Jerat Sang Dosen

Jerat Sang Dosen
Chapter 21 - Yang Sebenarnya


__ADS_3

Yoona mengambil bunga dari tangan Noval, semua orang pun tersenyum puas terkecuali Amel.


Ya sejak dulu memang Amel menyukai Noval, tapi dia menyukainya dalam diam. Karena berharap suatu hari nanti, dia bisa dekat dengan lelaki yang selama ini ia kagumi.


Amel pun meninggalkan tribun penonton dengan perasaan kecewa.


Noval bangkit dari bersimpuh-nya. Ia tersenyum bahagia karena Yoona menerimanya. Tapi sesaat kemudian senyum itu sirna berganti raut kecewa karena Yoona mengembalikannya kembali yang berarti Yoona telah menolaknya.


Suara para mahasiswa bersorak ikut kecewa, Noval memberikan tanda untuk mereka diam yang kemudian suasana kembali hening.


''Kak Noval, Yoona minta maaf. Yoona menghargai usaha kakak, Yoona sangat menghargai kakak sebagai senior. Tapi maaf, Yoona enggak bisa terima Kakak,'' jelas Yoona dengan sangat lantang.


Noval menghela nafasnya, ia kecewa tapi sebisa mungkin ia harus menghargai keputusan gadis yang disukainya itu.


''Maafin Yoona sekali lagi ya kak.'' Yoona menundukkan kepalanya, sungguh ia merasa tidak enak karena telah menolak pria populer seperti Noval. Banyak yang mengejar cintanya tapi justru Noval menyukai Yoona yang bahkan menolaknya mentah-mentah.


''Enggak apa. Tapi apa boleh aku tahu sebab kamu tolak aku? apa kamu udah punya pacar?''

__ADS_1


Yoona tersenyum, ia terdiam sejenak untuk menyiapkan jawabannya.


Dan sesaat kemudian Yoona pun mengangguk seraya berkata, ''Bahkan lebih dari pacar kak, dia orang yang istimewa. Sekali lagi aku minta maaf.''


Noval memang terkejut mendengarnya terlebih lagi ketika ada kalimat 'orang yang istimewa' membuat hati Noval benar-benar teriris.


''Kamu enggak perlu minta maaf, Yoona. Mungkin memang aku yang terlalu berlebihan.Oh ya! Sampaikan maaf aku pada orang istimewa itu, hmm?'' Yoo a mengangguk-anggukkan kepalanya, ia merasa lega karena Noval bisa menerima penolakannya.


''Apa kita masih bisa berteman seperti biasanya?'' tanya Noval dengan sedikit harapan.


''Aku enggak tahu kak, karena dasarnya perempuan dan laki-laki emang enggak akan bisa berteman. Tapi aku usahakan ya,'' senyuman manis Yoona membuat Noval terenyuh, ia memaklumi semua penolakan Yoona terhadapnya.


Tapi tidak dengan Noval, bahkan ia menawarkan hubungan pertemanan setelah penolakan itu terjadi.


Semua orang pun meninggalkan tribun penonton. Yoona berpamitan pada Noval untuk kembali kekelas.


Saat dia dan Wulan sampai ke kelas, ia melihat Amel yang duduk sendirian, Wulan menyenggol Yoona, bertanya kenapa Amel termenung seorang pria disana.

__ADS_1


Yoona mengangkat kedua bahunya karena memang dia sendiri tidak tahu sebab Amel seperti itu.


''Mel! kenapa tadi tiba-tiba pergi?'' tanya Wulan. Tapi Amel tidak sama sekali menyahutinya.


''Selamat ya, Una. Akhirnya kamu jadian juga sama Kak Noval,'' ucap Amel dengan lirih.


Wulan dan Yoona saling melirik. Keduanya mengulumkan senyuman yang membuat Amel salah paham.


Tapi sesaat kemudian, Wulan tertawa terbahak-bahak, ia memeluk Amel dengan sangat gemas.


''Eh kenapa?''


''Mel, makanya jangan langsung pergi sebelum acara selesai!''


''Maksudnya?''


''Yoona nolak Kak Noval. Dan kamu masih bisa kejar cintanya Kak Noval,'' goda Wulan dan di iyakan Yoona.

__ADS_1


Ya memang Amel selama ini menyembunyikan rasa sukanya tapi bukan berarti kedua sahabatnya tidak menyadari perasaan Amel pada Noval.


Yoona lega ternyata keputusan nya menolak Noval tidaklah salah. Jika saja ia menerimanya mungkin ia akan kehilangan sahabat seperti Amel.


__ADS_2