Jodoh Yang Dijodohkan

Jodoh Yang Dijodohkan
#Kopi dari hati


__ADS_3

"Udah ra gapapa, engga salah siapa siapa juga kan.. " Ucap ipey menghibur ara sambil mengelus pundak ara


"Iya sih, lu kan sekarang udah punya pacar kali ah.. " Tambah kia


"Iya, gua tuh cuma takut dilabrak sama mas okin" Ucap ara khawatir pada dirinya sendiri


"Kalau cowo ga mungkin ngelabrak, tapi takutnya lu diculik aja ra.. " Kata kia membuat ara dan ipey melongo kaget


"Eh bibirnya" Sahut ipey sambil menepuk pundak kia


"Amit amit gila ih" Tambah ara


"Positive thinking aja sih, semoga aja dia juga udah berubah. Don't judge the book by the cover" Kia bicara ngawur


"Dah ih jangan diomongin terus, nanti katanya orang itu datang nyamperin kita loh" Kata ipey tiba-tiba membuat ara tambah batin.


Mereka pun diam, masing-masing pada layar handphonenya masing-masing.


Hujan belum berhenti, reda juga belum.


10 menit ..


20 menit .. Berlalu


Handphone ara berdering. Ibu


๐Ÿ“ž


"Iya bu.. " Ucap ara


"Kamu dimana? " Tanya ibunya

__ADS_1


"Masih neduh bu, depan indomaret nih" Jawab ara


"Oh, emang kamu gabawa payung? " Tanya ibunya


"Engga bu, tadi kan pas mau berangkat gaada tanda tanda mau hujan.. " Jelas ara


"Yaudah, jangan kemana-mana lagi habis ini" Pesan ibunya


"Iya bu.. " Sahut ara


"Ibu boleh nitip bubur ga? " Pinta ibunya


"Bubur apa bu? " Balas ara


"Bubur ayam, adekmu sakit perutnya.. " Kata ibunya


"Iya bu" Jawab ara


"Iya sama-sama" Ara pun memutuskan sambungan telepon nya.


Tiba-tiba..


Ada yang memegang lengan ara, dengan genggaman tangan seperti laki-laki.


Ara menoleh dan terkejut


"Mas okin.. " Ucapnya membuat kia dan ipey pun ikut menengok


"Nih, lumayan anget" Kata okin sambil menyodorkan segelas kopi hangat untuk ara


'Sejak kapan ara doyan kopi? ' Itulah pertanyaan yang terbersit dari pandangan mata antara kia dan ipey

__ADS_1


"M.. M.. Makasih mas " Ucap ara terbata melihat apa yang dilakukan okin ternyata tidak sesuai ekspektasi nya selama ini


"Santai aja, kamu sekarang apa kabar? " Tanya okin sambil menyodorkan dua gelas kopi lain untuk kia dan ipey


"Makasih mas okin" Ucap ipey dan kia bareng


"Baik mas, mas sendiri? " Tanya ara balik


"Baik.. " Sambil menyeruput kopinya


"Mas, maaf ya.. ' Belum sempat ara menyelesaikan pembicaraannya okin langsung menutup mulutnya dengan jari telunjuk membuat ipey yang juga sedang menyeruput kopinya tersedak.


" E.. Ehh" Celetuk kia saat melihat okin seperti itu


" Sutt, kamu udah denger tentang aku kan.. Kalau kamu jadi kayak gini bukan salah kamu juga kok.. " Kata okin


"Tapi aku ga bermaksud buat musuhin mas okin" Kata ara lagi


"Kalaupun kamu ga dibolehin buat main lagi sama aku, ya seenggaknya kita boleh tetap temenan kan? " Tanya okin


"Iya mas, maaf ya kemarin aku langsung cepet ngambil kesimpulan deh kayaknya.. " Jawab ara


"Gapapa, bukan salah aku atau kamu mungkin semesta mempertemukan kita terlalu cepat. Ya, saat aku masih jadi orang jahat" Ucapnya


"Semoga mas ga dendam atau marah lagi ya sama aku.. " Ucap ara sambil memegang tangan okin


"Ra.. Ra" Kia mengingatkan bercanda


"Elah, ki.. Santai dia mah tetep acel in my heart cenah mah" Canda ipey


"Oh iya, lama lu teh.. " Tambah kia

__ADS_1


"Pada kenapa sih ah, maapin mereka ya mas hehe" Ucap ara


__ADS_2