya tanda tak perduli. 30 menit yang lalu akhirnya mereka sampai dan Jarel menyewa hotel untung mereka selama seminggu berada di LA.
Jarel sengaja memesan 2 kamar agar dia dan Vaela berada satu kamar serta Clark dengan kekasihnya. Tentu saja hanya utnuk tidur satu kamar dan bukan hal lainnya. Mungkin.
"Aku juga tidak mau satu kamar dengannya," ucap Clark datar.
Vega menunduk sambil memainkan jarinya. Clark benar-benar marah padanya.
Sedangkan Jarel yang tidak ingin ambil pusing hanya mengiyakan saja.
Clark terlebih dahulu pergi kekamarnya saat Jarel sudah memesan 1 kamar lagi untuknya meninggalkan Vega sendiri bahkan tidak menoleh sedikitpun pada gadisnya.
Vega yang melihat itu tidak tinggal diam, dia tidak suka saat Clark mengabaikan dirinya. Vega harus menyelesaikan masalah diantara mereka. Dia tidak ingin masalah ini berlarut-larut.
__ADS_1
"Ayo," ajak Jarel pada wanita-nya.
"Aku tidak mau, pesanku kamar untukku,"ucap Vaela.
"Tidak," tegas Jarel dan tetap kekeh untuk membawa Vaela.
Jarel mendengus. Wanitanya ini sangat keras kepala. Jarel tidak menyukai satu sifat Vaela yang ini. Dia ingin Vaela menurut padanya karena Jarel suka wanita penurut.
"Tenanglah, aku tidak akan macam-macam denganmu," Jarel pada akhirnya menggedong gadis itu dengan paksa yang dihadiahi berontakan dari Vaela.
"Jadilah wanita baik sweet," ucap Jarel saat dia berhasil menurunkan Vaelanya pada kasur hotel yang cukup luas untuk mereka tempati berdua.
Vaela mendengus kasar dan akhirnya berbaring karena dia cukup lelah karen perjalanan jauh mereka.
Jarel yang melihat itu menarik kaki wanitanya. "Kamu harus membersihkan dirimu dulu sweet baru kamu boleh tidur. Oh tidak kamu harus makan juga, kamu sudah melewatkan jam makanmu." ucap Jarel.
Vaela sama sekali tidak menghiraukan itu dia malam lanjut memejamkan matanya. Vaela hanya ingin tidur untuk sekarang.
"akh," jerit Vaela saat tiba-tiba Jarel mengangkat dirinya dan membawanya ke bathub.
"Jarel, kamu."Geram Vaela yang hanya dibalas kekehan oleh Jarel dan menyiramnya dengan air shower.
Vaela basah, dia tidak punya pilihan lain selain mandi .
"Nah bersiaplah, aku akan menyiapkan pakaian dan makanan untukmu. kamu pasti lapar sweet."Setelah mengucapkan itu, Jarel dengan cepat berlalu karena tidak ingin kelepasan. Bisa-bisa dia akan kehilangan kendali dan berakhir menerkam wanitanya.
Vaela membersihkan dirinya dengan cepat. Benar dia memang lapar.
Saat keluar dari kamar mandi, dia bisa melihat Jarel sudah berada disana memainkan poselnya dengan makanan yang sudah tertera serta tak lupa dengan pakaiannya.
Jarel yang merasakan kehadiran Vaelanya menyimpan ponsel miliknya.
"sudah selesai sweet, ayo pakai bajumu," ucap Jarel sambil menunjukkan baju tidur yang dibeli olehnya dan dipilih olehny sendiri
Vaela menahan malu terlihat dari pipinya yang merona. bagaimana tidak bahkan pria itu juga menyiapakan pakaian dalam untuknya. Vaela benar-benar malu
Jarel terkekeh menyadari apa yang dipikirkan wanitanya. "Aku tau ukuranmu sweet, aku bahkan sudah pernah merasakan nya," ucap Jarel dengan seringai di bibirnya.
"cobalah itu pasti akan muat, bukankah sangat cantik," ucap Jarel sambil mengangkat pakaian dalam yang berenda berwarna merah.
__ADS_1
Vaela melotot dengan cepat dia menariknya dan mengambil pakaian tersebut dan berlari cepat ke kamar mandi.
sedangkan Jarel tidak bisa menahan tawanya. Jarel tertawa keras melihat tingkah Vaela .