
Jam menunjukkan pukul 16.30,
"udah jam segini tapi dia kok belum kabarin aku lagi ya" kata arista sambil melihat jam ditangan nya
"weii.. " kaget Azelia teman arista
"ih sebel deh ngagetin terus.. " ucap arista kesal ke azel
"yaelah maaf kali, kalo marah jeleknya nambah" ucap azel yang emang suka jailin arista
"bodo.. " kesal arista sambil menjulurkan lidahnya
"btw tumben lu masih disini? pak adi ga jemput? " tanya azel heran karena ia tahu bahwa temennya ini paling gaberani nunggu sendiri dan pulang sendiri
"engga, gua udah ada janji soalnya zel" jawab arista singkat
"hmm ama sapa cihh? " tanya azel kepo sambil pake gaya centil
"mmm, lu kalo gua kasi tau pasti ganyangka deh.. " kata arista
"maksudnya? " jawab azel binggung
"yaudah tebak coba siapa, lu tau kok tauu banget" pinta arista
"hmm siapa ya, Dirga? Atau Reza, eh jangan-jangan Paul lu kan naksir sama dia kan dari lama?" jawab azel menebak sambil nyengir-nyengir
"ih udalah makin ngaco aja nih bocah atu" ucap arista karena temannya makin gaje
"ihh siapa dong, pak mamet satpam? atau mang tio? Hahaha... " goda azel
"serah lu dah nanti juga lu liat" kata arista singkat.
Tak lama dari jauh terlihat Raja, pacar azel datang menjemputnya.
"Ja, temenin si tata (panggilan azel untuk arista) dulu ya lagi nunggu jemputan gebetannya.. "
Ucap azel ke raja yang belum sempat memikirkan motornya,
dengan masih diatas motornya raja pun berkata
"widiee gebetan, siapa tuh?" Tanya raja menggoda, karena raja dan azel tau kalau arista selalu tertutup tentang pasangan
__ADS_1
"Apasih ja, kepo deh hehe.. " Jawab arista sambil ketawa
"ya deh, yang penting nanti traktiran aja.. " Tambah raja,
ia emang sama jailnya dengan azel suka gitu bikin orang gemes. Raja pun memarkirkan motornya lalu duduk di sebelah azel
"Dasar bucin.. " Kesal arista
"Iri bilang bos... " Ucap azel tengil sambil menjulurkan lidahnya dan memeluk raja. Arista hanya memutar bola matanya jengah
1 jam berlalu
"Mana ta yang mau jemput lu? "Tanya azel kesal karena ia sudah ditunggu juga oleh Raja, pacarnya
" Iya nih ta, gua buru-buru soalnya hehe.." tambah raja yang sebenarnya pengen marah tapi gaenak
"Yaudah lah, gua minta jemput pak adi aja.. " Jawab arista pasrah
"Nah iya tuh daritadi kek.. " Kesal azel
"Udah gapapa jangan marah-marah mulu" Ucap raja untuk menenangkan pacarnya
WhatsApp ๐
perintah arista pada supirnya itu
"yah non, gimana ya.. sebenarnya saya lagi nganter Den Ari periksa mata di Depok.. " ucap supirnya memelas
Arista hanya terdiam...
"Tadi pas saya nanya ke non, katanya gausah.. " tambah supirnya
"Yaudah deh pak gapapa, saya naik ojek online aja. Makasih ya pak" tutup arista
"Iya non mari" jawab pak adi
'Sebel deh gua kan gapernah di phpin' gumam arista sebal
akhirnya setelah mendapat ojek online dia langsung pulang
Di jalan
__ADS_1
"Kenapa gua juga langsung percaya aja ya ama si ronald.. " Kesal arista yang ternyata tidak sengaja terdengar oleh supir ojek online tersebut
"Emang neng, yang nama depannya R mah emang ngeselin" Ucap supir ojek online itu
bercanda
"Eh si bapa bisa aja.. " Kaget arista
"Hahaha iya neng becanda kok.. " Tambah supir ojek online
"Gapapa pak santai aja" Jawab arista
"Pasti si neng di phpin ya? " Tanya supir itu bercanda
"Iya nih pak, sebel saya. Bisa-bisanya yah orang kayak gitu. Jangan-jangan dia kayak gitu bukan ke saya aja lagi? " Ucap arista sambil bertanya-tanya
"Ya, biasanya sih gitu hehe.. " Jawab supir itu
"Eh saya jadi curhat sama bapak jadinya,
maaf ya hehe.. " Kata arista canggung
"Tenang aja gapapa... " Jawab supir itu
*
*
Tidak terasa setengah jam perjalan mereka tiba di alamat yang dituju, rumah arista
"Ini pak ongkosnya.. " Ucap arista turun dari motor dan memberi uang
Menerima uangnya dan memberi kembalian "ini mbak, kembaliannya" Memberi kembalian
"Gausah pak, itu tip nya.. " Kata arista dan
langsung pergi membuka pagar rumahnya
"Mbak.. " Panggil supir ojek online itu
"Iya? Oh kurang ya?.. " Tanya arista dan langsung mengambil uang yang ada di kantong celananya dan akan memberikannya kepada supir ojek online itu
__ADS_1
"Engga mbak, helm nya... " Ucap supir itu sambil menahan tawa
"Oh iya lupa, maaf ya pak.. " ucap arista malu dan pipinya langsung memerah seketika