
Sedang para juru warta bertepuk kagum dengan kabar mengejutkan dari pengusaha sukses itu. Sivia malah berduka, ia marah mendengarnya, dan entah kenapa tiba-tiba ia pun hilang kendali seraya menjerit.
''Bohong!!'' Sivia menjerit begitu kencangnya, kedua telapak tangannya menutup kedua sisi telinga. Matanya mendelik begitu menyeramkan, hingga semua orang terkejut dan mengambil jarak sedikit menjauh, begitu juga Arthan yang dengan sigap menjauhkan Yoona dari Sivia.
''Ambil gambar, rekam!'' seru seorang juru warta memandu semua para media yang sedang meliput.
''Panggil pengamanan, cepat!!'' perintah Arthan pada bawahannya sembari memeluk Yoona begitu erat dan untuk berjaga-jaga takut Sivia melukai istri tercintanya.
''Ar! kamu tega! bukankah kamu berjanji akan menikah denganku!'' pekik Sivia menggila.
''Pak, Anda bisa bawa Nona pergi. Biar dia saya yang urus,'' ucap Ziko dan di angguki oleh Arthan yang segera membawa Yoona pergi dari sana, lalu menyerahkan semuanya pada asisten kepercayaannya itu.
Sivia melihat Arthan yang pergi, ia pun segera berdiri untuk mengejarnya namun dengan cepat Ziko mencengkram geram lengan mulus Sivia.
''Lepas! Arthan !! tolong aku!'' jerit Sivia lagi.
''Kau benar-benar gila Sivia! mereka sudah bahagia, dan kau hanya benalu!'' sarkas Ziko begitu tajam.
''Tidak! akulah kebahagiaan Arthan, bukan wanita jallang itu!''
Ziko menggelengkan kepalanya, tidak habis pikir dengan wanita satu itu, bisa-bisanya mengatai wanita baik seperti Yoona sedangkan dia sendirilah wanita jallang itu.
''Diam! jangan sampai ku bongkar semua keburukan mu!!'' bentak Ziko dengan matanya sedikit melirik ke beberapa kolega yang seketika menundukkan kepalanya.
Keadaan ruangan itu semakin ricuh karena Sivia yang semakin tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri. Para media berebut mengambil momen itu, mereka menganggap kalau momen itu adalah momen yang berharga untuk menaikkan berita dari model terkenal itu.
Ziko sudah menghubungi pihak yang berwajib, bahkan sudah ada pengaman yang mengamani Sivia agar tidak berbuat macam-macam yang akan membahayakan keselamatan semua orang.
__ADS_1
Smirk keluar begitu saja dari sebelah bibir Arthan, ia merasa puas dengan kinerja Ziko yang berhasil menjebak perempuan ular seperti Sivia.
''Mas, kasian dia,'' ucap Yoona yang melihat siaran langsung dari kamar hotel. Ya Arthan sudah mengajaknya pergi dari sana.
''Kenapa? kenapa harus kasian? dia menuai hasil apa yang dia tanam.'' Arthan mengusap lembut pundak Yoona.
''Tapi aku benar-benar merasa kasihan, karir yang dia bangun selama ini hancur dalam sekejap mata.''
''Itulah konsekuensinya.''
Mereka tengah duduk didepan telivisi yang menampilkan acara berita yang menayangkan secara langsung dibawanya Sivia Hazard oleh pihak berwajib karena sudah membuat keributan di acara launchingnya YNC.
Bahkan mereka juga menayangkan kegilaan Sivia yang sangat memalukan. Model wanita itu yang dunia kenal sebagai wanita yang anggun ternyata memiliki sikap yang buruk.
'Model cantik terkenal dibawa paksa oleh pihak yang berwajib karena menyerang istri dari pengusaha kaya.'
Itulah judul berita tersebut. Dan bukan hanya berita itu yang mereka sajikan untuk semua orang. Bahkan nama pengusaha-pengusaha lainnya terseret karena sudah bekerja sama dengan Sivia agar bisa masuk ke Miller Group dengan cara kotor.
''**Model cantik Sivia memberikan tiga putaran Vidio syur dirinya bersama tiga pengusaha kaya''
"Tiga pengusaha kaya ikut terseret dalam kasus model SH**"
Arthan yang melihat berita itu hanya bisa tertawa kecil, ternyata orang-orang yang bekerja sama dengannya ikut andil di masuknya Sivia ke MG.
*
Disinilah mereka berada, didepan gedung kampus Gunadarma. Mereka masih berada di dalam mobil. Yoona menatap keluar yang disana benyak nya mahasiswa berdatangan.
__ADS_1
''Kenapa? kamu ragu?'' suara menenangkan Arthan membuat Yoona tersenyum kemudian menggeleng.
Berita kemarin yang sangat ramai juga tranding nomor satu itu, pastilah mereka juga melihatnya. Arthan meraih tangan kanan Yoona, memberikan kenyamanan untuknya.
''Kalau misalkan kamu ragu, lebih baik tidak usah. Kita pulang saja,'' Arthan menarik tangannya lalu memegang kemudi.
''Tapi aku ada kelas hari ini, Mas.''
''Kalau begitu kamu keluar lebih dulu setelah itu baru aku,'' jawab Arthan lagi.
Yoona menghela nafas, ia menyembunyikan senyuman nya. ''Cemen, huuuu!!'' seru Yoona meledek Arthan yang terkesip mendengarnya.
''Kamu sedang mengejek ku?''
''Enggak, tapi memang Mas Cemen, bleeeee….'' Yoona semakin jahil, membuat Arthan semakin gemas.
Arthan menarik hidung mancung Yoona, mencubitnya pelan lalu menyentil nya lembut tanpa membuat Yoona kesakitan.
''Teruslah mengejek, nanti malam aku pastikan kamu tidak bisa berjalan keesokan nya!'' ancam Arthan dengan berbisik.
Yoona mematung, membayangkannya saja membuat bulu kuduknya berdiri. Tapi dalam sekejap raut wajahnya berubah.
''Siapa takut! aku yang akan pastikan lutut Mas terus bergetar!'' balas Yoona dengan sangat frontal membuat Arthan semakin dibuat gila.
''Astaga! kamu sangat berani menantang ku ya. Kalau bukan disini, sudah Mas makan sejak tadi kamu!''
''Huuu takuutt!!'' Hahahahahha!!
__ADS_1
Yoona tertawa terpingkal-pingkal, gurauan arena khusus sepasang suami istri itu sangat menggelitik perut. Terlebih lagi ancaman Arthan yang terus dibalas Yoona dengan nakalnya.
Happy Reading …