
Paginya, saat ara bangun ia merasa rumahnya sepi sekali..
Beda dari biasanya, akhirnya untuk menjawab rasa penasarannya ia pun mencoba mencari tahu dengan ke kamar ibunya.
"Bu.. " Panggil ara sambil membuka pintu, ternyata tidak ada orang.
Kamarnya pun sudah rapih, semalam ibunya tidur dengan adiknya yang perutnya sakit karena dikamarnya ara ada kia dan ipey.
"Pey, lu udah bangun dari pagi kan? " Tanya ara saat kembali ke kamar
"Iya ra, ngapa dah? " Tanya ipey balik
"Nyokap gua kemana ya?.. " Ara bertanya-tanya sendiri
"Nah itu, tadi pagi nyokap lu pergi sama adek lu tapi ga sempat pamit. Nah, gua dititipin pesen noh ada di atas kulkas lu.. " Jelas ipey
"Pergi.. " Kata ara sambil bergegas mengambil titipan ibunya itu diatas kulkas
Ia pun menemukan sebuah surat yang ditulis tangan oleh ibunya, yang isinya
'*Ra, maaf ibu ga sempat pamit..
Ibu juga dapet kabar ini dadakan banget.
Maaf ya, ibu harus ke Solo buat beberapa hari karena kakaknya mbah kamu meninggal..
Maaf ya, ibu juga jadi gabisa ikut perpisahan kamu..
Kamu gausah khawatir soal makan, ibu udah nitipin makan kamu sama temen-temen kamu ke teh yati..
__ADS_1
Itu aja pesan ibu, jaga diri kalau mau keluar kamu telpon ibu dulu.
Oh iya, hanif juga ga ikut karena lagi ukk.
Mamah hanif udah nyuruh dia buat nginep di rumah kok, biar ada yang jaga kamu*.
ibu'.
Ara membaca surat itu hingga selesai, ia sedikit kaget dan agak kecewa.
Kejadian saat smp pun terulang lagi, tak aa satupun anggota keluarganya yang datang ke acara perpisahannya.
Flashback on
...
"Udah kamu berdoa aja ya buat abang kamu, ibu sama bapak mau nyusul kesana.. " Ucap ibunya menenangkan sambil memegang bahu ara memberi pengertian
"Ibu mau kesana? Aku ikut.. " Rengek ara
"Gabisa ra, kamu nginep di rumah hanif aja ya sama christy.. " Suruh ibunya
"Kenapa bu? Aku juga kan pengen liat bang ricko.. " Ara memohon
"Kamu kan mau perpisahan, lagian kalau kamu ikut ibu juga harus ajak adek kamu juga.. Ibu mana ada uang sebanyak itu buat beli tiket ra.. " Jelas ibunya sambil membereskan barang yang akan dibawanya
Ara hanya menahan tangis, ia pun pergi ke kamarnya lalu mengunci pintu dan menyelimuti dirinya dari ujung kepala hingga ujung kaki.
Begitu lah pengalaman itu.
__ADS_1
3 Tahun lalu ricko mengalami kecelakaan di tempatnya bekerja, karena di daerah itu tak ada satupun keluarga itulah yang membuat ayah dan ibunya menyusul kesana.
Untungnya ricko masih bisa terselamatkan, karena lukanya pun tidak begitu parah hanya sedikit lecet di lengan dan keseleo kakinya.
Flashback off
"Yaudah lah gapapa.. " Ucap ara pada dirinya sendiri lalu melipat kembali surat itu
"Gimana ra? " Tanya ipey keluar kamar
"Nyokap gua berangkat ke Solo, gimane dong? " Kata ara
"Berarti kita bertiga perpisahan kagak ada wali dong? " Tanya ipey
"Yah gitu dah.. " Jawab ara sambil menuju meja makan
"Eh eh, ra nyokap lu ada acara apa emang? " Tanya ipey
"Kakaknya mbah gua meninggal, ya mbah gua juga sih jadinya.. " Jelas ara
"Inalilahi, turut berduka ya gua.. " Ucap ipey
"Makasih pey, sarapan gak? " Tawar ara yang sedang mengoles selai di roti
"Mau dong, gua pengen kopi gapapa ya.. " Ucap ipey
"Bikin sendiri ya.. " Suruh ara
"Oke.. " Jawab ipey, ia pun ke dapur untuk membuat kopinya
__ADS_1