
Tiara berdiri mematung, saat melihat Firza. Begitu juga dengan Firza yang berdiri mematung menatap Tiara, tangan Firza mengajak Tiara untuk bersalaman, keduanya saling bertatap mata, lantas segera sadar Tiara menarik tangannya.
Tiara pun bersalaman dengan Alam, lantas langsung pergi meninggalkan kedua teman Satria. Satria menyusul Tiara, yang berjalan ke arah dapur.
"Sayang, masakin buat mereka. Kita makan bersama, terserah mau masak apa saja." ucap Satria sambil memeluk tubuh Tiara dari belakang.
"Mau di masakan apa kak?" tanya Tiara.
"Terserah, yang ada di dalam kulkas saja apa." jawab Satria sambil mencium pundak istrinya.
"Nanti di masakin ayam kecap, tumis jamur sama goreng tahu saja ya."
"Ya terserah sayang saja."
***
"Nanti kita makan sama - sama ya, istri saya sedang masak." ucap Satria.
"Aduh repotin." ucap Alam.
"Ehm.. saya mau numpang toilet." ucap Firza.
"Oh ya lurus saja, ada dapur belok kanan." ucap Satria.
Firza lantas berjalan sesuai yang diarahkan Satria, saat sampai di dapur Firza melihat Tiara. Tanpa Tiara sadari, Firza terus menatap Tiara.
"Kamu!" ucap Tiara saat membalikkan tubuhnya.
"Ternyata kamu teman suami saya! kenapa kamu terus meneror saya?"ucap Tiara.
" Saya tidak meneror kamu, maaf kalau membuat kamu terganggu." ucap Firza.
"Jelas terganggu, karena saya merasa terancam dan tidak tenang. Katakan mau kamu apa? jangan sampai saya laporkan pada suami saya."
"Silahkan laporkan saja, saya tidak takut."
Tiara mendekati Firza, mata Tiara menatap tajam ke arah Firza. Kini mereka saling berdekatan, Firza menatap dengan sebuah senyuman yang berbanding terbalik dengan Tiara.
"Punya masalah apa kamu pada kami?" tanya Tiara.
"Yank." panggil Satria.
Firza langsung berjalan ke arah kamar mandi saat mendengar suara Satria, dan Tiara langsung datang ke arah sumber suara.
"Kak." ucap Tiara, saat Satria mendekat.
"Dek, sudah ada ada yang matang?" tanya Satria.
"Belum kak, baru saja di masak." jawab Tiara.
"Yaudah, nanti kalau sudah matang langsung panggil saja."
"Iya sayang." ucap Tiara.
****
"Aduh merepotkan, dimasakin banyak. " ucap Alam.
"Nggak kok, memang saya sering masak banyak." ucap Tiara.
"Silahkan jangan malu - malu, kalau perlu tambah. Saya nggak sombong, memang masakan istri saya itu enak." ucap Satria memuji.
"Kakak ih, biasa saja kali." ucap Tiara.
Selama makan, hanya Alam dan Satria yang banyak bicara. Tidak dengan Tiara dan Firza keduanya hanya diam.
__ADS_1
Firza sesekali mencuri - curi pandang ke arah Tiara, sehingga Tiara yang sadar merasakan tidak nyaman.
"Kak, saya kebelakang sebentar." ucap Tiara.
Di balik tembok Tiara mengintip Firza, Tiara curiga dengan Firza yang mencoba dekat dengannya.
"Sebenarnya kamu itu siapa?" ucap Tiara.
****
"Kak, kita pindah rumah." ucap Tiara.
"Pindah dek, kok mendadak." ucap Satria.
"Saya sudah nggak betah kak tinggal disini." ucap Tiara.
"Nggak betah bagaimana?"
"Kenapa sih? Ibu - ibu selalu membicarakan Nunik. Apa mereka tidak menghargai perasaan saya, apa sebegitu dekatnya kalian, sampai masa lalu di ungkit - ungkit terus."
"Ada berita apa lagi sih?" ucap Satria yang sudah mulai kesal.
"Ya gitu deh, kalian itu tinggal satu rumah pasti pada mikir juga ke arah sana." ucap Tiara.
"Yaudah, ada uang kita cari rumah. Nggak apa - apa kan, kalau tidak terlalu besar?"
"Nggak apa - apa kak." ucap Tiara.
"Dek, kakak ingin bicara masalah Firza."
Deg
Tiara langsung menatap ke arah suaminya, dengan wajah serius Tiara ingin tahu masalah apa yang Firza perbuat.
"Firza kan jomblo, Inara jomblo. Kakak mau jodohkan Firza dengan Inara gimana?"
"Kenapa?"
"Nggak, pokoknya jangan sama Inara."
"Mereka cocok Yank."
"Saya bilang jangan ya jangan kak." ucap Tiara.
****
Firza menatap photo Tiara, photo yang di ambilnya secara sembunyi - sembunyi. Ada beberapa photo, yang berhasil Firza dapatkan.
"Kamu tetap cantik, senyuman kamu yang membuat saya tidak pernah bisa tidur. Kamu tidak sendiri, kamu milik Satria. Sakit hati saya sakit, melihat kamu bahagia dengannya." ucap Firza.
"Saya sangat mencintai kamu, cinta ini tidak pernah pudar, saya selalu berharap waktu itu berputar kembali kamu sendiri lagi, dan tidak kenal Satria." ucap Firza dengan mengecup salah satu photo Tiara, lantas memeluknya.
"Hanya bisa memeluk photo, tidak akan bisa lagi memeluk tubuh kamu."
*****
"Kamu suka nggak rumah itu? " tunjuk Satria pada rumah bergaya minimalis yang dekat dengan alun - alun kota.
"Bagus kak, ada garasi juga halaman depan lumayan luas." ucap Tiara.
"Itu tiga kamar tidur, dapur kamar mandi 2 satu di kamar utama satu lagi di dekat dapur. Halaman belakang juga lumayan luas, ada pohon mangga satu, sama kelengkeng."
"Minta berapa kak?"
"Minta 400 juta nego sedikit."
__ADS_1
"Ambil kak, saya suka rumahnya."
"Yaudah nanti kakak hubungi orangnya, rumahnya nggak terlalu besar tapi lebihan tanahnya lumayan."
"Ambil yang itu saja kak, saya suka kok."
"Ok sayang, deal ya yang ini."
"Iya kak."
Saat menoleh ke belakang, Tiara melihat Firza yang tidak jauh darinya. Tiara lantas memalingkan wajahnya, saat tahu Firza dengan memperhatikan dirinya.
"Sebenarnya dia maunya apa sih?" ucap Tiara dalam hati.
Tiara kembali menoleh ke belakang, namun Firza sudah tidak ada. Tiara lantas meminta Satria untuk segera pergi dari rumah yang akan di belinya.
****
"In, saya itu jadinya takut sama pria teman nya Kak Satria. Dia selalu ada kemana saya saya pergi, tadi juga kami sedang lihat rumah yang mau di beli, ada dia diseberang jalan." ucap Tiara dengan menelepon Inara.
"Kamu kenapa tidak cerita saja sama suami kamu?" ucap Inara dari seberang.
"Cerita gimana? yang ada nggak percaya dan meminta saya tidak bilang macam - macam."
"Kamu jangan begitu lah, cerita saja sebenarnya. Kalau di ginian kan nggak enak, kalau suami tahu kamu tenang."
"Ya nanti saya bicara sama Kak Satria."
****
"Kamu salah orang kali dek, masa itu Firza." ucap Satria sembari melepaskan seragamnya.
"Sumpah kak, demi Allah. Pria itu Firza, dan kemarin dia kesini itu, dia terus memperhatikan saya kak." ucap Tiara.
"Kakak mau tanya, apa kamu kenal dengan dia?"
"Nggak kak, saya tidak kenal."
"Dia selebgram loh."
"Nggak kenal kak, selebgram atau artis. Saya itu tipe orang yang jarang aktif di sosmed, pokoknya saya itu merasakan tidak nyaman dengan kelakuan teman kakak."
"Nanti kakak bicara sama Firza, motif dia itu apa." ucap Satria.
"Iya, saya takut kak. Saya takut kalau terus di perhatikan seperti ini."
"Iya nanti kakak akan tanya pada dia." ucap Satria.
****
"Firza, bisa saya bicara sama kamu?" ucap Satria menghampiri Firza yang baru selesai Kurve.
"Ada apa?" tanya Firza.
"Kamu kenapa, mengikuti istri saya?"jawab Satria kembali bertanya.
"Maksudnya?" tanya kembali Firza.
"Istri saya cerita, kalau kamu pria yang mengikutinya dan memperhatikan dia dari jauh. Kamu punya masalah apa dengan istri saya? karena istri saya itu merasakan tidak nyaman." jawab Satria.
Firza tersenyum dengan menatap ke arah Satria dan berkacak pinggang di depannya, Satria pun menatap kesal atas tingkah Firza yang menurutnya tidak sopan.
"Apa saya harus mengatakan sekarang?"
.
__ADS_1
.
.