Jarel Wants Me

Jarel Wants Me
part 29


__ADS_3

Jarel terbangun dari pingsannya dan menemukan Clark, Jack ada disana melihatnya terbaring di ranjang.


"akh," ringis Jarel. Dia menyentuh wajahnya yang terasa perih, Devian memukulnya dengan sangat keras.


"Istirahatlah lebih dulu keadaanmu belum pulih, dan bagaimana bisa kau gagal," sindir Clark.


"Tutup mulutmu, itu bukan urusanmu. Aku harus mencari Vaela dan membawanya kembali padaku," desis Jarel.


"Jangan keras kepala, bahkan aku rasa untuk melewati ku saja kau tak bisa," ucap Clark.


"Apa katamu, kau menantang ku," geram Jarel lalu ingin berdiri tapi sayang dia tak bisa karena kondisinya belum membaik.


"Ugh," ringis Jarel kembali.


"Hm, lihatlah aku benar bukan," balas Clark dengan nada mengejek.


"Untung saja kau sahabatku jika tidak akan aku beri pelajaran. Dan kenapa kau bisa kemari?" tanya Jarel.


"Jack yang menelponku jika kau babak-belur. Aku heran kenapa kau Sampai seperti ini apa kau sama sekali tidak melawan CK," dengus Clark.


"Aku tak punya kesempatan, Devian begitu membabi buta tapi tak apa aku anggap itu sebagai hukuman karena telah membuat Vaela hamil sebelum menikahinya. Tapi aku sama sekali tak menyesal melakukan itu," jawab Jarel santai.


"Entah apa yang membuat Vaela bertahan denganmu, jika itu aku, aku akan mencari pria lain," ucap Clark yang tak dihiraukan oleh Jarel.


"Jack, sudah mencari informasi kemana Devian membawa wanitaku?" tanya Jarel.


"Sudah tuan, mereka kembali ke new York bersama orang tua Nona Vaela," jelas Jack.


"Kerja bagus Jack, kau boleh pergi. " ungkap Jarel.


"Kau akan ke New York?"


"Tentu saja, tak akan kubiarkan mereka memisahkan aku dengan Vaela. Aku akan menculiknya jika perlu." Balas Jarel.


"Jika ada sesuatu katakan padaku, aku ingin menemui gadisku," pamit Clark.


***


Setelah Clark Sampai dirumah Clark membasuh tubuhnya lalu pergi ke kamar Vega.


Baru saja Clark akan membuka pintu, sudut matanya melihat salah satu pelayan yang akhir-akhir ini dekat dengan Vega berjalan tergesa-gesa dilantai dasar.


Clark nampak mengernyit dan menaruh curiga pada wanita paruh baya itu namun Clark mengabaikan perasaan itu dan melanjutkan tujuannya yang ingin bertemu dengan Vega.

__ADS_1


Clark tersenyum lebar dan senyumannya seketika hilang saat tak mendapati gadisnya didalam sana. Kasurnya kosong dan hanya tersisa bantal dan juga selimutnya. Clark beralih ke arah balkon namun tak juga mendapati Vega disana.


Sorot mata Clark kian menajam, ia tak akan mengampuni Vega jika Vega berniat kabur dari sisinya. Jake kini berjalan ke arah kamar mandi dan mendobraknya, namun nihil Vega juga tak berada di kamar mandi.


Clark menggeram. " Beraninya pergi tanpa izinku."


Clark keluar dari kamar Vega dan berjalan cepat kelantai dasar. Iris matanya melayangkan tatapan mematikan ke arah pelayannya.


"Dimana gadisku?" tanya Jarel tak santai saat tak melihat Vega tak ada dalam kamarnya.


"Where's Vega," desis Clark mencengkram dagu pelayan tersebut saat tak mendapat jawaban.


Clark bukanlah orang yang sabar dia sedang diliputi amarah saat ini.


"Akh..saya tak tau tuan," jawab pelayan tersebut.


"Kau ingin bermain-main denganku rupanya,"sengit Clark dengan amarah yang membara.


Clark memanggil suruhannya dan menyuruhnya untuk membawa pelayan itu ke ruang bawah tanah.


Masih dengan amarah yang menguasai, Clark berlalu dari tempat itu dan pergi mencari Vega. Kali ini dia tak akan mengampuni Vega meskipun gadis itu akan memohon padanya.


"Kau semakin nakal sayang, kau membuatku sangat marah."ucap Clark sambil melacak keberadaan Vega.


***


Vega sekarang berada di mall dan sedang makan karena terlalu lelah berkeliling dan berbelanja beberapa baju. Vega juga memberikan beberapa kemeja untuk Clark.


Menikmati angin sore Vega memang memilih duduk didekat jendela agar dia bisa melihat pemandangan diluar. Hanya saja Vega tak menyadari jika seseorang tengah menggeram marah dan sedang kelimpungan mencari dirinya.


Jelas marah saat gadisnya bahkan tak meminta izin pada dirinya dan kabur dari pengawasannya. Clark tidak suka hal itu.


"Sayang?"


Vega memutar kepalanya saat mendengar suara yang sangat familiar di telinganya. Vega meneguk ludahnya kasar saat melihat ekspresi Clark yang tidak bersahabat.


"Clark?"


Clark memutar bangkunya, berhadapan dengan Vega yang terduduk menatapnya.


Clark mengambil sapu tangannya. Menyeka sudut bibir Vega yang terkena sisa makanan.


"Kenapa?"

__ADS_1


"Aku hanya ingi berjalan-jalan. Aku bosan dirumah Clark,"


Gerakan tangan Clark terhenti, menatap telak ke arah gadisnya yang nakal mentapnya dengan datar.


"Lalu mau berkeliaran sendiri, tanpa pengawasan dariku dan tak meminta izin? begitu?".


Vega menunduk.


"Pulang," tegas Clark.


"Tapi aku masih ingin disini," ucap Vega dengan wajah sendu.


"Aku bilang pulang sayang," ucap Clark menekankan.


"Hanya sebentar heum, aku mohon," ucap Vega memelas. Clark melihat tatapan itu , tatapan yang membuatnya lemah tapi untuk sekarang Clark tidak boleh luluh.


"Pu...Lang!" tanpa kata lagi Clark langsung menarik tangan Vega dan membawa belanjaan gadisnya.


Seperi biasanya jika sedang marah pada Vega Clark akan mengemudi dengan cepat tanpa memperdulikan Vega yang ketakutan karena itu salah satu hukuman untuk Vega.


Cittt


Clark memberhentikan mobilnya dengan tiba-tiba saat sudah Sampai didepan rumahnya hingga membuat Vega terbentur kedepan.


Clark melihatnya dengan cepat dia turun dari mobil dan membukakan pintu dan menyeret Vega masuk kedalam.


"Ambil barang dalam mobil," perintah Clark pada satpam rumahnya.


Clark mendorong Vega ke kasur dan berdiri menatap gadisnya.


"Sudah tahu kesalahan mu?" tanya Clark.


"Aku tak punya kesalahan apapun, bukankah kita impas kau juga tak pernah mengatakan padaku akan pergi kemana dan dengan siapa" elak Vega.


Clark tertawa pelan. " Jangan memancing emosiku, aku sedang tidak dalam suasana yang baik sekarang."


"Dan kau pikir aku sedang dalam suasana baik sekarang. Kau sangat egois, semuanya hanya tentang mu," ucap Vega lalu berdiri dan melewati Clark.


Clark segera mencekal tangan Vega, meremas pundak wanita itu dengan kuat.


"Kau tau karena apa hm? karena kau hanya milikku. you are mine," desis Clark.


TBC

__ADS_1


__ADS_2