
Ditempat lain
Seorang pria yang banyak diincar wanita seusianya sedang sibuk membuka aplikasi bernama 'Jodohku'. Sebenarnya untuk orang seusianya ia adalah pria mapan dan tampan ia bernama Ronald, ia awalnya hanya seorang karyawan biasa tapi dedikasinya untuk kantor itu sangatlah tidak diragukan hingga ia diangkat jabatannya menjadi seorang manager.
"Ini oke sih tapi namanya agak norak, kalo yang ini bule ga ah gua gasuka bule pengen yang lokal aja, yang ini gak banget dah tompelnya ganggu... " Gumamnya,
ternyata dari tadi ia tidak sadar ada karyawannya yang sedang berdiri dihadapannya untuk meminta tanda tangan
"pak permisi pak"
ucap karyawan itu sambil beberapa kali melambaikan tangannya akhirnya terpaksa karyawan itu mengetok meja Ronald, sontak saja Ronald pun kaget karena ia merasa daritadi hanya sendiri
"eh iya kamu, ada apa? " tanyanya tegas
"ini revisi bapak minggu lalu, maaf Pak kalau sudah benar saya minta ditandatangani sekalian" ucap Arista (nama karyawan itu).
Ronald pun mengambil file dari arista sambil dibaca ia bertanya "kamu itu masih baru ya? "
"saya sudah bekerja setahun pak disini.. " jawab arista sopan
"ohh gitu, soalnya saya baru lihat kamu.. " balas ronald
"Iyasih pak, karena ini juga saya pertama kali lihat bapak.. " sambil senyum kecil
"kebetulan sama-sama baru pertama kali ya" jawab ronald tanpa menoleh ke arista
Whatsapp π©
Ibu : Nak kamu janji
bilang bulan depan mau bawa mantu
buat ibu tapi apa..?
Ronal : Yaampun bu, kerjaan di kantor
nih banyak. Gampang lah kalo soal itu
Ibu : Kakakmu aja udah punya anak mau
otw 2, tapi kamu pacar aja gapernah
kenalin ke ibu
Ronal : Pusing aku tiap hari ditanya mulu
Ibu : Nak, ortu kan ingin yang terbaik buat
anaknya
Ronal : Iya bu, maksud ku kan aku cowok bu
__ADS_1
kasi aku kesempatan ya bu buat cari
lagi
Ibu : Iya nal, sampai kapan cari terus
Ronal : Nanti lah bu aku pulang kita obrolin
lagi. Dah sampai nanti
"Duh maaf ya lupa kalo ada kamu.. " ucap ronal ke arista yang sedari tadi masih ada di depan mejanya
"Gapapa pak.. " jawab arista
"oh iya namamu siapa?" tanya ronald
"Arista Nadine Putri Sheila Bachtiar" jawab arista panjang dan mantap memberikan tangannya Ronald pun menyambut tangannya, tapi ia agak sedikit binggung
"hmm, maaf tadi nama mu ada Bachtiar nya? Itu nama ayah kamu?, soalnya saya kayak pernah dengar nama itu"
"Iya Pak, ayah saya namanya Bachtiar Raden Wijaya" jawab arista mantap
"yaampun kamu anaknya pak direktur toh? " jawab Ronald kaget
"iya pak.. " balas arista agak menunduk
"kamu kalo lagi ga di kantor gausah panggil pake sebutan pak, kayaknya kita seumuran kan? " kata ronald
"hmm boleh pak" jawab arista
kata Ronald
"oh iya Pak gapapa.., Ya sudah saya permisi" jawab arista lalu pergi meninggalkan ruangan itu
memencet nomor telpon dan mulai bercakap "ela, tolong kamu cari data tentang karyawan bernama Arista Nadine terus secepatnya kasih ke saya" ucap ronald pada sekretaris nya itu
"baik Pak segera saya informasikan kepada bapak" jawab Bella Anggika yang sering dipanggil ela sekitar 10 menit kemudian ela datang membawa beberapa berkas yang salah satunya ada identitas tentang Arista
"pak ini semua berkas yang bapak butuhkan, dan ini ada berkas yang harus bapak cek" kata ela kepada ronald
"iya makasih, oh iya ini saya nitip sekalian tolong kasih ke arista.. " jawab ronald
"baik pak, ada lagi? " tambah ela
"udah itu aja cukup, kamu bisa kembali bekerja lagi sekarang" ucap ronald kepada ela
"baiklah saya permisi pak" tambah ela
Nama : Arista Nadine Putri Sheila Bachtiar
TTL : Jambi, 9 Agustus 1990
__ADS_1
Alamat : Grand Permata Mas, Jl silih No 19. Bogor
Kebangsaan : Indonesia
Pendidikan : S1 (Sarjana Perhotelan)
No Handphone : 0834-5071-993
Sosial Media
Instagram : @aristanadine9
Facebook : arista nadine putri
*
*
*
Whatsapp π©
Ronald : Hai, arista ini ronald
Maaf, ganggu gak?
Arista : Oh iya, pak manager ada apa?
Ronald : Boleh telepon ga?
Arista : Iya pak silakan
π
"Halo, maaf ya kalo saya ganggu. Oh iya jangan panggil pak panggil ronald aja" pinta ronald
"iya ro.. ronald" jawab arista agak kaku
"ada apa ya kenapa telpon ngedadak gini?" sambung arista
"sebenarnya ga terlalu penting sih, cuma mau tanya ehmm.. maaf kamu pulang kemana? " tanya ronald
"ya kerumah lah nal.. hehe emang kenapa? "jawab arista sambil agak malu
" gapapa, kalo ga keberatan kita bisa pulang bareng kan? " ucap ronald
"emang rumah kamu dimana? " balas arista "di Griya Jati asih.. " belum sampai ronald menyelesaikan perkataannya arista langsung memotong dengan berkata
"yaampun jauh banget, beda arah dong? Kayaknya lebih baik gausah deh, lagian aku juga udah biasa pulang sendiri kok" ucap arista tanpa titik koma, karena ia tahu sangat jauh sekali alamat rumah manager nya itu.
"udah tenang aja, pokoknya pulang tunggu aku ya? " pinta ronald
__ADS_1
"yaudah deh terserah deh kalo maksa.. " sahut arista.
Setelah menutup panggilan arista jadi bertanya-tanya dalam hatinya 'darimana dia dapet no handphone ku ya? perasaan tadi aku ga ngasih deh.. ah udahlah mungkin dia mau ke rumah juga ada perlu sama papah' Gumamnya.