
Yona sibuk mencari remote control itu tapi tidak juga kunjung ditemukan.
''Ada tidak?!''
''Tidak ada!''
''Terus bagaimana?''
Yoona terdiam sejenak terlintas ide yang menurutnya itu cemerlang.
''Ya kalau tidak ada remote, kita keluar saja dari sini, kenapa harus repot-repot mencari remote.''
''Tapi agar pintu itu terbuka harus ada remote itu.''
Gadis 22 tahun itu lemas di kursinya, dia harus apa? remote yang dicarinya pun tidak ia temukan. Apakah dia harus menonton itu dan melihat semua adegan-adegan panas yang berputar, yang pastinya akan membangkitkan li-bido mereka masing-masing.
Dengan sangat terpaksa, mereka pun tetap duduk di kursinya masing-masing. Dengan cara mereka menghindari itu, di saat mulainya detik-detik adegan yang sedikit panas ataupun memang sangat panas itu terputar, keduanya memejamkan mata juga menutup telinganya rapat-rapat.
Namun, tetap saja suara khas bioskop pada umumnya, yang pastinya sangat kencang itu. Seberapapun usaha mereka menutup telinga dengan kedua tangannya, pasti akan ada suara-suara yang lolos dan terdengar.
Bahkan saat adegan menunjukkan di mana si wanita yang mendatangi kekasihnya di kantor, dengan berpose menggoda dan di sana pula adegan itu terjadi kembali yang pastinya menimbulkan suara-suara jahanam, membuat Yoona dan Arthan segera menutup telinga dan merapatkan matanya, tapi ya itu, tetap saja suara itu akan terngiang-ngiang terus walaupun telinganya sudah di tutup.
Film sudah berjalan selama 1 jam setengah dan ada tertinggal beberapa menit lagi karena memang durasi film itu 1 jam 56 menit.
Tapi Arthan yang memang lelaki normal sudah sangat tidak tahan, ia beranjak dan berkeliling ruangan itu dengan tujuan agar hasrat itu menghilang
Arthan melirik Yoona yang sudah bergerak dengan tidak nyaman. Dia juga sebagai wanita normal tentunya merasa ada sebuah desiran aneh ada pada dirinya. Namun, dia sendiri pun tidak mengerti desiran apa itu
Dan tanpa disengaja mereka pun beradu tatap, debaran semakin menggila, desiran darah semakin hebat. Pendingin ruangan pun tidak berfungsi bagi mereka karena hawa panas yang menyeruak dari dalam tubuh membuat keduanya berkeringat.
Arthan bersimpuh tepat di depan Yoona yang duduk di kursinya. Tangan Arthan bergerak meraih tangan Yona.
Dan entah dari sejak kapan, bibir mereka sudah bertahun satu sama lain. Semula memang Yoona hanya diam namun karena permainan lembut Arthan membuat Yona pun terpancing, lalu membalas pagutan Arthan dengan amatir.
__ADS_1
Hanya sebatas saling memagut, karena tiba-tiba mereka tersadar, karena mendengar musik film yang menandakan kalau film itu telah usai.
365 ya judul itulah yang mereka lihat.
Lampu pun seketika menyala.
Keduanya sudah melepaskan pagutan, dan saling menatap. ''Maaf,'' lirih Arthan. Karena hanya itu yang bisa ia katakan di balik perasaan aneh yang ada pada dirinya.
Yoona menunduk dengan pipi yang memerah. Apa ia akan marah karena tindakan Arthan yang mengambil ciuman pertamanya itu, tapi dia sendiri pun menikmatinya.
Yoona beranjak dari duduknya dan menuju pintu, tangannya mencoba memutar kenop dan ternyata pintu pun terbuka.
''Pintu itu akan terbuka selain dari remote, juga harus menunggu film yang diputar selesai,'' tutur Arthan di tempatnya.
Yoona hanya menoleh dan berlalu pergi meninggalkan Arthan di sana.
Arthan pun bangkit dari posisi awalnya, ia tidak menyangka kalau dia akan mengambil inisiatif itu. Tapi entah kenapa bibirnya malah tersungging senyuman, dia menggigit bibir bawahnya sendiri lalu ikut pergi dari sana.
Karena rasa gugupnya, Yoona pun tidak tahu harus ke mana, apa dia harus ke kamar tempat tadi ia membersihkan diri atau ada kamar lain.
''Ada apa?''
Dengan cepat Yoona menoleh ke belakang.
''Tidak ada, hanya saja aku bingung harus ke mana.'' Yoona menutup mulutnya dengan cepat, karena merasa malu dengan kalimat yang dia katakan itu.
Arthan tersenyum dengan menundukkan kepalanya. Dia sangat tahu Yoona saat ini tengah gugup dan merasa malu. Dan karena tidak ingin membuat Yoona makin salah tingkah Arthan pun menghampirinya.
''Apa kamu sudah mengantuk?''
Yoona mengangguk dengan segera.
''Kalau begitu ayo kita ke kamar!''
__ADS_1
Arthan meraih kembali tangan Yoona, lalu menggenggamnya. Menariknya dengan sangat lembut menuju lift yang dia tahu kalau Arthan menekan tombol menuju kamar.
Karena rasa gugupnya pun, Yoona tidak bisa berkata apa-apa lagi dan berharap Arthan tidak melihat wajahnya saat ini. Merah seperti tomat itu yang lebih cocok menggambarkan kedua pipi Yoona
Sesampainya di kamar, akhirnya Arthan melepaskan genggaman tangannya, lalu menggedikan kepalanya ke arah kamar mandi. ''Bersihkan dulu dirimu baru setelah itu istirahat!'' kalimat perintah itu keluar dari mulut Arthan.
Seperti kerbau dicocok hidungnya, Yoona menurut dengan apa yang dikatakan Arthan, dia melangkah menuju kamar mandi untuk menggosok giginya dan setelah memastikan giginya bersih, juga mulutnya sudah lebih segar dia malah berdiri di depan dosennya itu.
''Ya sudah istirahat!''
Yoona mengangguk dan naik ke-ranjang.
Terbersit terasa heran dengan istri kecilnya itu, tidak ada angin tidak ada hujan tiba-tiba Yoona bersikap manis dan menurut dengan apa yang dia katakan dan perintahkan. Arthan tersenyum senang lalu melangkah pergi ke kamar mandi untuk menggosok giginya seperti apa yang dilakukan Yoona sebelumnya.
Dan setelah selesai membersihkan mulut dan wajahnya. Arthan menuju ranjang lalu ikut naik ke sana. Yoona yang sudah mulai terpejam seketika membuka matanya dan menoleh ke sisi lain ranjang.
Mata Yoona terbelalak karena ternyata Arthan pun ikut tidur di sana.
''Pak! kok Anda tidur disini ?!''
Yoona sadar pertanyaan itu adalah pertanyaan yang bodoh! karena memang semestinya seorang suami tidur satu ranjang dengan istrinya, tapi keadaan pernikahan mereka sangat berbeda dari pernikahan orang lain pada umumnya.
Arthan yang juga sudah mulai memejamkan mata langsung membuka matanya menatap heran pada gadis 22 tahun itu.
''Kenapa?'' tanya Arthan heran.
''Kenapa? apa kita tidur di satu ranjang?''
''Iya itu memang seharusnya,''
''Tapi... tapi...''
''Tidak ada tapi-tapian, kau tidurlah cepat karena saya juga sudah sangat mengantuk!''
__ADS_1
''Kalau begitu aku akan mencari kamar lain!'' Yoona sudah akan beranjak tapi kalimat yang keluar dari bibir Arthan membuat ia mengurungkan niatnya.
''Rumah ini hanya memiliki satu kamar. Kalau kau mau kau bisa tidur bersama dua asisten rumah tangga itu, atau bisa juga kau tidur di pos penjaga di depan sana bersama beberapa penjaga lainnya!''