
Jam menunjukkan pukul 17.00
"ayo pulang, gabaik cewek masih pake seragam keliaran di jalan" ajak acel
"gapapalah yang penting kan sama kamu" jawab ara
"Ih genitt.. " balas acel
ara pun langsung naik motor dan memeluk acel dari belakang tanpa perintah
"belum juga disuruh" sindir acel
mereka pun pulang bersama sambil menyusuri jalan, mereka melihat tukang basreng
"acel jajanin aku.. " paksa ara, acel pun menghentikan motornya dan membeli basreng untuk ara
"masih ada lagi tuan putri? " tanya acel
"hmm udah deh takut duit kamu habis hehe" jawab ara sambil mengunyah satu basreng utuh membuat mulutnya penuh.
Acel memang selalu membawa motor dengan pelan, disepanjang perjalanan ia hanya memegang setir satu tangan, tangan yang sebelah kiri untuk memegang tangan ara yang melingkar di perutnya.
"Anteng amat bos? " tanya acel
"eh iya lupa hehehe.. " jawab ara
tanpa ragu ara langsung menyuapi acel dengan basreng
__ADS_1
"hmm.. gitu kek dari tadi" sahut acel dengan mulutnya yang penuh
"Ga kerasa ya kita udah barengan dari lama" Ara membuka obrolan kembali
"iya yah, ngaco nggak sih tiap hari dateng sekolah pasti lebih dari jam 7.." jawab acel
"Kamu kalo jemput sih suka ngaret" kata ara
"Maaf apa nggak kebalik, kamu yang suka
ngaret kali. segala ke sekolah pake alis lah, dandan dulu ini itu.." balas acel gak mau kalah yang langsung saja disuapin basreng lagi sama ara
"bawel ih, aku juga cantik kan buat kamu.. " bela ara
"hmm iyadeh kamu menang.. " acel mengalah
"*Masa lu ga ada perasaan sama sekali sih cel ke gua" Gumam ara dalam hati*
Seolah bersahutan tiba-tiba ara dan acel saling senyum-senyum sendiri dan saling bertatapan di spion sebelah kiri.
Setelah selebrasi kelulusan yang agak melelahkan ara tiba dirumah dengan baju yang sudah penuh dengan tanda tangan teman-temannya yang warna warni. Waktu menunjukkan pukul 18.00, ibu dan ayahnya tidak marah karena memang sebelum berangkat sekolah ara sudah izin untuk pulang terlambat dan mengikuti acara bersama teman-teman.
"Selamat ya nak, semoga setelah ini kamu menjadi anak semakin dewasa dan bertanggung jawab" kata ibu,
"amin terimakasih bu, untuk semua yang sudah ibu korbankan selama ini" jawab ara
__ADS_1
"eh anakku sudah pulang ternyata, selamat ya nak atas kelulusan mu" kata ayah ara
"iya yah makasih" jawab ara lalu berlalu
meninggalkan orang tua nya.
Di dapur saat ara menuju kamar mandi adeknya tiba-tiba mengagetkan
"Hwaa.." teriak christy,
"ih apaansi, kaget tau" kesal ara
"yaileh gitu aja marah, btw selamat ya mbak semoga anda sukses" rayu adiknya
"iyaiyaa makasi yaa.." balas ara.
Lalu ia pun ganti baju dan mandi,
setelah mandi dan makan malam ara merasa lelah dan ia pun tertidur tapi tiba-tiba ia mendengar suara bising yang disebabkan pertengkaran orang tua nya
"ya biarin lah sebentar lagi juga ara kerja, biar dia yang biayain adiknya dan kita.. " ucap ayah ara
"gabisa gitu dong pak, harusnya bapak jangan jadi males. ara biar bantu kita aja jangan semua beban kita kasih ke ara.. "jawab ibu ara tak kalah lantang
"biar ajalah itu kan sebagai bentuk terimakasih dia sama kita" balas ayah ara santai
"emang dasar bapak aja yang males" timpal ibu ara sambil pergi menuju kamar
__ADS_1
"pokoknya setelah ara kerja, semua urusan rumah tangga dia yang akan tanggung titik" tegas ayah ara
Mendengar perkataan itu membuat ara kesal sekaligus sedih, bagaimana tidak melihat kelakuan ayahnya setiap hari yang hanya bermalas-malasan membuat ara ingin cepat-cepat kabur dari rumah saja rasanya.