
"Pada ngapain sih ah, maapin mereka ya mas.. " Ucap ara
"Ngapain juga lah begitu segala, bagi aku semua cinta jika ia sejati melibatkan pembiaran pergi.. " Ucapnya puitis
"Cinta?" Celetuk kia yang kaget mendengar ada kata cinta
"Gua kan pernah naksir sama lu ra.. " Kata okin
"Eh duduk dulu yuk.. " Ajak ara melihat ada dua kursi kosong yang baru saja ditinggalkan oleh sepasang kekasih.
Kia dan ipey pun duduk,
"Hadeuh, akhirnya.. " Ucap kia sambil duduk
"Gantian aja lah ra.. " Kata ipey
"Eh santai pey.. " Sahut ara
"Inget ga sih ra, pas masih jaman bbm. Kita tuh sering chatan tau.. " Ucap okin flashback
"Masa sih mas? Yang aku inget itu ka azriel deh.. " Balas ara
"Iya dulu kan gua sama azriel kayak lomba dapetin lu gitu.. " Kata okin
"Maksudnya? Taruhan? " Tanya ara kaget
"Bukan, soalnya waktu itu kamu suka ikut ricko nongkrong jadi gua sama azriel kayak naksir gitu.. " Jelas okin
"Padahal itu aku masih kelas 1 smp tau mas.." Kata ara
"Iya dulu kan aku juga masih sma. Kelas tiga tapi.. " Tambah okin
"Masih cinta monyet kali ya hahaha.. " Sahut ara
"Hahaha bisa aja kamu" Balas okin
"Nyimak aja lah.. " Celetuk kia
"Nyimak? Nging nging.. " Ipey nimbrung
"Nyamuk woi.. " Kata kia
"Lah kita emang jadi nyamuk kali.. " Tambah ipey
"Apaansi kia ipey? " Tanya okin
Mereka pun larut dalam perbincangan itu, pertemuan yang tidak disengaja membawa mereka pada situasi yang buat salah tingkah.
Hujan pun reda.
Kaki ara yang tadinya bergetar melihat okin untuk pertama kalinya lagi setelah beberapa waktu, stabil lagi.
__ADS_1
Ia pun sudah tidak sungkan untuk bercanda lagi dengan okin.
"Balik yuk.. " Ajak ara
"Yuk lah, pengen samyang banget gua dari waktu itu.. " Sahut kia
"Emang di rumah ipey ga ada? " Tanya ara
"Ipey kan gaboleh makan samyang juga sama nyokapnya, sebenarnya gua juga" Jelas kia
"Nah, cari penyakit namanya.. " Balas ara
"Mau langsung pulang ra? " Tanya okin
"Iya mas, aku duluan gapapa kan? " Tanya ara balim
"Iya ra, maaf ya aku ga bisa nganterin.. " Ucap okin
"Tenang aja mas, gausah ngerepotin.. " Kata ara
"Mas kita pamit ya duluan" Pamit kia
"Iya hati-hati ya kalian semua.. " Ucap okin sambil melambaikan tangan
"Duluan ya mas" Pamit ara dan ipey barengan
"Iya ra, dah.. Tutup okin
Mereka pun jalan pulang, ara teringat titipan ibunya untuk adiknya yang sedang sakit perut itu.
"Ayo, diamana ra? " Tanya kia
"Itu depan.. " Tunjuk ara
"Buat siapa ra? Nyokap lu? " Tanya ipey
"Ade gua perutnya sakit katanya.. " Jawab ara
"Ohh, gitu.. " Sahut ipey
"Eh btw, sumpah gua juga kaget tau tadi pas liat okin.. " Ucap ara
"Sama, dahal mah ga kenapa napa ya.. " Tambah ipey
"Bener kata lu pey, kalau orangnya di omongin malah dateng nyamperin kita.. " Kata kia
"Lu sih berdua daritadi ngomongin dia terus.." Ucap ara
"Kopi lu sini gua minum" Pinta ipey
"Nih, dingin tapi.. " Ara memberi kopinya ke ipey
__ADS_1
"Enjoy, daripada mubazir" Ucap ipey
"Kayaknya sekarang okin jadi lebih baik deh" Kata kia
"Kayak lebih gimana gitu, tapi dia pernah naksir kali sama lu ra" Tambah ipey
"Anjir jaman dinosaurus itu.. " Sahut ara
"Haha gila deh.. " Balas ipey
Mereka lun tiba di tempat tukang bubur dan membeli bubur itu. Ara sambil ngemilin pringles, kia ngemilin pillows, dan ipey ngopi.
Melihat mereka seperti itu, tukang bubur itu menawarkan untuk duduk saja
"Duduk neng, bentar ya bungkusin 4 dulu ini.." Suruh tukang bubur itu, karena pemesannya tadi pergi dulu jadi tempat duduknya kosong
"Iya Pak, makasih.. " Ucap mereka serentak, dan mereka pun duduk sambil ngemil dan menunggu giliran untuk mendapatkan bubur.
Setelah selesai mereka lun berjalan pulang ke rumah ara.
"Cape ga lu berdua? " Tanya ara ke ipey dan kia
"Engga sih" Jawab kia
"Engga gua juga, jarang jarang gua mah jalan jauh gini.. " Jawab ipey dengan wajah sumringah
"Maksudnya gua kalau cape kita ngojek aja.. " Kata ara
"Santai.. " Ucap kia
Tibalah mereka di rumah, ara langsung memberi bubur itu untuk adiknya yang wajahnya agak pucat.
"Nih dek, makan ya.. " Suruh ara
"Christy nih.. " Ucap kia sambil memberikan beberapa bungkus jajan begitu juga ipey.
Tidak lupa ipey pun memberi makanannya ke ibunya ara.
"Tante, maaf tan ini tadi aku beli sedikit.. " Basa basi ipey
"Yaampun ipey, jadi repot.. Makasih loh" Sahut ibunya ara
"Gapapa tan, Sama-sama.. " Jawab ipey
"Kamu mandi ga? Kan habis kehujanan..?" Tanya ibunya ara
"Iya tan mau sih, aku boleh minjem handuk ga? Aku lupa bawa" Pinta ipey
"Minta aja ke ara, di kamarnya ada deh.. " Perintah ibunya ara
"Yaudah tan aku ke kamar ara aja ya tan.. " Ijin ipey
__ADS_1
"Iya pey, silakan. Makasih ya sekali lagi" Ucap ibunya ara
"Iya tan, permisi" Ipey pun kembali ke kamar ara