
Judul film yang akan mereka tonton tiga menit lagi akan dimulai, dan para penonton pun memasuki gedung teater itu.
Kursi barisan ke-4. Ya, kursi itulah yang sudah dipesan oleh Noval untuk mereka berempat. Noval memberikan jalan untuk ke kursi paling pojok pada Amel dan Wulan, tapi Yoona? dia malah melamun ditempatnya. Ia melihat ke sekeliling, teringat sesuatu saat ia melihat kursi bioskop. Ya siapa lagi kalau bukan Arthan. Ia mengingat saat sedang menonton flm bersamanya.
'Dengan aku pergi bersama lelaki lain, salah tidak ya?' batin Yoona.
Noval yang melihat Yoona melamun segera menyadarinya.
''Una?''
Setelah itu Yoona pun masuk dan disusul oleh Noval yang ikut duduk disampingnya.
Yoona sangat ingin menukar tempat duduknya pada Amel, tapi bukankah akan terasa aneh jika dia tiba-tiba meminta pertukaran kursi pada Amel, padahal Noval sendiri yang sudah memesan kursi itu padanya.
Dan dengan terpaksa Yoona pun duduk dengan bosan di sana terlebih lagi film yang dipilih Noval adalah film action, yang memang tidak ia sukai jika genre film itu.
Berbeda dengan Amel dan Wulan, mereka terlihat serius menyaksikan aksi-aksi yang berputar di layar sana. Dan Yoona? dia malah asik memainkan handphonenya, melihat-lihat aplikasi olshop-nya. Bahkan sepanjang film itu berputar, sudah ada 223 produk yang masuk ke keranjang olshop milik Yona.
Karena sangking fokusnya terhadap layar HP, Yoona pun tidak menyadari kalau film itu pun telah selesai dan lampu pun menyala.
''Eh?'' Yoona mendongak dan melihat mereka yang sudah berdiri, bersiap untuk pergi.
''Ayo! kamu mau tetap disini?'' tanya Amel.
''Oh iya, iya..''
Setelah acara menonton, mereka pun menuju sebuah restoran yang ada di lantai satu mall itu, dimana disanalah menu nasi goreng sangat digemari.
Mereka memesan satu menu yang sama, yaitu nasi goreng dengan lemon tea sebagai minumannya.
Makan sembari bercerita apapun, saat Yoona yang sedang tertawa karena tingkah Wulan, tiba-tiba terdiam karena matanya seperti melihat seseorang yang duduk bersama wanita di tempat duduk dekat pintu masuk.
Matanya memicing, memperjelas penglihatannya. Ya orang itu terlihat seperti Arthan, tapi dengan pakaian yang berbeda dengan yang dipakai Arthan saat mengajar tadi, dan dia juga bersama seorang wanita. Baru saja dia ingin menyusulnya tapi mereka sudah beranjak pergi.
__ADS_1
Entah kenapa tiba-tiba mood Yoona memburuk setelah melihat orang yang dari penglihatannya itu adalah Arthan. Tapi kenapa? apa dia marah, kecewa atau cemburu? Yoona pun tidak mengerti.
''Aku ke toilet dulu.'' Yoona beranjak pergi dengan membawa tasnya.
Tidak, tentu dia tidak ke toilet seperti apa yang dia katakan, langkahnya bergerak begitu saja keluar dari mall. Menghentikan sebuah taksi lalu pergi dari sana.
Amel, Wulan dan Noval masih setia menunggu Yoona kembali dari toilet, tapi ini sudah setengah jam. Yang pada akhirnya Wulan pun memutuskan untuk menyusul Yoona ke toilet tapi ternyata disana orang yang di carinya tidak ada.
''Una enggak ada di toilet,'' ucap Wulan pada Amel dan Noval.
Amel mengeluarkan ponselnya dari tas untuk menghubungi Yoona, tapi baru saja ia akan menghubungi Yoona, ternyata sudah ada pesan masuk yang diterima 20 menit lalu tapi tidak ia ketahui.
''Ternyata dia pulang, kepalanya mendadak sakit,'' ucap Amel setelah membacakan pesan dari Yoona itu.
Ada gurat kekecewaan pada wajah Noval, tapi kedua gadis itu tidak menyadarinya.
Malam pun tiba, Yoona yang sedang duduk di balkon kamar menoleh karena mendengar suara pintu kamar dibuka. Ya dia adalah Arthan dengan pakaian yang sama dengan pakaian saat mengajar tadi.
Yoona tertawa kecil bahkan nyaris tak mengeluarkan suara. Ia merasa lucu dengan tingkah Arthan yang harus repot-repot mengganti pakaian hanya makan bersama wanita lain.
''Maaf, saya banyak pekerjaan. Kamu udah makan?'' tanya Arthan yang menghampiri Yoona kesana.
''Cih! pekerjaan katanya!'' cibir Yoona.
''Yoona?'' panggil Arthan lagi karena Yoona yang tidak menjawab pertanyaannya.
''Sudah tadi di SOLARIA!'' jawab Yoona dengan menegaskan nama tempat ia makan tadi, sekaligus tempat saat dia melihat orang yang mirip dengan Arthan.
''Oh, ya sudah.'' Arthan berlalu begitu saja kearah kamar mandi, tanpa tahu kalau saat ini Yoona tengah terperangah atas jawabannya.
''Oh? ya sudah? kenapa dia bisa se-enteng itu menjawabnya?!'' gerutu Yoona dengan kesal.
''Kenapa tidak ada ekspresi terkejut atau merasa bersalah? dasar bandit!'' lanjutnya, dengan menghentak-hentakan kakinya kesal, Yoona pun naik ke tempat tidur lalu menutup seluruh tubuhnya sampai kepala dengan selimut tebal.
__ADS_1
Sungguh! dia sendiri saja tidak mengerti kenapa bisa se-kesal itu pada Arthan. Padahal jika memang Arthan pergi dengan wanita lain seharusnya dia tidak pantas marah, karena dia pun melakukan hal yang sama. Tapi dia berpikir, kalau posisinya tidak terlalu bersalah, karena ia pergi dengan Noval bukan hanya mereka berdua saja, melainkan bersama dua temannya lainnya.
Setelah selesai membersihkan diri dari keringat, Arthan pun segera berpakaian. Matanya terus melirik gulungan besar yang ada diatas ranjang, dimana Yoona menggulung seluruh tubuhnya dengan selimut.
''Kenapa lagi dia?'' gumamnya.
''Saya kebawah dulu, perut saya lapar. Kamu tidak mau menemani saya makan?'' ujar Arthan bertanya pada gulungan selimut itu yang bahkan tidak ada sahutan dari sana.
Arthan pun berlalu karena mengira kalau Yoona sudah tertidur karena kelelahan.
''Biar dia istirahat, sepertinya lelah sekali. Lelah berjalan-jalan seharian bersama dia kah, Yoona?'' gumam Arthan yang sudah naik ke lift untuk turun keruang makan.
Seperti biasa, begitu Arthan turun dari kamarnya, dimeja makan sudah tersedia berbagai macam makanan. Karena merasa sangat lapar, Arthan pun segera memakannya.
Setelah makannya selesai, Arthan tidak langsung naik ke kamarnya, ia berjalan menuju halaman belakang tapi langkahnya terhenti ketika teringat sesuatu.
''Apa dia juga pulang di antar olehnya?'' gumam Arthan yang seketika membelokan langkah kakinya menuju kesatu ruangan. Dimana disana banyak layar monitor yang menampilkan banyaknya rekaman dari seluruh penjuru rumahnya.
''Kau boleh keluar dulu!'' usir Arthan pada petugas yang bekerja diruangan itu.
''Baik Tuan!'' orang itupun berlalu pergi.
Arthan menarik kursi, menghadap kesalasatu monitor, lalu mencari rekaman video pengawas yang ada didepan gerbangnya. Ya, dia sangat ingin tahu Yoona pulang diantar Noval atau tidak.
Dan pada saat rekaman itu menunjukkan bahwa Yoona pulang dengan sebuah taksi, bibirnya tersungging tapi dengan disusul makian ''Dasar tidak bertanggung jawab! membiarkan wanita pulang sendirian setelah mengajaknya jalan-jalan.'' Gumam Arthan.
Lain di bibir lain di hati, itulah yang saat ini tengah melanda Arthan. Dia kesal pada Noval yang tidak mengantarkan Yoona pulang setelah dia tahu kalau Noval mengajak Yoona pergi. Tapi dihatinya ia merasa lega karena Yoona tidak diantarkannya.
Terbesit sekilas dia ingin tahu juga apa yang dilakukan Yoona setelah sampai rumah, dan Arthan pun terus memutar kegiatan Yoona saat dirumah. Tidak banyak melakukan apapun, karena setelah sampai dia langsung pergi ke kamar lalu turun lagi untuk membuat teh dan naik lagi kekamar.
Arthan mengetuk sebuah password akses masuk agar bisa melihat apa yang dilakukan Yoona dikamar, dan password itu hanya dia yang tahu. Alisnya mengernyit heran karena matanya melihat Yoona yang sepertinya sedang menggerutu dan kemudian menuju balkon sampai dia pulang tadi.
''Seperti ada yang berbeda?'' gumam Arthan.
__ADS_1
Happy reading...