
Satria Esa menyuapi Tiara, suapan demi suapan dengan telaten, agar Tiara mau makan. Tiara tersenyum, saat pria yang di depannya begitu sangat perhatian.
"Makan yang banyak ya, agar anak kamu lahir dengan sehat." ucap Satria Esa.
"Iya Kak." udah Tiara.
"Kak, apa kakak sayang sama saya?" tanya Tiara sambil memegang tangan Satria Esa.
"Iya, kakak sayang sama kamu. Kalau tidak sayang, ngapain kesini."jawab Satria Esa.
" Kak, saya itu gila."
"Hus, nggak usah bahas itu." ucap Satria Esa dengan menyuapi Tiara.
"Kalau saya pergi menyusul, Kak Ade gimana?"
"Itu urusan sama yang diatas, jodoh, maut sudah ada yang mengatur."
"Saya kangen loh sama Kak Ade, tapi yang datang malah kak Esa."
"Apa kamu tidak suka? kalau kakak itu sering datang kesini!"
"Tidak!"
Satria Esa hanya tersenyum sendu, dengan mengusap sudut bibir Tiara, yang terkena nasi.
"Kenapa tidak?"
"Karena sedang rindunya sama Kak Ade, kalau sama kakak nggak."
Satria Esa kembali tersenyum, walau hatinya sangat panas. Tapi Satria Esa tetap akan sayang dan mencintai wanita yang di depannya.
__ADS_1
"Sekarang makan lagi."
****
"Kita akan latihan perang di hutan, selama beberapa hari." ucap Alam.
"Berarti, saya harus bilang sama Tiara, soalnya saya kan setiap hari kesana. Takut dia cari saya, dia kan biasa setiap hari melihat saya." ucap Satria Ade.
"Kondisi dia gimana? apa kamu masih menyambung bicara sama dia?"
"Masih, tapi gitu kadang A kadang B, kadang bahagia kadang galau. Seperti kemarin, bilang sayang, tapi pindah nggak. Kadang gitu, nggak konsisten." ucap Satria Esa menjelaskan.
"Terus, gimana nanti kamu nikah sama dia? kondisi saja seperti itu."
"Orang tua sudah melarang, tapi itu bukan suatu halangan buat saya."
"Semoga kamu lancar tidak ada hambatan."
****
"Saya beberapa hari tidak akan menengok ke rumah sakit. Mungkin nanti, Tante bisa sering kasih kabar sama saya." ucap Satria Esa saat berkunjung di rumah orang tua Tiara.
"Iya, nanti Tante akan kabari kamu."
"Tante lewat chat atau kirim video, walau nanti pending pasti akan masuk."
"Hati - hati, jaga kesehatan."
"Terima kasih Tante."
****
__ADS_1
Satria Esa mengecup kening Tiara, wanita yang dicintainya itu, sedang duduk di kursi taman.
"Besok, kakak pergi. Mungkin lama, setelah pulang dari sana, kakak janji akan langsung kesini."
"Iya, saya akan merindukan kakak. Tapi janji pulang, jangan pergi lama tapi tidak kembali." ucap Tiara.
"Nggak akan kok, kakak pasti pulang." ucapnya sambil mencium punggung tangannya.
"Boleh saya minta peluk?" pintar Tiara.
"Boleh." ucap Satria Esa.
Satria Esa memeluk tubuh Tiara, dalam pelukan pria yang di depannya, Tiara merasakan sangat nyaman, bahkan pelukannya semakin erat.
"I love you." bisik Tiara.
Satria Esa tersenyum , saat Tiara membisikkan di telinganya. Bahkan pelukannya, di balas dengan erat.
"I love you too." balas Satria Esa.
****
Satria Esa tengah bersiap - siapa untuk berangkat, bersama Anggota lainnya. Berada di dalam truk, hati memikirkan wanita yang dia tinggal sementara waktu.
"Bang, kok melamun saja!" tegur Ikhsan.
"Ah nggak kok, hanya mengantuk saja." ucapnya bohong.
kendaraan pun jalan, menuju ke tempat lokasi pelatihan, dengan perjalanan selama 3 jam. Semua yang ada di dalam, ada yang menyanyi, mengobrol bahkan bermain ponsel. Untuk menghilangkan rasa jenu, di perjalanan.
.
__ADS_1
.