
Berita yang sedang ramai dibicarakan itu telah sampai ketelinga pria paruh baya yang saat ini berada dibelahan negara lain. Ia tersenyum begitu lega melihat acara siaran ulang itu.
Ya dia adalah Rahmat, ayah dari Yoona. Sungguh! ia merasa lega karena ternyata anaknya dijaga begitu baik oleh pria yang sudah menjadi menantunya itu.
''Tidak sia-sia kita lakukan sandiwara itu. Ternyata kau bisa juga meluluhkan hati batu anak gadis ku,'' gumam Rahmat.
Perlu diketahui, bahwa pernikahan Arthan dengan Yoona bukanlah hanya sebuah kebetulan yang terjadi. Semua insiden hari itu adalah rencana dari Rahmat dan Arthan. Walaupun memang Arthan lah yang banyak mengambil andil peran itu dan Rahmat hanya mengikuti apa yang sudah direncanakan oleh Arthan.
Warga yang memergoki Arthan dan Yoona juga termasuk salah satu bagian rencananya, sampai penjaga vila pun yang tanpa secara langsung menyuruh Yoona untuk membeli solar adalah orang suruhan Arthan.
Rahmat adalah teman baik mendiang orang tua Arthan. Mereka merencanakan perjodohan anak mereka sedari dulu. Dan Rahmat pun sudah menyampaikan maksudnya pada Yoona, tapi anak gadisnya yang amat keras kepala itu menolaknya mentah-mentah, dengan alasan dia hanya mau menikah dengan orang yang dia suka.
Tapi orang tua Arthan ternyata tidak bisa melanjutkan rencana perjodohan itu karena mereka sudah berpulang lebih dulu kepangkuan sang khalik karena sebuah tragedi kecelakaan. Tapi ternyata mereka sudah membuat wasiat untuk anaknya agar mau melanjutkan rencana mereka. Yang pada akhirnya Arthan pun menyetujuinya.
Dan finalnya Arthan berhasil menjerat Yoona kedalam rencananya. Walaupun Arthan sendiri pernah menolak perjodohan itu juga, tapi karena semua adalah wasiat dari orang tuanya, ia pun rela menjadi dosen disana selama bertahun-tahun untuk mengetahui gadis seperti apa yang mau dijodohkan dengan nya.
Rahmat benar-benar bahagia saat ini. Ia pun segera menghubungi menantu durhakanya itu yang sudah lama tidak menghubunginya bahkan sangat berani menggemparkan seantero dunia, dengan memberikan kabar kalau ia akan mengadakan sebuah resepsi tanpa bicara lebih dulu padanya.
''Hei anak muda! kau sudah lupa akan peran ku kah?!'' ucap Rahmat pada Arthan disebrang sana.
''Kau tidak butuh lagi restu ku kah?'' ucapnya lagi.
''Pak tua, maafkan menantu mu ini, saya benar-benar sangat sibuk sampai lupa untuk mengabarimu.''
''Cih! kau hanya mau dengan anakku saja,'' ketus Rahmat dan terdengar suara tawa dari Arthan.
__ADS_1
''Maaf Yah! bukan bermaksud melupakan mu, tapi baru saja saya akan mengabari Ayah, tapi ternyata Ayah menghubungi saya lebih dulu.''
''Menantu durhaka! ya sudah, lusa Ayah akan pulang, jaga anakku baik-baik. Kalau sampai ku lihat ada yang kurang darinya siap-siap cambukku mendarat diwajahmu!''
Arthan tertawa lagi mendengar ancaman Rahmat, ya begitulah interaksi antara Rahmat dan Arthan. Walaupun usia mereka terpaut jauh, tapi keduanya sangatlah akrab seperti layaknya teman.
*
Dikantin, kedatangan Yoona seperti selebritis besar. Semua orang yang ada di kampus menyapa nya dan bahkan ada yang memotretnya diam-diam, juga ada yang sengaja meminta berfoto dengannya.
Sungguh, Yoona merasa tidak nyaman. Tapi ia tidak bisa menolaknya. Yoona menunggu Wulan selesai makan dengan rasa gusar, ia sangat ingin cepat-cepat pergi dari sana.
''Sepertinya aku punya ide bagus, Una,'' ucap Wulan dengan mulutnya yang penuh dengan makanan.
''Apa?''
''Pertanyaan apa?''
''Soal Noval,'' sahut Wulan.
Yoona kembali menepuk keningnya, ia benar-benar gemas dengan sahabatnya ini. Dia kira otaknya akan encer ketika terisi makanan, tapi ternyata masih beku.
''Aku sengaja berbohong, agar Amel bisa lebih dekat dengan Noval. Aku mau mereka memiliki waktu berduaan,'' jelas Yoona dan Wulan pun baru mengerti.
''Ide apa cepat!''
__ADS_1
''Begini, aku akan mengambil kesempatan untuk ini. Aku berikan tarif untuk mereka kalau mau berfoto dengan mu.''
Yoona mendelik kesal mendengarnya, entah kenapa Wulan kali ini sangat menyebalkan. Sempat-sempatnya dia bisa berpikir begitu dikala Yoona sedang merasa gusar.
''Lumayan 'kan Na!'' ucapnya lagi membuat Yoona benar-benar kesal lalu pergi meninggalkan Wulan disana.
Di perpustakaan, Amel dan Noval sedang mencari buku yang dikatakan oleh Yoona. Dan sangat kebetulan buku itu sudah tidak ada karena semua telah dipinjam. Tapi mengingat Yoona yang meminta tolong padanya, Noval pun tidak mau menyerah untuk mencarikan buku itu.
Amel merasa senang walaupun ada sedikit rasa tidak nyaman karena ia mendengar Noval yang mengatakan tidak mau membuat Yoona kecewa. Tapi Amel sangat memakluminya, dan bertekad akan bersabar untuk menunggu balasan perasaannya dari pria yang dia sukai sejak satu tahun lalu.
''Ketemu?'' tanya Noval dan Amel hanya menggelengkan kepalanya.
''Haaahh! aku udah cari kemana-mana tapi buku itu memang sudah tidak ada lagi. Bagaimana ini,'' keluh Noval.
''Ya sudah kak enggak apa-apa, aku bisa beli saja di toko buku kalau begitu.''
''Oh ada ya? kalau gitu aku temani ya?'' dengan sangat senang hati, Amel pun mengangguk setuju.
Merekapun memutuskan untuk pergi dari lorong rak-rak besar itu. Tapi entah karena apa, tiba-tiba buku yang tersimpan dibarisan rak paling atas terjatuh dan hampir saja mengenai kepala Amel kalau saja Noval tidak melihatnya dan buru-buru menarik Amel.
Brukkk !!
Buku yang sangat tebal itu jatuh kelantai, dan mereka? Amel yang ditarik Noval pun langsung menabrak tubuh Noval yang terpentuk rak-rak besar itu.
Jarak keduanya sangat lah dekat, bahkan nyaris saja bibir mereka saling bersentuhan. Tapi dengan cepat Noval mendorong pelan Amel karena menghindari terjadinya sesuatu diantara mereka.
__ADS_1
''Maaf kak,'' ucap Amel pelan, hatinya sedikit terganggu dengan respon Noval yang segera mengambilnya jarak padanya. Tiba-tiba ia berkecil hati karena mengira kalau dia benar-benar tidak akan bisa mengambil hati Noval.