
"Hah? gimana, terus lanjutannya gimana tuh?"
Tanya arista makin penasaran
"Jadi ceritanya tuh gini...
Flashback on
"Bu, anak kita tuh ga jauh beda lho umur nya.." Ucap bu Adesty kepada bu Ningsih
"Iya bu, eh kalo ga salah ibu pernah bilang ulang tahunnya ronald beda sehari ya sama ara.." Ucap bu Ningsih
"Iya, ara kan tanggal 3 kalo ronald tanggal 4.."
Jelas bu Adesty
"oh iyaa ya.. bu" sahut bu Ningsih
"Lucu ih ngeliat mereka main bareng terus, kalo anak kita jodoh lucu banget ya bu.. " Ucap bu Adesty
"Iya bu, lucu banget kayanya" sahut bu Ningsih
"Iya kan kita juga jadi besan, jadi keluarga lucu banget. Apalagi kita jadi gampang mau main kemana-mana" Ucap bu Adesty
"Ah si ibu bisa aja, masih pada kecil bu hahaha" kata bu Ningsih
"Hahaha iya juga ya bu.., eh bentar bu..
Kata bu Adesty
" Ronald sini makan dulu jangan lari-lari terus, bawa adeknya kesini.. "
Perintah bu Adesty ke Ronald
"Iya mah.. " jawab ronald
__ADS_1
Akhirnya ronald dan anak bu Ningsih itu di suapin lah sama bu Adesty.
"Ronald tuh emang agak susah makan bu" ucap bu Adesty
"Oh gitu bu, sama anak saya juga nih makannya agak milih-milih terus makannya dikit lagi.. " imbuh bu Ningsih
"Dah lah cocok nih anak kita, sama sama susah makan lagi.. " tambah bu adesty
"Tapi kalo anak saya ngemilnya kuat bu, jajan gitu.. " jelas bu Ningsih
"Ya ampun bu, samaa ajaa.. " tambah bu adesty
"Tuh pacar kamu tuh, persis banget sama kamu.. ulang tahunnya juga sama loh dek.. " ucap bu adesty ke ronald, sambil menunjuk ke anaknya bu Ningsih
"Adeknya cantik mah.. " sahut ronald
"Ih anak mamah udah mulai genit yaa.. " goda bu adesty ke ronald
Akhirnya mereka semua yang ada di tempat itu tertawa bersama, melihat kepolosan bocah itu.
Hingga suatu hari saat bu adesty sekeluarga pindah, mengikuti suami pindah tugas mereka tidak pernah bertemu tapi tetap saling berkomunikasi.
Flashback off
*Tapi hari demi hari berlalu,
Tahun demi tahun berganti.
Semua akan beranjak dewasa dan bertumbuh pada waktunya.
Tapi tidak ada yang tahu takdir,
apakah 'guyonan' receh itu adalah akan mengembalikan semuanya kepada kenyataan*.
"gitu sih secara garis besar, ceritanya.
__ADS_1
aku juga ga terlalu ingat soalnya waktu itu umur aku baru 7 atau 8 tahunan ta.. " jelas ronald ke arista
"Sekarang gimana? ada kelanjutannya gak? " tanya arista
"Hahaha, aku aja udah lupa gimana wajahnya anak bu Ningsih" sahut ronald
"Kalau namanya? " tanya arista
"Apalagi itu, waktu itu aja dia masih kecil banget ta.. " sahut ronald
"Terus kalo jadi dijodohin gimana? "
Tanya arista kembali
"Ya.. ga, gatau maksudnya haha.. " jawab ronald
"hmm.. " balas arista
"Tadi, kamu beli obat apa? sakitnya gimana? " tanya ronald mengalihkan pembicaraan
"Cuma kecapean aja sih.. " jawab arista
"Yaudah nanti kalau kambuh lagi, besok ijin cuti dulu aja.. " ronald memberi saran
"Engga gapapa, ga terlalu sakit yang berat.. "
jawab arista
"Ya udah lah, sekarang berarti langsung ke kantor aja ya? " ucap ronald
"Iya, ini juga sebenarnya udah lewat setengah jam nal.. " ucap arista
"gapapa kan keluarnya sama aku.. " Kata ronald
akhirnya tidak lama kemudian mereka tiba di kantor, dan langsung melanjutkan aktivitas mereka kembali.
__ADS_1