
Jujur, setelah mendengar semua yang dikatakan oleh abangnya ara sekarang merasa ketakutan.
Tapi mau bagaimana pun tetap saja ara merasa tidak disakiti dan selalu nyaman saat bersama okin.
'Apa nomornya gua blokir aja ya? ' ara bertanya tanya
Akhirnya keputusannya bulat untuk memblokir dan menjaga jarak dari okin, sekarang tinggal bagaimana ia memperbaiki hubungan nya dengan acel.
Ia berharap acel menghubungi nya duluan, entah sms atau telepon. Saat sedang harap harap cemas betul saja handphone nya berdering menandakan ada telepon masuk
π
"Halo pey, kenapa? " Ucap ara saat mengangkat telepon
"Engga sih, ini sebenarnya kia yang mau ngomong. Tapi katanya dia takut gitu.. " Jelas ipey
"Ngomong apa? Ngapain takut? " Bingung ara
"Ra.. " Suara kia terdengar, sebenarnya gak tau apa yang dirasakan ara ia mengingat kejadian memalukan yang direkam kia tapi ia tidak menyalahkan siapapun selain dirinya sendiri.
"Apa ki? " Tanya ara sambil menghembuskan nafas kasar
"Tuh kan lu pasti marah.. " Kata kia sambil meringis
"Soal yang kemarin gua udah gapapa, ga ada yang penting juga.. " Ucap ara
"Gapapa gimana? Acel aja marah banget sama gua apalagi ke lu ra.. " Tambah kia
"Yaudah besok gua kerumah ipey ya? Lu masih disitu kan? " Tanya ara memastikan
"Iya gua nginep seminggu disini sampe perpisahan nanti.. " Jelas kia
"Yaudah besok ketemu aja lah, gua juga pusing nih soalnya.. " Kata ara
"Oke deh, tapi lu maafin gua kan? " Tanya kia seperti orang ketakutan
"Iyaa kia, orang lu juga ga salah apa apa.. " Jelas ara
"Hmmm, ya seengaknya kan semua udah gua lurusin tadi.. " Ucap kia
"Iya iya santai aja, besok ada yang gua kasih tau juga ke lu berdua.. " Kata ara
"Apaan tuh, jangan bikin penasaran ah.. " Rengek kia
"Eh bulan depan lu pada mau kuliah diluar kota kan? Jadi berangkat nya? " Tanya ara
"Iyaa, gua sih dua bulan lagi.. " Kata ipey
__ADS_1
"Gua yang bulan depan mah.. " Sahut kia
"Nah yaudah sampe ketemu besok ya, bye" Tutup ara tiba-tiba.
Dirumah ipey
"Ihh bocah malah dimatiin seenaknya aja" Kesal kia
"Hayolo, benernya dia masih marah sama lu ki.. " Ucap ipey menakut-nakuti kia
"Dia mau ngomong apa ya? " Kia bertanya tanya
"Paling udah jadian sama si okin ituh.. " Jawab ipey simple
"Gila banget, bisa bisanya dia jadian sama si okin kaga mikirin si acel berjuang.. " Kesal kia
"Ya mungkin menurut si ara daripada sama si acel digantung terus.. " Sahut ipey
"Ada benernya juga sih, tapi.. " Ucap kia tidak menyelesaikan kata katanya
"Apa? Dahlah anterin cari baju buat perpisahan yuk.. " Ajak ipey ke kia
"Iya hayuk gua juga belum ada.. " Jawab kia
Saat tengah bersiap akan pergi ke tempat sewa pakaian, hp kia bergetar
Whatsapp π©
Kia yang melihat pesan itu langsung mendadak kegirangan hinga loncat loncat teriak teriak
"Dih kesambet apa lu?! " Kaget ipey melihat temannya tiba-tiba berkelakuan aneh
"Engga pey, hahaha" Jawab kia
Whatsapp π©
Today
Kia : Baik mas, mas sendiri gimana?
Arga : Baik juga
Lama juga ya ga chatan sama kamu
Kamu kemarin habis dari dufan ya?
Kia : Alhamdulillah kalau baik
__ADS_1
Iya mas, mas tau darimana?
Arga :Itu sg kamu
Oh iya sabtu kamu sibuk ga?
Kia : Sabtu aku mau perpisahan di sekolah
mas
Arga :Ohh gitu
Hari lain bisa ga?
Kia : Besok paling
Besok aku mau keluar juga sama
temen-temen ku
Arga : Besok mau ga ketemu?
Atau ga kita jalan gitu
Kia : Serius mas?
Tapi besok aku sama temen ku gitu
Arga :Iya gapapa
Kalau aku ajak temen ku juga gapapa?
Satu aja kok
Kia :Ya gapapa silahkan aja
Terserah mas
Arga : Yaudah deh kalau gitu
Aku lanjut ya
Kia : Iya mas
Sampai besok ya
Byee
__ADS_1
Arga :Byee