Jodoh Yang Dijodohkan

Jodoh Yang Dijodohkan
Save nomor Ronald


__ADS_3

'Kenapa mas okin sejahat itu ya? ' Tanya ara bingung dan ketakutan


Tiba-tiba, handphone nya bergetar


Whatsapp 📩


+628 12** : Hai


Kamu pasti ara ya?


Gausah takut, ini aku Ronald yang


kemarin ketemu di atm itu


'Hah? Dapat darimana dia nomor aku? ' gumam ara heran


Ara : Oh iya pak, ada apa ya?


+628 12** : Jangan panggil pak, saya gak


setua itu kok


Btw, kamu udah lulus sekolah


kan?


Ara : Iya betul, mas


+628 12** : Ibu kamu udah nitipin kamu ke


saya, jadi nanti selesai wisuda


sekolah kamu datang aja ke saya


Ara : Iya makasih mas Ronald


+628 12** : Sama-sama

__ADS_1


'Ibu sampai segitunya bantuin aku, makasih ya bu' gumam ara


Setelah main hp sebentar ia keluar kamar untuk nonton tv


"Oh iya bu, dari kemarin aku kayaknya ga liat bapak deh.. Kemana dia? " Tanya ara penasaran


"Bapak sekarang kerja jadi supir ra.. " Jawab ibunya


"Supir? Owh supir apaan? " Tambah ara


"Supir pribadi ra, sekarang dia lagi ikut atasannya pergi ke luar kota.. " Jelas ibunya


"Ohh, kemana emang? " Tanya ara lagi


"Kalau ga salah ke Jogja apa ya.. " Jawab ibunya


"Ohh gitu ya, berapa lama? " Tanya ara penasaran lagi


"Paling seminggu, tapi pulangnya tuh sebulan sekali jadi nanti habis pulang dari luar kota dia nginep di rumah bos nya.. " Jelas ibunya agar ara gak makin banyak nanya lagi


"Oh iya bu aku mau cerita.. " Ucap ara


"Sotau ihh.. " Bantah ara


"Apa ra? " Sahut ibunya


"Ituloh bu, mas Ronald tadi whatsapp aku.. " Kata ara


"Iya sebenarnya ibu yang kasih nomor mu kemarin.. " Jawab ibunya


"Hah? Ngapain emang? Buat apaan? " Tanya ara beruntun penasaran


"Ya soalnya ibu mau nitipin kamu kerja di tempat dia.. " Jelas ibunya


"Kayaknya masih lama bu, aku minggu depan aja baru perpisahan hahaha.. " Kata ara


"Iyaa, kan jadi kamu ga perlu jauh jauh kemana buat nyari kerja.. " Ibunya memberi tahu

__ADS_1


"Iya sih bu, makasih ya udah bantuin aku.. " Kata ara


"Iyaa, kalau sama Ronald ibu dukung kamu.. " Ucap ibunya tiba-tiba


"Dukung apaan? " Tanya ara bingung dengan ucapan ibunya yang baginya ambigu


"Ya maksudnya ibu tuh ngedukung mbak kerja sama dia lah.. " Jawab christy yang tiba-tiba nyamber


"Masa pinteran adeknya sih? Gitu aja gatau.. "


Sindir ibunya


"Ohh, dikira aku apaan gitu.. " Ucap ara sambil garuk garuk kepala plus senyum senyum


"Tapi mas Ronald mas Ronald itu ganteng mbak? " Tanya christy mengoda


"Apaansi malah jadi ngomongin ronald terus.." Kesal ara


"Cakep lah banget malah kata ibu, kalau kamu mau ya.. " Belum sempat ibunya mengakhiri pembicaraan langsung saja dipotong oleh ara


"Mau apa bu? Aku mah kerja, profesional.. " Ucap ara yang malah ditertawai oleh ibu dan adiknya


"Ya gapapa, kamu kan udah gede ini.. " Tambah ibunya menggoda


"Kata bang ricko aku kerja dulu cinta mah nanti nyusul.. Wlee" Ucap ara sambil ujung ujungnya menjulurkan lidah


"Ka acel sih fix ini mah.. " Tiba-tiba ucap christy


"Udah dek, udah kasian kakakmu itu nanti nangis lagi.. " Usil ibunya


"Gatau ah.. " Ucap ara lalu masuk lagi ke kamar


"Tuh kan mulai ngambek.. " Tambah christy


Didalam kamar ara membuka handphone lagi, lalu melihat riwayat chat nya dengan Ronald.


'Ihh aku lupa muka mas Ronald itu gimana sih? Apa aku save aja nomornya biar bisa liat profil picture nya? ' Gumam ara sambil tersenyum

__ADS_1


Akhirnya ia mengambil langkah untuk menyimpan nomor whatsapp Ronald, dan keluar lah pp nya.


"Hah?? Ganteng abis ihh.. Tau gitu pas kemarin di atm gua ga jutek.." Ucap ara ke dirinya sendiri


__ADS_2