
"Wulan! Amel!''
Panggil Yoona setelah keluar dari mobil. Suara Yoona yang sedikit kencang membuat semua orang ikut menoleh termasuk dua gadis yang namanya di panggil itu.
Wulan dan Amel menoleh bersamaan, mereka tersenyum lebar lalu berlarian menuju Yoona yang masih ada di samping mobil.
''Una!!!'' keduanya langsung memeluk Yoona begitu erat.
Yoona yang di peluk hanya bisa diam dan menerima, karena dia sendiri heran, ada apa dengan dua sahabatnya itu.
''Kalian kenapa?'' tanyanya setelah Wulan dan Amel melepaskan pelukannya.
''Kita seneng banget ternyata hubungan kalian go publik juga. Haaahh… lega benget rasanya," ucap Amel begitu tulus.
Yoona tersenyum senang karena ternyata dua temannya benar-benar mendukungnya. Selagi mereka berbincang, semua orang masih menatap ketiga gadis itu dengan ekspresi yang bermacam, terutama pada Yoona. Mereka seolah-olah masih tidak menyangka kalau ternyata Yoona sudah menikah dan yang semakin mereka tidak menyangka kalau ternyata Yoona menikah dengan dosen kampus itu.
Arthan keluar dari mobil, menghampiri Yoona yang sedang berbincang dengan kedua sahabatnya.
''Pak Arthan!!''
''Eettttt… mau apa kalian, hah!!''
Seketika Yoona mengambil posisi layaknya seorang penjaga gawang didepan tubuh Arthan. Bukan tanpa alasan Yoona bersikap seperti itu, karena Wulan dan Amel terlihat sudah bersiap akan memeluk Arthan seperti memeluk dia tadi.
''Peluk pak Arthan lah! kita kan mau kasih selamat, ya 'kan Lan?'' sahut Amel begitu polosnya dan di angguki pula oleh Wulan.
''Dia laki gue!! enak aja kalian maen peluk-peluk aja!'' omel Yoona yang kelepasan memakai bahasa gaul nya anak muda didepan Arthan yang tentu sedikit terkejut mendengarnya.
Ya pasalnya Arthan sendiri belum pernah mendengar Yoona menggunakan bahasa itu, walaupun memang bahasa itu sudah umum sekali digunakan oleh anak-anak muda lainnya.
''Dek…?'' tegur Arthan berisik, membuat Yoona memutar kepala lalu memberikan senyuman Pepsodentnya.
''Habisnya mereka menyebalkan,'' sahut Yoona yang membuat Arthan semakin gemas pada istrinya itu.
''Aciee…, udah berani mengakui nih ceritanya! Hahaha!!'' ledek Wulan yang mentertawakan sikap Yoona yang spontan itu.
Interaksi mereka masih menjadi konsumsi penghuni kampus, sampai ketika ada beberapa mahasiswa yang menghampiri mereka lalu diikuti mahasiswa lainnya.
''Wah Pak Arthan dan Yoona, selamat ya! kami lihat siaran langsung kemarin. Kalian sangat serasi!'' seru sala seorang mahasiswa yang mendatangi nya.
__ADS_1
Arthan hanya diam dengan ekspresi datarnya, karena memang raut itulah yang para mahasiswa mengenalnya.
''Benar! dan disayangkan sikap Sivia, ternyata dibalik keanggunannya menyimpan sisi gelap yang menyeramkan!'' timpal lainnya.
''Mas duluan ya!'' ucap Arthan pelan dan Yoona mengangguk.
Arthan pun berlalu, karena memang dasarnya dia tidak suka berinteraksi berlebihan pada orang-orang asing.
''Kalian lihat kan tingkah model itu! aku sampai kaget lho! tapi untungnya Pak Arthan sigap mengambil sikap.''
Yoona dan kedua temannya hanya saling melemparkan senyuman karena ternyata hubungan Yoona dan Arthan diterima oleh semua orang. Ketakutannya tempo dulu yang berpikir akan ada kontra di bandingkan pro kalau teman-temannya tahu dia menikah dengan Arthan, tidak terbukti.
''Sudah, jangan di bahas lagi ya. Kami ke kelas duluan. Bye!'' ucap Yoona yang berpamitan untuk pergi dari kerumunan mahasiswa yang tengah meng-ghibah.
Tapi diperjalanan menuju kelas, ternyata Yoona berpapasan dengan Noval, asisten dosen yang pernah menyatakan perasaan padanya.
Noval membeku ditempatnya, ia masih ingat betul cara Yoona menolaknya, cara yang sangat lembut dan dewasa. Dan sebab itu juga sampai sekarang sangat sulit mengusir perasaannya untuk Yoona. Bahkan dia sempat berpikir kenapa Yoona tidak menolak dengan kasar, dengan begitu ia bisa melupakan perasaannya dengan mudah, bukan seperti ini yang dia merasa perasaan untuk Yoona semakin menggila.
Noval sudah tahu, tahu akan hubungan Yoona dengan Arthan. Bukan dari acara siaran langsung itu. Ia tahu sejak melihat Yoona keluar dari mobil Arthan di pinggir jalan dekat kampus. Dimana hari itu hari pertama mereka kembali kekampus setelah acara tadabur alam itu.
Namun, entah kenapa ia bersikap nekat untuk mengutarakan hatinya pada Yoona karena waktu itu dia ingin meyakinkan kebenaran kalau Yoona dan Arthan memang memiliki hubungan spesial, dan ternyata benar. Ia dapat menyimpulkan dari penolakan Yoona yang mengatakan kalau dia sudah memiliki seseorang yang istimewa lebih dari hubungan berpacaran.
''Kak Noval,'' sapa Yoona dengan ramah yang melewatinya begitu saja.
Noval berbalik mengikuti langkah Yoona dan kedua temannya. ''Yoona tunggu!'' panggil Noval, yang bukan hanya Yoona saja yang menoleh kedua temannya pun ikut menoleh.
''Ya Kak?''
''Selamat ya! ternyata orang spesial itu pak Arthan. Aku merasa bersalah, aku akan menemui beliau setelah kelas selesai,'' ujar Noval.
Yoona tertawa kecil seraya menjawab.
''Tidak perlu, kak. Pak Arthan sendiri sudah tahu, aku sendiri yang sudah menceritakannya. Dan ku pikir tidak ada masalah apapun sampai kakak harus minta maaf.''
''Benarkah?'' Yoona mengangguk.
Selagi Yoona dan Noval sedang berbincang, pandangan Amel terkunci pada Noval, pria yang diam-diam dia suka itu.
Dan ternyata juga Arthan melihat mereka dari jarak yang lumayan jauh, ada sedikit rasa kesal, tapi sebisa mungkin ia tahan karena dia harus menaruh kepercayaan pada istrinya, kalau Yoona bisa menjaga Marwah nya sebagai seorang istri.
__ADS_1
''Oh ya kak, aku bisa minta tolong?''
''Bisa, sangat bisa!'' sahut Noval.
''Bisa temani Amel mencarikan buku sastra di perpustakaan. Karena kami sangat butuh itu secepatnya. Kami berdua memiliki tugas masing-masing dan enggak bisa menemaninya,'' tutur Yoona membuat Noval mengangkat alisnya lalu melirik kearah Amel, gadis manis yang berdiri disamping Yoona.
Amel yang mendengar itu, sebenarnya terkejut. Pasalnya buku sastra apa yang sedang dibicarakan oleh Yoona, dan tugas apa? tapi mendengar jawaban Noval yang bersedia membuat dia senang.
Matanya melirik pada Yoona yang memberikan kerlingan mata padanya. Dan dia baru memahami bahwa Yoona sedang berbohong hanya untuk membantunya agar bisa lebih dekat dengan orang yang dia suka.
''Ayo! aku temani,'' ucap Noval dan angguki Amel.
''Terima kasih ya, Kak,'' ucap Yoona.
Amel dan Noval pun berlalu pergi. Yoona dan Wulan kembali melanjutkan perjalanannya menuju kelas.
Disela-sela langkah, tiba-tiba Wulan pun bertanya, ''Una? memangnya kita punya tugas ya?''
Yoona menepuk dahinya sendiri, tidak habis pikir ternyata diamnya Wulan sejak tadi bukan diam karena mengikuti sandiwaranya tapi karena tidak paham apa yang dia lakukan.
''Wulan, kamu belum sarapan?''
''Belum, kok kamu tau?''
''Kita sarapan dulu kalau begitu, kita bicarain disana.'' Yoona menarik tangan Wulan untuk menuju kantin.
Di kejauhan Arthan hanya bisa menggelengkan kepalanya, tingkah Yoona yang menyesuaikan diri membuat Arthan kagum. Dikala sedang bersama teman-temannya Yoona dapat bersikap dewasa, tapi saat bersama dengannya, Yoona bersikap manja. Tapi itu yang dia suka.
Happy Reading....
💜💜
Hay Besty 🤗 mampir juga ke novel Nuna yang baru ya☺️ Masih sepi banget😭 Aku berharap kalian melipir kesana yaaa😘 Terima kasih semua ☺️🙏
JUDULNYA?
🌷 Talak! Setelah Akad 🌷
__ADS_1