Jodoh Yang Dijodohkan

Jodoh Yang Dijodohkan
Hari ini malam minggu toh..


__ADS_3

Setelah hampir setengah hari menghabiskan waktu di dufan tiba saatnya mereka untuk pulang. Karena waktu pun sudah menunjukkan pukul 18.30


"Sebelum pulang mau makan dulu ga?" Tawar okin pada mereka bertiga


"Terserah mas, kita mah ngikutin nyonya nya aja" Sahut kia sambil menunjuk ara menggunakan jempol dan badannya agak sedikit tertunduk


"Dih paansi, bilang aja lu laper.. Gua juga sih hehe" Ucap ara


"Samanya, makan aja mas.. " Ucap ipey tanpa basa t


"Yaudah mampir dulu makan ya.." Ucap okin


Akhirnya setelah perdebatan yang agak rumit tentang mau makan apa dan makan dimana, karena jawaban yang hanya terserah okin pun memarkirkan mobilnya di sebuah lesehan pecel lele


Mereka memesan dan mulai menyantapnya


"Eh disini gaada toilet ya? " Tanya ara


"Gatau tuh, tanya aja ke penjualnya.. " Jawab okin


"Yaudah bentar ya.. " Ara pun pergi menuju pedagangnya dan berkata


"Mas, ini semua jadi berapa tadi?" Tanyanya sambil menunjuk ke arah meja mereka berempat duduk


"Jadi 120.000 mbak.. " Jawab mas penjual pecel


"Nih ya Makasih" Ucapnya lalu langsung pergi kembali ke tempat duduknya


"Sami Sami mbak ayu.. " Jawab penjual pecel yang sudah agak setengah baya


"Gimana, ada ga toiletnya? " Tanya ipey, yang hanya dibalas geleng-geleng oleh ara


"Yaudah nanti mampir aja ke minimarket ya.." Saran okin


"Iya mas" Jawab ara sambil duduk dan melanjutkan makannya


"Nanti aku anterin pulang ke rumah masing-masing atau kia mau ke rumah ipey? " Tanya okin kepada kedua sahabat ara itu


"Kerumah ipey lagi aja mas, aku mau nginep disana kan.. " Jelas kia


"Ouwh okelah.. " Jawab okin


"Ra, lu ga mau nginep? Besok kan minggu ini.. " Tawar ipey


"Kayaknya lain kali aja deh.. " Tolak ara halus

__ADS_1


"Besok kan minggu, lu kan mau...." Belum sempat kia melanjutkan perkataannya ara sudah memberi isyarat untuk diam dengan telunjuk didepan mulut


Akhirnya setelah mereka semua menyelesaikan makannya, tibalah saatnya mereka akan pulang lalu okin memanggil penjualnya


"Mas.. " Sambil melambaikan tangan


"Iya mas? " Ucap penjual nya


"Berapa? " Sambil menunjuk ke arah meja dimana mereka makan


"Owh, udah tadi sama mbak ini" Sambil menunjuk sopan menggunakan jempol ke arah ara


"Udah yuk yuk.. " Ajak ara sambil berjalan keluar dan diikuti oleh teman temannya


"Makasih pak" Ucap ipey


Okin pun menyusul dan memberhentikan jalannya ara


"Kenapa dibayarin? Kan aku yang ajak makan.. " Ucap okin minta penjelasan


"Ya gapapa, soalnya tadi mas kan udah traktir kita terus.. " Jelas ara


"Beda dong, tadi pagi bekel kamu juga kan aku makan.. " Imbuh okin


"Okelah inpas, tapi lain kali kalau aku yang ajak harus aku yang bayar ya? " Pinta okin


"Deal deh.. " Jawab ara


Akhirnya mereka pun pulang, gatau karena kecapean atau kekenyangan ipey dan kia tertidur dibelakang bahkan sampai ngorok kenceng banget dan kelepasan kentut


Dutt..


Suara kentut


Tak lama kemudian


Dutt..


Suara kentut


"Astaga paduan suara tuhh.. " Kata ara sambil menutup hidung dan menahan tawa


"Buka ya kacanya? " Tanya okin


"Iya lah kehabisan napas nanti kita hahaha.. " Sahut ara dan mereka pun jadi tertawa bersama

__ADS_1


"Lupa kalau malam minggu, macet banget lagi.. " Kata okin


"Iya nih kayaknya bisa sampe rumah ham 10an deh.. " Tambah ara


"Hmm.. Malming rame banget astagfirullah" Balas okin sambil geleng-geleng kepala


huahh..


suara ara menguap


"Ngantuk mas.. " kata ara


"Mau tidur disini? " Tawar okin sambil menepuk-nepuk bahunya


"Ihh si mas bisa aja, kalau tidur gapapa? " Tanya ara memastikan


"Ya gapapalah masa mau aku larang.. " Jawab okin


"Eh iya nanti mas gatau mau ke rumah ipey.. " Ara bimbang ia mengantuk berat sedangkan ia juga harus memberi petunjuk jalan ke okin untuk ke rumah ipey


"Hapal ra, tidur aja buru.. " Suruh okin sambil mengelus kepala ara


Akhirnya ara pun tertidur


Ya, bahkan tanpa disadari ara kia dan ipey merek sudah tiba di depan rumah ipey.


Mereka bertiga ketiduran..


Setelah berpamitan basa basi dan lain-lain, okin mengantarkan ara pulang bahkan sepanjang perjalanan ara juga tertidur, hingga tiba di dekat rumahnya


"Ra, udah nyampe nih" Kata okin sambil menguncang guncangkan bahu ara


"Yaampun mas maaf aku ketiduran.. " Ucap ara


"Yok, aku anter ke rumah.. " Tawar okin


"Gausah mas gapapa, aku gaenak sama mamah tadi kan aku pamitnya ga sama cowok.. " Jelas ara agak terbata


"Hmm, yuk aku anter sampe gang depan rumah mu aja.. " Tegas okin sekali lagi


"Yaudah deh, agak gelap juga soalnya.. " Akhirnya ara menyetujui


Okin akhirnya ikut turun, dan mengantar ara hanya sampai di depan gang saja.


Mengantar nya hingga lama lama ara tidak terlihat dan beberapa kali ara berbalik badan untuk melambaikan tangan ke okin.

__ADS_1


__ADS_2