
"Pak, ibu minta uang untuk belanja hari ini.. " pinta bu Ningsih sopan kepada suaminya pak Rudi
"Gaada uang bu, bapak kan belum narik keluar" menjawab tanpa menoleh, karena sibuk nonton TV
"Pak.. yang kemarin aja belum dikasih kok ke ibu.. " suara bu Ningsih agak membesar, karena memang pak Rudi setiap di mintai uang selalu saja ada alasannya
akhirnya Pak Rudi mengeluarkan dua lembar uang senilai Rp 5.000 dan memberikannya kepada istrinya itu lalu ia berjalan mau masuk ke kamar
"Mana cukup pa, uang segini mau makan apa coba.. " Sahut bu Ningsih sambil menerima uang 10 ribu rupiah dari pak Rudi
"Yaudah nggak usah makan aja sekalian, biasanya juga cukup kan. lagian masih untung di kasih daripada enggak sama sekali?!" Timbal pak Rudi tak mau kalah dari istrinya
"Hah.. Pusing selalu aja gitu! " Kata bu Ningsih sembari pergi meninggalkan suaminya yang bekerja sebagai kurir tersebut
"Belikan saja makanan sehari hari kita tempe atau tahu atau telur, bergizi dan murah" sahut bapaknya yang kebablas santai
__ADS_1
tapi tidak di gubris oleh bu Ningsih, karena ia sudah terlanjur kesal sama suaminya itu
15 menit kemudian..
"Raa.. kalo udah bangun langsung ke dapur bantuin ibu" teriak bu ningsih sembari memotong sayuran
"Iya bu, " sahut ara pelan karena ia baru bangun tidur
Flashback on
Pagi itu menunjukkan pukul 8.45 itu seperti pagi pada biasanya bagi Ara. Selalu bangun dengan 'alarm' kegaduhan yang ditimbulkan karena kedua orang tuanya. Ayahnya bekerja sebagai ojek, yang tipikal tidak mau susah dan tidak bertanggung jawab juga agak-agak tidak tahu diri dan ibunya tidak bekerja (hanya bekerja jika ada yang menyuruh). Ara tidak pernah membantah apapun keinginan orang tuanya. Karena baginya orang tuanya adalah segalanya dan ia tidak mau memberatkan ibu dan ayahnya. ia adalah anak yang penurut apalagi ia tahu diri darimana ia dan keluarganya berasal.
Flashback off
Setelah mandi dan bersiap ara membantu ibunya memasak dan mencuci.
__ADS_1
Saat ara sedang menjemur pakain ada bu ade lewat depan rumah dan berkata
"duhh, perawannya rajin ya bu"
"hhaha, iya nih bu bantuin ibunya" jawab ibu ara singkat
"iya bu, udah siap mantu nih si ibu hihi" goda bu ade
"aduhh si ibu bisa aja" saut ibunya ara, bu Ningsih
Ternyata tanpa disadari ara dan ibunya, pak Rudi mendengar basa basi tetangganya itu, saat bu ade telah pergi pak Rudi tiba-tiba berkata
"bener kata bu ade tuh dah sana kamu nikah muda aja, bapak udah ga mampu biayain kamu ra.." ucap pak rudi tanpa ragu yang seketika langsung dipotong oleh bu Ningsih
"udahlah pak, emang kamu nya aja yang ga bisa tanggung jawab ke anak" ucap bu ningsih ketus
__ADS_1
"apaansi ah pak, nikah aja terus ya g diomongin" ucap ara jengah, lalu pergi ke dapur untuk mengambil cucian lainnya
"bapak sih.. jangan gitu makanya. udah tau anaknya ga suka" bentak ibunya ara geram terhadap kelakuan bapaknya