
"Pelan-pelan sweet, tak ada yang akan mengambilnya darimu," suara Jarel terdengar khawatir karena Vaela begitu lahap dan cepat saat memakan makanannya dia takut wanitanya tersedak.
Uhuk
Jarel gelagapan benar saja apa yang dipikirkannya tadi. Jarel menuangkan minum dan memberikannya pada Vaela yang langsung diterima oleh Vaela.
"Pelan-pelan,' ucap Jarel.
Vaela menyengir dan kembali memakan makanannya, kali ini tidak seburu-buru tadi. Jangan salahkan Vaela karena dia memang sangat lapar apalagi dia sudah melewatkan makan malamnya apalagi kemarin saat kabur dari rumah dia tertidur dimobil Jarel dan alhasil pagi ini Vaela kelaparan.
Kini mereka berdua sedang menonton televisi. Mata Vaela terlihat fokus pada televisi yang menampilkan film China falling into your smile.
"Aaa baper banget sih, Cowoknya peka banget deh mana ganteng banget lagi. Lucu,"
Jarel memandangnya dengan tatapan sengit lalu mematikan TV-nya.
"Eh, apa yang kau lakukan, kenapa mematikan TV-nya," Vaela mendekat kearah Jarel untuk mengambil remot namun Jarel tak memberikan-nya.
"Jadi dia tampan ya," desis Jarel dengan muka yang tak bersahabat.
Jarel lalu menjauh dari Vaela mempercepat langkahnya dan
Brak
Jarel menutup pintu kamarnya dengan kencang.
Vaela mengerjap. "Apa dia marah, begitu saja ngambek," dengus Vaela lalu menyusul pria itu.
__ADS_1
Vaela memasuki kamar pria itu dan terlihat Jarel yang asik memainkan ponselnya tanpa memperdulikan kedatangan Vaela.
"Jarel," seru Vaela mendekat.
"Kau marah," ucap Vaela namun tak mendapat jawaban dari Jarel.
Vaela yang kesal karena diabaikan memiliki ide dalam kepalanya. Dia duduk dipangkuan Jarel membuat Jarel tersentak saat wajahnya kini dekat dengan Vaela.
Pipi Jarel memerah. "Eh, apa kau demam tapi tadi kau tak apa-apa. Kenapa wajahmu memerah heum," goda Vaela.
Jarel mendatarkan wajahnya lalu kembali mengalihkan pandangannya pada ponselnya. Jarel terlihat sangat sibuk padahal dia hanya menggeser aplikasi di ponselnya.
"Kau melihat apa?" Vaela melirik namun ponselnya dijauhkan oleh Jarel.
Vaela mencebikkan bibirnya.
"Jarel," Vaela menusuk-nusuk pipi Jarel menggunakan jari telunjuknya dan mengunyelnya.
Tapi Jarel menahannya dia ingin tau apa yang akan dilakukan oleh Vaela.
"CK yasudahlah, aku pergi saja kau tak menginginkan ku lagi," ucap Vaela lalu beranjak.
Jarel menahannya dan membuat Vaela tersusu kembali dipangkuan-nya. Jarel memeluk pinggang Vaela dari belakang dan seketika menggigit pipi Vaela.
"Akh,"ringis Vaela namun Jarel hanya terkekeh geli.
"Aku masih marah denganmu!" Vaela melipat tangannya.
__ADS_1
"Seharusnya aku yang marah sweet," balas Jarel tak terima.
"Kau mengabaikan ku," kesal Vaela sambil memikul dada bidang Jarel yang tak berasa apapun bagi Jarel.
"Siapa suruh kau mengagumi orang lain, aku tidak suka itu. Kau hanya boleh melihatku tidak boleh yang lain." Jarel menenggelamkan wajahnya di ceruk leher Vaela.
"Astaga, aku hanya menonton film dan mengangumi aktornya saja, bahkan dia sama sekali tak mengenalku,"
"Tetap tidak boleh, atau aku tak akan membiarkan mu menonton film itu lagi," ancam Jarel.
"Enak saja, Drakor dan drama cina juga bagian hidupku. Aku tak bisa jika belum menonton film sehari rasanya sepeti ada yang kurang," jawab Vaela.
"Makanya jangan memuji mereka dihadapan ku. Aku tak akan melarangmu menonton-nya karena aku tak ingin merusak kesenangan mu sweet, tapi aku mohon jangan berlebihan apalagi kau mengatakan itu tepat didepsnku,"
"Bisa lakukan itu heum, berjanji," Jarel menyodorkan jari kelingkingnya.
Vaela terkekeh mereka sudah seperti anak kecil saja .
"Baiklah aku berjanji," ucap Vaela.
"Kau tidak marah lagi kan sekarang?" tanya Vaela.
"Sebenarnya aku masih kesal tapi karena aku tak bisa marah lama-lama terhadap mu," Jarel membalikkan tubuh Vaela agar berhadapan dengan dirinya.
"My beautiful Vaela," lirih Jarel memegang kedua pipi Vaela.
Terlihat semburat kemerahan dipipi Vaela saat Jarel mentapnya dengan dalam membuat dirinya salah tingkah padahal sudah sering kali dia mendapat tatapan seperti itu dari Jarel.
__ADS_1
"Aku sangat mencintaimu sweet, Jangan tinggalakan aku," ucapnya lalu membawa Vaela kedelapannya.
TBC