
"Nomor handphonenya ga aktif, dia kenapa sih? " Acel mendengus kesal
π
'Nomor yang anda tuju sedang berada di luar jangkauan'
Whatsapp π©
Acel : Ra, kamu dimana?
Kamu kenapa sih?
Pulang kok ga bilang?
Angkat telpon dong.
Acel kebingungan, tapi dia akhirnya menyadari sesuatu.
'Pasti balik ke rumah deh dia.. ' Gumam acel
Akhirnya acel pun bergegas menuju rumah ara, setibanya disana ia langsung menghampiri ibunya ara yang kebetulan sedang bersih-bersih di teras.
"Eh nak acel, kok balik lagi? " Tanya ibunya ara
"Iya tan, ara udah pulang bukan? " Ucap acel
"Belum lah, kan tadi berangkat nya bareng kamu kok kamu malah nanya tante lagi.. " Balas ibunya ara
"Dia tadi tiba-tiba pergi tan pas aku beres acara tadi.. " Kata acel
"Kok bisa, kenapa kamu berantem? " Tanya ibunya ara
"Engga tan, yaudah deh tan aku pergi cari ke tempat lain aja ya.. " Ucap acel
"Yaudah sana hati-hati, harus sampe ketemu ya cel.. " Pinta ibunya ara
"Iya tante, aku permisi ya" Pamit acel
"Iyaa.. " Sahut ibunya ara
Acel pun pergi lagi untuk mencari ara ke tempat lain.
Bahkan ia pun menghubungi teman temannya ara, kia dan ipey mencari tahu keberadaan ara.
π
"Halo cel, kenapa? " Ucap ipey saat mengangkat telepon dari acel
"Pey, ara sama lu nggak? " Tanya acel
"Engga, kenapa emang? " Balas ipey bertanya
"Tadi dia temenin gua perpisahan, tapi habis itu dia tiba-tiba pergi.. " Jelas acel
"Lah kok bisa.. " Tanya ipey penasaran
"Makanya gua juga bingung gimana nih, kira kira kalau lagi gini dia kemana ya pey? " Tanya acel balik
"Aduh kurang tau gua cel, kia deh dia lebih sering main berdua tuh.. " Jawab ipey
"Oke deh, thankyou ya.. " Ucap acel
"Eh bentar lu lagi disini? " Tanya ipey
"Iya hehehe.. " Jawab acel
"Oke" Tutup ipey yang langsung mematikan sambungan telepon nya.
Acel pun mencoba menghubungi kia, tapi hasilnya nihil. Nomor telepon kia tidak dapat dihubungi, Whatsapp nya pun tidak aktif.
Di angkringan
__ADS_1
Ara, bela dan dirga masih berbincang-bincang. Lalu ara melihat seseorang yang dikenali nya.
'Ih itu kan mas arga sama kia, eh udah ah jangan dipanggil dulu kayaknya mereka lagi bucin deh' Gumam ara
"Ra kayaknya, aku mau balik ke kantor deh.. " Ucap bela
"Iya ra, jam istirahat nya udhah mau habis deh.. " Tambah dirga
"Iya mbak, mas silahkan aja. Aku jadi lupa waktu abisnya keasyikan ngobrol sama mba bela sama mas arga.. " Sahut ara
"Gapapa santai aja, kapan kapan kita kan bisa nongkrong bareng.. " Balas dirga
"Iya yuk, kapan kapan kamu bisa kan nongkrong bareng kita? " Tanya bela
"Boleh aja mba.. " Jawab ara
"Eh sabtu nanti nongkrong yuk.. " Ajak bela
"Sabtu? Sabtu kapan mbak? " Tanya ara
"Besok ini, bisa ngga? " Tanya ara
"Hari sabtu aku ada perpisahan di sekolah mbak.. " Jawab ara
"Oh gitu, kamu baru mau perpisahan" Kata dirga
"Iya mas.. " Jawab ara
"Yuk bel.. " Ajak dirga ke bela untuk kembali ke kantor
"Oh iya, ra kamu aku tinggal gapapa? " Tanya bela
"Iya mbak gapapa, silahkan aja.. " Jawab ara
"Pak.. " Panggil dirga ke penjual itu untuk membayar makanan yang mereka pesan
"Jadi 45 mas.. " Ucap bapak penjual itu
"Bel tadi aku nitip dompet ga ke kamu? "
"Ih engga juga, aku juga ga bawa uang lagi. soalnya kan tadi kamu bilang mau bayarin.. " Jawab bela
"Sumpah ketinggalan.. " Ucap Dirga
"Udah gapapa sama aku aja" Kata ara yang langsung memberikan uang ke bapak penjual itu
"Ih ra, maaf ya ngerepotin" Ucap bela
"Ra, sorry ya.. Sumpah lupa naruh kayaknya" Tambah dirga
"Gapapa mbak, mas. Kita kan udah temenan sekarang.. " Balas ara
"Maaf ya, nanti aku gantiin deh" Ucap dirga
"Gausah mas, ih gapapa.. " Balas ara
"Maaf ya ra, si dirga emang ada ada aja.. " Kata bela
"Gapapa, gausah dipikirin. Mbak sama mas kan mau balik ke kantor kan? " Tanya ara
"Oke deh ra, makasih ya.. " Jawab dirga
"Makasih ya ra sekali lagi, yaudah aku balik gapapa kan? " Ucap bela
"Gapapa mbak.. " Balas ara
Akhirnya bela dan dirga pun kembali ke kantor lagi.
Saat ara akan pulang, Tiba-tiba saja ada yang memanggilnya.
Betul saja saat ara menengok ke arah suara yang memanggilnya adalah kia dan mas arga.
__ADS_1
"Ra.. " Teriak kia
"Eh kia, mas arga.. " Sapa bela
"Ra, apa kabar? " Tanya arga
"Baik mas.. " Jawab ara
"Sama siapa kamu? " Tanya arga lagi
"Sendiri mas" Jawabnya
"Kok lu pake kebaya sih? " Tanya kia
"Eh ra duduk dulu.. " Tawar arga
"Iya mas arga makasih" Ara pun duduk berhadapan dengan kia
"Tadi gua nemenin acel perpisahan ki, tapi gua tiba-tiba sebel aja. Terus gua pergi lah.. " Jawab ara atas pertanyaan kia tadi
"Hah? Berarti acel disini? " Tanya kia
"Iya, sebel gua dia digenitin sama cewe malah diem aja sebel gua.. " Jelas ara
"Cemburu itu.. " Jawab kia dan arga barengan
Ara mendengar itu hanya berdeham sambil tersenyum dan melihat ke arah lain.
"Lu udah jadian sama acel? " Tanya kia mengalihkan perhatian ara
"Belum sih, kata dia tunggu dia jadi polisi dulu.. " Jawab ara
"Yakin kamu bisa? " Tanya arga seperti mengejek
"Maksudnya gimana mas? " Tanya ara ganti
"Gimana ya, engga sih maksudnya aku ngerti aja.. " Ucap arga
"Jangan jangan mas juga dulu gitu ya? " Ucap kia tiba-tiba
"Apasih gua nggak ngerti kalian berdua.. " Kata ara
"Kayaknya emang semua begitu ya? " Tanya kia ke arga
"Ih engga kia, maksudnya aku mending ara sama yang lain kalau acel belum pasti.. " Jawab arga
"Mas kenal acel? " Tanya ara yang tambah membuat mereka bingung
"Ih engga ra, maksudnya tuh kayaknya mas arga tuh biasanya orang yang kayak acel tuh ga pernah serius.. " Jelas kia
"Iya, tadi kan kia nyebut nama acel kan? " Kata arga
"Oh iya iya gua ngerti, eh gua kalau nyamukin lu berdua boleh ga? " Tanya ara
"Bolehlah ra, gapapa kan mas dia lagi galau kasian" Rayu kia agar ara bersama mereka
"Boleh dong.. Kamu udah makan ra? " Jawab dirga sekaligus bertanya ke ara
"Udah mas barusan sama temen aku.. " Jawab ara
"Oh iya tadi lu sama siapa ra? " Tanya kia
"Temen baru gua itu.. " Jawab ara
dst..
Benar saja ara pun hanya nyamuk diantara kia dan arga, ia hanya menemani mereka makan sambil main handphone.
Saat itu ara tau, bahwa acel menelponnya sedari tadi tapi ia tidak mempedulikan nya.
Mungkin karena baru bertemu sekian lama, yang ada hanya rasa rindu membuat ara menjadi egois.
__ADS_1
Ia menjadi cemburu hanya karena hal kecil, padahal seharusnya wajar saja jika teman sekelas saling bercanda atau bisa saja itu memang betulan..