Jodoh Yang Dijodohkan

Jodoh Yang Dijodohkan
Ngopi


__ADS_3

Di kantor


Saat tengah bersiap siap untuk pulang, Tiba-tiba saja bela disamperin arista sperti terburu-buru dan tergesa-gesa.


"Kenapa arista?" Tanya bela


"Sorry bel, gua mau nanya deh anak kecil yang sama ronald kemarin siapa deh? " Tanya arista penasaran sekali


"Anak kecil? Kapan emang ronald bawa anak kecil? " Kata bela bingung


"Itu loh, pas ketemu deket angkringan kemarin.. " Jawab arista


"Oh itu, temennya kali gatau sih gua juga.. " Sahut bela


"Hmm, eh gua mau nanya deh sama lu tapi lu jangan bilang ronald ya.. " Ucap arista


"Boleh, apa tuh? " Tanya bela


"Eh tapi gimana kalau sambil ngopi? Bisa kan kamu? " Ajak arista


"Boleh aja, tapi jangan sampai malem ya besok gua harus siapin bahan meeting" Pinta bela


"Ayo, tapi lu juga jangan ajak dirga ya.. " Pinta arista juga


"Dia pulang agak telat sejam deh, dan gua udah janji mau nungguin dia" Sahut bela


"Yaudah cafe yang depan kantor itu ya.. " Ajak arista


"Oke ayo.. " Jawab bela


"Bentar gua ambil tas dulu ya.. " Kata arista ia pun kembali ke ruangan nya dan mengambil tas


Saat arista sedang pergi mengambil tas, ronald pun muncul.


"Bel, tadi kayak denger suara arista deh.. " Ucap ronald


"Iya tadi kesini sih, emang mau apa nal? " Tanya bela


"Mau nitip ini ke dia.. " Ucap ronald sambil menunjukkan sebuah amplop coklat


"Nanti dia balik lagi sih, taruh meja gua aja lah.. " Ucap bela


"Yaudah nih, thankyou ya.. " Balas ronald

__ADS_1


"Oke sip.. " Sahut bela


Setelah beberapa saat kemudian, arista kembali dengan membawa tas dan sudah bersiap.


"Yuk bel, jalan sekarang gimana?" Ajaknya


"Yuk, eh ini ada titipan dari pak ronald.. " Ucap bela


"Oh iya, oke makasih ya bel" Sahut arista


"Yaudah yuk" Ajak bela sambil merapikan beberapa berkas dan kemudian berangkat lah mereka ke cafe itu untuk bincang-bincang


***


Setibanya di cafe mereka langsung duduk dan memesan kopi.


Dan arista mulai membuka obrolan


"Bel, sorry nih ya.. Gua boleh kepoin ronald kan ke lu? " Tanya arista


"Iya gapapa, mau kepoin apa emang? " Sahut bela


"Gini, lu udah lama kan kerja sama ronald? " Ucap arista


"Hahaha, ya gitu lah gua pernah di ajak ketemu orang tuanya gitu tapi waktu itu jatuhnya kayak jenguk sih.. " Sahut arista


"Oh gitu, terus gimana tuh kelanjutan nya? " Tanya bela


"Yaudah gitu doang, paling makan atau nemenin dia kemana gitu.. Soalnya sekarang kayak agak ngejauh dari gua deh.. " Jawab arista


"Ngejauh? Jadi lu lumayan deket ya? " Tanya bela


"Nah itu masalahnya, gua takut cuma gua doang yang ngerasa deket.. " Jawab arista


"Iya sih, menurut gua ronald masih agak kurang yakin mungkin sama lu.. " Tambah bela


"Mungkin, lu tau mantannya ronald?" Tanya arista


"Jujur gua gatau, tapi sepengetahuan gua tuh ronald agak tertutup soal asmaranya.. " Jelas bela


"Hmm gitu, eh iya cewe yang kemarin lu kenal ga?" Tanya arista, yang ia maksud adalah ara


"Oh iya tau.. Kenapa emang? " Tanya bela balik

__ADS_1


"Itu namanya siapa? " Tanya arista


"Ara" Jawab bela singkat sambil menyeruput kopinya


"Di deket ya kayaknya sama ronald? " Kata arista


"Gatau tuh, maybe.. " Sahut bela


"Gua inget ara, ara itu yang di kasih posisi spesial project sama ronald kan? " Tanya arista ke bela yang sontak saja membuat bela bingung harus jawab apa


"Ah masa sih? " Ucap bela pura-pura tidak tau


"Iyaa, masa lu sekretaris nya nggak tau sih? " Kata arista


"Gua malah baru tau dari lu ta.. " Sahut bela


"Hmm gitu, benernya gua juga tau dari temen gua ronald bilang sisain satu buat ara itu ke temen gua si azelia.. " Jelas arista


"Oh si azel, dulu dia bareng sama gua terus tau.. " Ucap bela yang sebenarnya agar mengalihkan pembicaraan mereka mengenai ara


"Iya dia bilang juga kenal baik sama lu kok.., Lu temen sekolah nya apa gimana? " Tanya arista


"Engga, kita tetanggan aja terus jadi akrab eh ternyata sekantor.. " Jawab bela


..


..


Dan mereka pun berbincang-bincang hingga bela di telepon oleh Dirga yang mengajaknya pulang bareng.


"Lu jadian sama Dirga? " Tanya arista


"Engga, suka bareng aja soalnya rumah kita searah.. " Jawab bela agak malu malu


"Hahaha, semoga jadian ya" Ucap arista yang sebenernya juga diamini oleh bela.


...


"Makasih ya bel, udah nemenin gua.. " Ucap arista


"Sama-sama, makasih juga udah di traktir kopi.. " Sahut bela


Mereka pun akhirnya harus berpisah, dan pulang ke rumah masing-masing.

__ADS_1


Bela dengan dirga, lalu arista dengan ojek online.


__ADS_2