
Merasa tidak suka dengan apa yang dikatakan Ziko, Sivia berusaha menyusul langkah lelaki 30 tahun itu tapi sayang, ternyata Ziko sudah pergi entah kemana.
Sivia menghentak-hentakan kakinya kesal, dia kembali ketanah air karena memang berniat kembali pada Arthan, kekasih lamanya.
Sivia merasa hubungan mereka tidak pernah kandas karena memang tidak ada kata pisah diantara mereka.
Beberapa tahun lalu, Arthan dan Sivia menjalani hubungan layaknya sepasang kekasih. Arthan yang sejak dulu memimpin sebuah perusahaan peninggalan orang tuanya sudah berniat akan mempersunting gadis cantik yang dia kenal disebuah gedung pemotretan produk. Yang gadis itu sendiri adalah model produk yang dikeluarkan oleh perusahaan.
Bermula hanya ingin mengisi kebosanan tapi lambat laun Arthan pun merasa nyaman dengan Sivia, si model cantik itu. Dan merekapun memulai hubungan mereka dengan Arthan yang mengutarakan perasaannya lebih dulu. Arthan sudah matang untuk membawa hubungan mereka kejenjang lebih serius, tapi ternyata Sivia memilih pergi begitu saja dari Arthan hanya karena mendapatkan tawaran menjadi model sebuah merek produk yang kala itu namanya sedang melambung ketimbang produk perusahaan Arthan.
Arthan Miller, seorang pria yang sangat teguh dalam pendiriannya. Ia sangat menjunjung tinggi harga diri dan sangat membenci penghianatan. Walaupun dengan wanita yang dia cintai pun jika memang sudah memutuskan pergi dari kehidupan Arthan, dengan lapang dada lelaki berusia 30 tahun waktu itu, akan melepasnya tanpa ada niatan mengemis. Bahkan dia tidak akan lagi memberikan pintu masuknya untuk kembali.
Biarpun waktu itu Arthan sangat mencintai Sivia, tapi dia belum juga pernah mengajak Sivia untuk kerumahnya. Maka dari itu saat ini Sivia berniat untuk mencari tahu tempat tinggal seorang Arthan Miller.
''Kamu! berikan aku alamat tinggal Arthan, cepatlah!'' pinta Sivia pada seorang wanita yang berdiri dibalik meja resepsionis.
Wanita bernama Hera itu saling menatap pada gadis yang seprofesi dengannya. Merasa aneh dengan permintaan Sivia.
__ADS_1
''Maaf Nona, untuk info pribadi presiden Direktur kami tidak bisa memberikan ke sembarangan orang,'' sahut wanita bernama Hera.
''Sembarangan orang bagaimana? kamu tidak mengenal saya?!'' Brakk!
Sivia bertanya dengan sembari menggebrak meja resepsionis, sehingga membuat orang yang ada disana menoleh kearahnya.
''Itu bukannya Sivia Hazard? kenapa sikapnya seperti itu?'' bisik seseorang pada rekannya.
''Iya, kenapa dia ada disini? apa dia bekerja sama lagi dengan YNC?'' timpal temannya.
''Maaf Nona, tapi kamu benar-benar tidak memiliki kuasa untuk memberikan info pribadi dari Pak Arthan.'' Hera memberikan pengertian lagi.
''Aku ini calon istri dari Arthan Miller, apa kamu tidak mau memberikan alamatnya, hah!''
Ucapan Sivia yang melebelkan dirinya sebagai calon istri dari direktur perusahaan tentunya membuat semua orang terbelalak kaget. Bahkan ada yang mencibirnya.
''Lihat dia, dia sedang mempermalukan dirinya sendiri,'' cibir seorang karyawan yang memang sudah tahu kalau Arthan sudah memiliki seorang istri.
__ADS_1
Hera sang resepsionis menahan tawanya, ia tersenyum mengejek pada Sivia. ''Maaf Nona, jika memang Anda calon istri Pak Arthan, pasti Anda mengetahui alamat tempat tinggal calon suami Anda sendiri.''
Sivia merutuk kebodohannya sendiri. Dan dengan rasa malu ia pun berlalu pergi melewati orang-orang yang membicarakannya itu.
Ditempat lain, dua orang sedang memadu kasih di atas ranjang. Sang pria tengah memaju mundurkan pinggulnya seirama dengan deru nafas yang terdengar mendayu-dayu.
Lenguhan demi lenguhan saling berlomba. Sang Wanita yang terlihat menikmati gerakan eksotis si pria, hanya berserah diri dengan tangannya mencengkram kuat kedua sisi bantal.
Guncangan itu semakin lama semakin terasa lebih kuat, dan pada akhirnya keduanya mengeluarkan lenguhan panjang yang membuat si pria ambruk diatas tubuh sang wanita.
''Terima kasih, sayang…'' bisik mesra Arthan membuat pipi Yoona merona merah.
Ya mereka adalah Arthan dan Yoona. Perdebatan kecil di rumah makan, berakhir diatas ranjang. Arthan sengaja mengajak Yoona mampir ke apartemen yang dia beli beberapa bulan ini, walaupun awalannya Yoona menolak tapi berkat keahlian Arthan yang terus membangkitkan gairah sang betina, pada akhirnya kegiatan panas pun terjadi.
''Saya harap kamu terus percaya pada saya,'' ucap Arthan lagi sebelum mereka benar-benar hanyut dalam mimpi indah mereka dibawah selimut yang sama.
Happy Reading
__ADS_1