
"Sebenarnya kamu siapa?"
Arthan yang mendapatkan pertanyaan itu dari Yoona tentu keherenan. Kenapa tiba-tiba pertanyaan itu terlontar.
"Kamu kenapa? tidak mungkin 'kan kamu lupa saya?''
Yoona berdecih, bukan itu yang dia maksud. Dia semakin di buat kebingungan. Dari mula pekerjaan Arthan yang dia tahu adalah Dosen tapi malah memiliki Istana yang sangat mewah.
Lalu, Black Card? bukankah pemilik black card itu bukanlah orang sembarangan. Dan sekarang, ia juga baru tau kalau ternyata selain Arthan bekerja sebagai Dosen. Arthan juga bekerja di gedung pencakar langit, tapi jika Arthan disana hanya sebagai pekerja atau karyawan, kenapa orang-orang yang bekerja disana seperti sangat menghormatinya? itulah yang sejak tadi Yoona pikirkan.
Yoona kembali diam. Ia memutuskan untuk memendam pertanyaannya itu sampai ketika ada waktu yang tepat untuk membahasnya.
''Persimpangan depan belok kanan, Mas,'' ucap Yoona dan diangguki Arthan.
Setelah membelok-belokan stir kemudinya, seperti arahan dari Yoona, Arthan pun melontarkan pertanyaan pada Yoona.
''Mau diturunkan dimana?''
''Disana aja,'' tunjuk Yoona pada satu titik yang membuat Arthan segera menghentikan mobilnya.
Yoona melepaskan seat belt-nya, dan bersiap akan turun, tapi sebelum itu ia kembali meraih tangan kanan Arthan lalu menyalaminya dengan sangat hangat.
''Masih jauh rumahnya Amel?''
''Ini rumah Amel, Mas.'' Yoona menggedikkan kepalanya pada rumah gerbang hitam cat merah muda, persis tempat Arthan menghentikan mobilnya disanalah depan rumah Amel.
''Terima kasih.'' Yoona pun turun dari mobil dan menutup pintu sebelum Arthan menjawabnya.
Lagi-lagi perubahan Yoona membuat Arthan tercengang sekaligus merasa aneh.
Pagi tadi, Yoona pertama kalinya mencium punggung tangannya selama mereka menjadi pasangan suami istri, dan sekarang? bahkan Yoona tidak takut lagi ketauan temannya kalau sedang bersamanya.
Saat dia sedang melamun, matanya melihat seorang gadis keluar dari pagar hitam itu yang ternyata memang Amel lah yang keluar. Dengan cepat Arthan menundukkan kepalanya tapi sebelum itu ia malah dibuat semakin bingung karena saat ini Yoona justru sedang melambaikan tangannya kearahnya, padahal sudah ada Amel disampingnya.
''Apa dia sedang melambai padaku?'' gumam Arthan yang memperhatikan sekelilingnya tapi memang hanya ada dia disana.
Yoona pun masuk bersama Amel kedalam rumah. Arthan yang masih bingung tetap melajukan kendaraannya.
__ADS_1
''Una, itu siapa? Om Rahmat?''
''Bukan!''
''Terus siapa?''
''Suami aku,'' jawab santai Yoona tapi bukannya Amel percaya dan ataupun terkejut temannya melakukan pengakuan. Amel malah tertawa terbahak-bahak.
''Bisa aja kamu, ya udah ayo!'' Amel menarik tangan Yoona untuk masuk kedalam rumahnya. Dan Yoona hanya mengikuti langkah Amel dengan bergumam kecil.
''Ya udah kalau enggak percaya.''
Amel mengajak Yoona ke kamarnya yang ada dilantai dua. Dan disana sudah ada Wulan yang sedang menikmati cemilan sambil menonton film bergenre romantis, Amel dan Yoona pun segera bergabung.
Namun ditengah-tengah drama, ada sebuah adegan dimana seorang gadis mengecewakan kedua temannya karena telah membohongi mereka menyembunyikan status nya yang sudah menjadi istri dari salasatu ayah temannya itu.
Yoona termenung, meski jalan cerita drama itu tidaklah sama. Namun, tetap saja kalau saat ini memang dia sedang menyembunyikan statusnya yang sudah menjadi istri dari dosen mereka.
''ladies, kayaknya aku mau ngaku deh!'' ucap Yoona tiba-tiba membuat Amel dan Wulan yang duduk dikiri kanannya menolehkan kepalanya.
''Bukaan! tapi sesuatu. Tapi aku harap kalian enggak akan kecewa, karena ada suatu kejadian yang emang itu alasannya.''
Amel menekan tombol pause untuk menghentikan sejenak drama itu, karena menebak kalau arah pembicaraan Yoona akan serius.
''Apa?''
''Sebenarnya aku udah nikah!'' Yoona memejamkan matanya karena mengira kalau kedua temannya akan menatapnya dengan tajam lalu berteriak padanya, tapi tidak! justru telinganya mendengar kalau mereka malah berdecak kesal.
''Nikah, ngaruh aja. Nikah sama Kim Taehyung! itu 'kan yang mau kau katakan?'' ujar Amel malas.
Hahaha!!
Amel dan Wulan tertawa bersama mengejek kehaluan Yoona yang kerap di lakukannya saat sedang menceritakan perihal halusinasinya menjadi istri dari idol Korea Selatan itu.
Yoona sebenarnya memang sudah membayangkan reaksi mereka, karena dia sendiri selalu menggunakan ucapan itu untuk sebuah guyonan, atau penghiburan diri. Tapi 'kan kali ini dia bersungguh-sungguh.
''Amel, yang tadi aku jawab pertanyaan kamu didepan, itu emang suami aku!''
__ADS_1
Wulan semakin tertawa dibuatnya. Lalu kalau sudah seperti ini, siapa yang salah? dia atau mereka?
Yoona semakin jengkel karena Amel dan Wulan terus mentertawakan-nya tiada henti. Sampai ketika iapun berteriak karena sudah semakin kesal.
''Aku nikah sama Pak Arthan!!!''
Tap!
Seketika hening. Amel dan Wulan yang tadi tertawa terbahak-bahak seketika membungkam mulutnya. Wajah mereka datar dalam sekejap, matanya menatap dingin pada Yoona yang ada ditengah mereka.
''Aku nikah pas acara tadabur alam waktu itu,'' lanjut Yoona.
Melihat kedua temannya masih diam, Yoona menghela nafasnya kasar kemudian melanjutkan ceritanya.
''Waktu itu hujan besar 'kan? terus villa kita mati lampu. Dan saat itu, aku yang ditugaskan mencari solar untuk genset. Tapi ternyata payung yang kubawa terbang karena angin kencang. Dan payung itu jatuh ditengah jalan, saat aku mau ambil payungnya tiba-tiba ada orang yang dorong aku kepinggir jalan karena ternyata ada mobil truk yang melintas kearah ku. Ya dia pak Arthan. Singkat cerita kita berteduh di gubuk dan enggak tahu kenapa tiba-tiba aku terpeleset dan jatuhlah kita berdua.''
Yoona menjeda ceritanya karena mengambil nafasnya yang mulai tidak nyaman karena tatapan datar dari mereka yang sejak tadi menatapnya.
''Ternyata sejak tadi ada beberapa warga yang mengintai kita dan tiba-tiba melakukan penggerebekan lalu menuduh kita berbuat asusila. Kami dibawa ke balai desa dan dinikahkan disana.''
Yoona mengehentikan ceritanya, karena memang hanya sampai disana yang perlu dia ceritakan, tapi kedua temannya tetap diam. Entah karena syok atau marah yang jelas Yoona sudah berusaha bercerita apa adanya.
''Waw!'' pekik Wulan membuat Yoona terjingkat.
''Gilak!! benar-benar gila!'' timpal Amel.
''Orang yang selama ini kau benci ternyata jadi suami? amazing sih ini!''
''Kalian enggak marah 'kan?'' tanya pelan Yoona.
''Marah sih enggak! tapi sedikit kecewa aja sih, karena udah lama baru jujut!'' sindir Amel, Yoona tertunduk sedih tapi beberapa saat kemudian mereka berdua tertawa lagi.
Bukan mentertawakan-nya, tapi tertawa karena Yoona yang sangat pintar menyembunyikan statusnya, bahkan selama ini ia bersikap seperti biasanya pada Dosen mereka.
''Keren! the real benci jadi cinta, enggak sih?!'' ucap Amel dan Wulan mengangguk.
''Jadi ini alasan kamu menolak Noval kemarin?'' tanya Wulan dan Yoona pun mengangguk.
__ADS_1