
Tidak terasa malam pun tiba, kedua pasangan suami istri itu pun terbangun karena suara deringan ponsel milik sang pria.
Yoona menggeliat karena terganggu dengan suara bising itu. Arthan pun segera mengusap kepala Yoona yang berada diatas lengannya seraya berbisik, ''Maaf membuat mu terganggu, tidurlah lagi.'' Cup!
Dengan sangat hati-hati, Arthan memindahkan kepala Yoona ke bantal setelah mengecup singkat keningnya.
Ia berjalan menjauh dari tempat tidur dengan hanya memakai celana boksernya saja. Mengomel sedikit pada sang penelepon yang telah mengganggu tidur istri cantiknya, kemudian menjawabnya setelah memastikan jaraknya sudah lumayan jauh agar tidak lagi membuat Yoona terbangun.
''Ada apa?!'' tanya Arthan ketus.
''Maaf Pak mengganggu—''
''Tahu kau kalau sudah mengganggu saya?!''
"Iya Pak, tapi ini ada sesuatu yang penting. Dewan Devisi produk mengajukan Sivia untuk model ambassador untuk YNC."
"Ck, tolak saja!"
"Tapi Pak, ini yang meminta bukan hanya satu orang saja, tapi semua menyetujuinya karena mereka melihat Sivia sebagai model ternama."
Mendengar itu Arthan pun mendengus kesal, entah apa yang sudah dilakukan Sivia kali ini. Raut wajah Arthan seketika berubah, seringai licik muncul di bibir tebalnya.
__ADS_1
''Ikuti saja permainannya,'' ucap Arthan kemudian, dan diiyakan oleh Ziko disebrang sana.
Arthan menekan icon merah untuk mengakhiri sambungan telponnya, dan seperti biasa tanpa berpamitan.
Bersamaan berakhirnya sambungan telepon, Yoona pun terbangun memanggil Arthan.
''Mas….''
Arthan segera menoleh, senyum manisnya terbit begitu saja saat melihat wajah lelah Yoona di atas kasur sana.
''Ya sayang, apa aku mengganggu mu lagi? hmm?''
Yoona menggeleng, matanya menatap dalam mata lentik Arthan. Entah kenapa Yoona merasa ada kupu-kupu yang berterbangan dihatinya mendengar Arthan menyebut dirinya sendiri dengan 'Aku' bukan 'saya' seperti biasanya. Yoona berspekulasi bahwa kata 'saya' adalah sebuah batasan dalam hubungan, dan sekarang Arthan telah mengganti itu dengan kata 'aku' yang berarti dia dan dirinya tidak lagi membatasi diri masing-masing.
Dan merekapun kembali tertidur dibawah rembulan yang berbuntut bintang.
*
Ditempat lain, seorang wanita tengah menggeliat liar diatas tubuh seorang pria. Kalimat-kalimat frontal terus keluar dari bibir mungilnya, bahkan permainan panas itu si wanita lah yang lebih dominan mengambil alih ketimbang di pria yang hanya menerima servisan maut sang wanita.
Satu tangan si pria terus bergerilya di kedua bukit sekal wanita itu secara bergantian, dan tangan lainnya tengah sibuk memainkan benda kecil berbentuk segitiga yang menyembul keluar dari liang surga dunia itu.
__ADS_1
Aaakkhh Euugghhh Sshhhhh
Lenguhan itu semakin keluar begitu leluasa bersamaan gerakan semakin cepat dari pinggul putih nan mulus sang wanita.
''Katakan padaku! apa kau puas?!'' ucap si wanita dengan tersengal-sengal.
Sang pria mengangguk yakin seraya menjawab dengan terbata-bata karena sedang menerima serangan nikmat dari seorang wanita yang begitu cantik menari diatas tubuhnya.
''Y–ya! ini sangat nikmat. Kau selalu nikmat baby! Lebih cepat, aku akan sampai!'' jawabnya seraya memerintah.
Tapi tiba-tiba gerakan kenikmatan itu berhenti, yang tentunya membuat si pria menatap kesal padanya. Namun berbeda dengan sang wanita ia malah mengeluarkan senyuman licik.
''Ada apa denganmu, hah!!'' pekik pria berwajah Chinese itu.
''Jika kau tidak bisa berjanji untuk membuat ku benar-benar berada ditengah-tengah YNC, aku akan turun sekarang juga. Biar kau tersiksa dengan hasrat setan mu!''
''Ya! aku akan melakukan apapun yang kau mau, tapi tuntaskan ini dulu! cepat!''
Bak sudah kepalang tanggung, sesuatu yang akan ia keluarkan namun tertahan dengan kesengajaan tentu membuat kepalanya terasa berat. PLAK! satu tamparan keras mendarat dibenda kenyal yang masih berada diatas tubuhnya itu.
''Bergerak dengan cepat! jika kau mau mendapatkan apa yang kau mau!''
__ADS_1
Mendengar itu si wanita justru tersenyum dengan nakalnya kemudian kembali menaik-turunkan pinggulnya lagi dengan ritme yang lebih cepat dari sebelumnya.
Happy Reading...