Jodoh Yang Dijodohkan

Jodoh Yang Dijodohkan
Ngelirik


__ADS_3

"Iya bu makasih ya.. " Ucap bu mira


"Sama-sama Bu, makasih juga udah mampir.." Sahut ibunya ara, bu Ningsih


Setelah bu mira pergi, ara dan teman-temannya pun keluar kamar.


"Kenapa bu tadi bu mira? " Tanya ara


"Ini loh ngasih undangan, minggu depan anaknya nikah.. " Jawab ibunya


"Oh gitu, aku mau ke indomart ya bu.. " Ijin ara


"Mau ngapain ra? " Tanya ibunya


"Kia mau samyang katanya.. " Jawab ara


"Oh, kalian kalau masak apa apa masak aja gausah sungkan ya.. " Ucap ibunya ara ke kia dan ipey


"Iya tante makasih banyak sebelumnya.. " Ucap ipey


"Anggap aja rumah sendiri ya.. " Kata ibunya kia


"Iya tante, makasih ya tan.. " Sahut kia


"Yaudah bu, aku ke depan ya. Ibu mau nitip ga? " Tawar ara


"Engga ah, iya sana hati-hati ya" Ucap ibunya


Mereka pun berangkat menuju indomaret, sesampainya disana pas sekali tiba-tiba cuaca berubah menjadi hujan deras.


"Pas banget, untungnya udah nyampe" Kata kia


"Pas sih, masalahnye kagak ada yang bawa payung ki.. " Ucap ipey


"Nah itu, dahlah nanti neduh aja dulu disini" Ara memberi saran


"Oke dah.. " Jawab ipey


Mereka pun berbelanja kebutuhan mereka masing-masing.


"Eh eh, maskeran bareng yuk nanti" Ajak ara


"Lah lah kuy" Sahut ipey


"Mauu" Ucap kia


"Ra, lu beli jajanan banyak buat apa dah? " Tanya kia melihat keranjang belanja ara

__ADS_1


"Buat ade sepupu acel" Jawab ara


"Emang suka main? " Tanya ipey


"Engga sih belum ketemu, tapi pas vc dia tuh gemesin" Jawab ara


"Oh, lu mau ke rumah acel? " Tanya kia penasaran


"Engga lah ngapain, acel yang kerumah gua" Jawab ara


"Dih ngapain? " Tanya kia sewot


"Suka suka orang lah ki, namanya juga temu kangen ya ga? " Balas ipey


"Iya ih lu mah gasuka liat gua seneng nih" Kata ara


"Ya maap, kaget aja gitu. Pacar bukan tapi ya gitu lah.. " Kia tidak menyelesaikan omongannya


"Kata siapa? Orang gua dah jadian sama acel" Jawab ara sambil melengos pergi


"Hah? Serius anjir ah" Kejar ipey dan kia mereka tidak percaya


"Nanti lah gua ceritain" Ucap kia


"Pj atuh lah" Kata kia


"Serius nih? " Ucap ipey meyakinkan


"Hmm, dua aja tapi" Tambah ara


"Siap boss" Kata kia


"Mayanlah, sekalian buat perpisahan nanti" Kata ipey


Setelah mendapatkan yang mereka perlukan mereka pun membayarnya di kasir secara bergantian.


"Eh ra, nyokap suka apa? Gua mau beliin nih buat dia.. " Kata ipey


"Kopi kali" Jawab ara ragu


"Dah ambilin kopi sama roti atau biskuit aja pey" Suruh kia


"Udah gausah juga gapapa padahal" Ucap ara


"Gapapa ah gaenak, nyokap lu baik soalnya" Sahut ipey


"Yaudah gua beliin ade lu aja" Kata kia

__ADS_1


"Pada ngapain sih, gausah" Ara menahan kia saat ia akan mengambil jajanan


"Jangan gitu ra, lu adeknya acel aja dibeliin masa si christy kagak? " Tanya kia


"Ini juga udah sama si christy wak.. " Jawab ara


"Biarin atuh orang gua yang mah beliin" Sahut kia


Kia dan ipey pun tetap membelikan jajanan untuk ibu dan adiknya ara meski sudah ditahan oleh ara.


Setelah selesai membayar semuanya, karena masih hujan deras mereka tetap berdiri di depan teras indomaret.


Tapi tiba-tiba ara melihat seseorang yang dikenalinya,


'Itu kan mas okin' Gumamnya saat melihat orang itu yang ternyata adalah okin


"Ra itu kan si okin" Celetuk kia sambil berbisik


"Iya ih gimana nih? " Tanya ara panik kebingungan


"Biasa aja ra, jangan salting gitu" Ipey malah bercanda


"Bukan gitu, dia kan marah sama gua pey.. " Ucap ara


"Oh iya gara-gara waktu itu ya, dah lu pura-pura ga liat aja sih" Suruh ipey


Ara pun menuruti


Ara berpura-pura mainan handphone, so' sibuk gitu. Padahal ia hanya scroll scroll instagram yang tidak ada apa-apa nya.


"Eh gua juga follow deh si Ryan" Ucap kia sambil memberi kode ke ara


"Oh lu kenal juga? " Tanya ara pura-pura


"Kan satu smp sama gua dulu, ganteng ih sekarang.. " Tambah kia


"Iya padahal dulu cengeng banget dia" Kata ara


Okin pun melintasi mereka bertiga, ara yang sibuk berpura-pura bersandiwara tetap saja detak jantungnya mendadak berhenti sejenak saat okin lewat.


"Cuma ngelirik ra" Bisik ipey ke ara


"Ih pengen pulang ih, gua tiba tiba pengen eek" Kata ara ke ipey dan kia


"Hujan petir guntur halilintar gini ra" Sahut kia lebay


"Gua takut dilabrak sumpah" Ucap ara yang tiba-tiba pucat wajahnya

__ADS_1


__ADS_2