
Sambil berjalan ronald membuka obrolan
"Nama kamu ara kan? " Tanya ronald ke ara
Ara hanya terdiam, dan membalasnya lewat senyuman
"Loh, nak Ronald udah kenal toh? " Tanya bu ningsih ke ronald
"Iya bu, pernah ketemu.. " Jawab ronald sambil tersenyum
"Ra, itu loh ditanya juga malah diem aja.. " Ucap ibunya ke ara
Ara hanya mengangguk pelan, sambil melirik ronald.
Ia ingat, pernah makan siang bareng ronald dan perempuan yang ia lupa namanya
"Hehehe, gapapa. Habis ngeborong ya ini? " Basa basi ronald.
Melihat banyak kantong plastik yang mereka pegang ditangan masing-masing
"Iya nak, anak ibu yang gede baru ngirim uang jadi langsung belanja. Ya.. " Jelas ibunya terhenti, saat ara menyenggol sikutnya
"Oh, gitu ya bu.. Biar saya antar pulang aja gimana? " Tawar ronald
"Eh gausah nak, kamu kerja.. " Tolak bu ningsih secara halus
"Gapapa bu, lagi kosong ini.. " Ucap ronald
"Gapapa nak, gausah kita mau mampir lagi nanti kamu jadi repot. Makasih loh sebelumnya" Jelas bu ningsih
"Hmm, yaudah deh. Tapi lain kali ga boleh nolak ya.. " Ucap ronald sambil melihat ke ara, karena mereka berjalan beriringan dengan posisi ronald yang ada di tengah
__ADS_1
Ara yang dari tadi hanya berjalan sambil terdiam langsung menundukkan kepalanya.
'kayaknya mas ronald orangnya genit deh? '
gumam ara dalam hati
"Oh iya bu, anak ibu yang baru lulus tuh ini? " Tanya ronald sambil memegang bahu ara
"Iya nak, ya ampun ibu sampe lupa mau nanya soal yang kemarin.. " Ucap bu ningsih
"Tenang bu itu mah, langsung masuk juga bisa.. " Jawab ronald yang membuat ara kebingungan dan langsung bertanya
"Apaan bu maksudnya? Aku kok ga ngerti.. " Ucap ara
"Itu loh, bu minta ke nak ronald buat bantuin kamu dapet kerjaan.. " Jawab ibunya
"Ohh" Jawab ara singkat
"Iya bu, gapapa.. " Sahut ronald
"Itu bu angkotnya.. " Ucap ara sambil memberhentikan angkot yang sedang melintas
"Yaudah makasih ya nak ronald, ibu permisi duluan ya.. " Pamit bu ningsih
"Iya bu, Hati-hati ya. Ara.. " Ucap ronald
Ara hanya melempar senyum kecil ke arah ronald
Di dalam angkot
"ibu kenal sama mas mas yang tadi? " tanya ara ingin tahu
__ADS_1
"ya iyalah, dia anak temen ibu" jelas ibunya
Ibunya melihat ke arah ara, yang bercucuran keringat di wajahnya
"Ya ampun panas banget ya ra.. " Ucap ibunya
"Iya bu, gerah.. " Ucap ara sambil mengipas-ngipasi lehernya
"Bukannya tadi beli minum dulu.. Kamu sih buru-buru terus" Kata bu ningsih
"Ya kalo ga buru-buru nanti malah tambah gerah.. " Jawab ara enteng
Beberapa menit kemudian
"Loh, ini kok angkotnya malah muter kesini sih? " Tanya ibunya pelan
"Masa sih? " Ucap ara memastikan sambil melihat sekeliling jalan
"Eh kok ini malah salah arah.. Kita salah naik angkot ra.. " Jelas ibunya
"Eh iya bu, tadi aku juga ga liat nomornya.. " Jelas ara
"Bang kiri bang.. Stop.. " Ucap ibunya untuk memberhentikan angkot
Setelah turun dan membayar, ara minta maaf atas kejadian ini
"Maaf ya bu, ara tadi ga konsentrasi jadi salah naik angkot.. " Ucap ara
"Iya sih jadi buang buang duit, tapi gapapa sih lain kali hati-hati makanya.. " Jawab ibunya
"Iya bu, tuh kita naik angkot yang itu yuk.. " Ajak ara sambil memberhentikan angkot yang lewat
__ADS_1