
Setibanya disana, ara , kia dan ipey nggak nyangka bakal dibayarin tiket masuknya termasuk dibelikan fast track mereka bertiga hanya bengong dan terdiam.
"Mas padahal gausah repot gitu, kita jadi gaenak deh " Ucap ara ke okin
"Ihh gapapa, ga seberapa kok ini.. " Sahut okin
"Mas saya juga gaenak banget, saya ganti ya.. " Tawar ipey
"Udah santai aja, kalau ditolak saya marah nanti.. " Ucap okin tanpa terbantah
"Yaudah deh makasih ya mas, kapan kapan nanti saya gantian traktir gimana? " Kata kia
"Boleh banget dong, yaudah yuk.. Oh iya nih pake gelangnya.. " Kata okin sambil memberikan mereka bertiga gelang satu satu
"Makasih ya mas, kamu baik banget deh.. " Ucap ara hangat
"Iya sama sama, gausah malu lagi ya sama aku.. " Sahut okin sambil mengelus kepala ara
"Makasih ya mas okin.. " Ucap kia dan ipey barengan
"Iya sama sama kia, ipey.. " Jawab okin
"Inget yang lagi berjuang di surabaya.. " Bisik kia tengil
"Shuutt ahh.. " Kata ara sambil melotot
Sampai disini ara kia dan ipey masih tidak sadar oleh instastory yang dibuat oleh kia, mereka asik dengan permainan di dufan.
Ternyata diam diam okin membuat story wajah ara yang lagi bengong, ia membuat boomerang saat ara lengah dan melihat ke arah lain.
Tentu saja ipey dan kia yang mengetahui hal itu mereka hanya senggol senggolan sambil tersenyum kecil.
Setelah main banyak wahana seperti biang lala, kora-kora, istana boneka, hysteria, niagara-gara, ice age, alap-alap dll mereka memutuskan untuk makan siang saat itu waktu menunjukkan pukul 13.20
"Laper nih woy, makan kuy emak gua tadi masakin bekel gitu buat kita semua.. " Ipey memberi tahu semua
"Oh iya yuk yuk ah.. " Kata kia
__ADS_1
"Wah pas banget dah, mau dong.. " Ucap okin tanpa canggung lagi
"Boleh mas, yuk ra ih jangan diem aja.. " Ajak ipey
"Iya iya, yuk makan.. " Kata ara
Mereka pun duduk dan langsung melahap bekal yang dibawakan oleh ibunya ipey.
Mereka makan sambil beberapa kali becanda
"Benernya gua tadi pen maap nih, ee pas naek biang lala.. " Ucap kia yang spontan ditertawakan oleh ara ipey dan okin bahkan tanpa ada rasa jijik dan ilfil
"Oh iya ya, lu kan phobia ketinggian ya? Iya bukan sih" Tanya ara
"Bukan maen, takut banget.. " Jawab kia
"Gua nggak phobia tapi agak takut aja juga sih.. " Ucap ara
"Ya tapi kalau udah ada mas okin mah kan tenang.. " Goda ipey yang langsung saja seperti gayung bersambut oleh kia
Mendengar percakapan antara kia dan ipey sontak saja membuat okin agak sedikit kaget dan tersedak
Dan dengan sigap ara langsung memberikan air, sambil mengelus elus punggung okin yang masih agak batuk batuk
"Sejak kapan ara jadi bucin gini ya Allah?? " Tanya kia kaget melihat perlakuan ara yang berbeda ke okin
"Manggilnya aja udah mas.. " Tambah ipey
"Kayaknya kalau ga lagi sama kita manggilnya saya deh.. " Tambah kia
Ara dan okin yang mendengar itu mereka tidak membantah dan hanya tersenyum saja.. Alhasil karena tidak ada kejelasan dari mereka kia dan ipey pun terus menerus nyomblangin mereka.
Saat itu tiba-tiba saja handphone ara berdering
Kring..
Kring..
__ADS_1
'Hah??! Si acel nelpon lagi' ucap ara dalam hati
"Eh bentar ya, gua permisi angkat telepon dulu.. " Izin ara pada kia ipey dan okin
"Iya iya silahkan aja" Jawab kia dan okin serentak, sedangkan ipey hanya menganggukan kepala karena mulut sedang penuh
๐
"Iya cel ada apa? " Tanya ara langsung
"Jangan lupa makan, whatsapp kok off sih?" Kata acel
"Bukan off, aku daritadi sengaja ga main hp karena baterai nya low.. " Jelas ara
"Udah makan kan tapi? " Tanya acel memastikan lagi
"Iya acel ini lagi makan.. " Jawab ara
"Owh yaudah, mau nanya itu aja sih.. " Kata acel
"Hahaha, ada ada aja.. " Ucap ara
"Bukan gitu, tadi aku tidur siang terus mimpiin kamu.. " Jelas acel
"Mimpi? Mimpiin gimana? Itu pasti karena kamu kangen aku kan? " Ucap ara sambil tertawa renyah, lalu sesekali melihat ke arah Okin, kia dan ipey yang sedang makan
"Aku mimpi kayaknya kamu lagi main gitu tapi sama cowo lain pas aku datengin kamu malah kayak kacangin aku gitu.. " Jelas acel
Ara yang mendengar perkataan acel langsung merasa bersalah dan ia ingin menangis karena sudah ingkar janji ke acel dan berbohong, akhirnya ia berjalan mencari toilet karena takut ketahuan teman temannya kalau ia sedang menangis
"Tenang aja itu kan cuma mimpi cel.. " Ucap ara menenangkan
"Yaa tandanya aku gamau kehilangan kamu.." Kata acel
"Yaudah lanjut nanti lagi yaa.. " Tutup ara
"Iya yaudah, Hati-hati ya bye.. " Balas acel
__ADS_1