
Setelah beres mandi dan membantu ibunya mengerjakan beberapa pekerjaan rumah tangga, ara teringat kata kata acel yang mengatakan bahwa bang ricko abang nya ara juga sepertinya mengetahui sisi gelap okin.
Saat ia membuka handphone, ia melihat bahwa ada 2 panggilan tak terjawab dari kia dan 2 lainnya dari ipey. Ara mencoba tak memperdulikan mereka untuk sementara waktu karena ada hal yang harus ia selidiki lebih dalam.
Whatsapp π©
Ara : Acel
P
Acel kamu masih marah ya?
Setelah menunggu kurang lebih 5 menit ia menyadari sesuatu bahwasanya whatsapp ara sudah di block oleh acel.
Ara terdiam sejenak, ia memandangi langit langit kamar dan matanya mulai berkaca kaca.
Ia mulai mengingat kenangan yang manis saat acel masih ada di kota ini.
Apakah ini akhirnya?
Berarti sama dong acel juga tidak menepati janjinya.
Sekarang ia menghilang, itu artinya dia tidak akan pernah lagi datang ke kehidupan ku apalagi untuk menjemput ku.
Hmm,π
Dasar laki-laki selalu saja salah,
salah mengambil sikap, salah mengambil keputusan, salah mengambil langkah
'Dahlah gua tanya aja yang sebenarnya ke bang ricko, kenapa gua harus galauin acel? ' Gumam ara mencoba tegar
__ADS_1
Saat ia mencoba mengecek, whatsapp kakaknya disaat yang kebetulan kakaknya menelpon dirinya
π
"Halo bang? Bang ricko apa kabar?? " Ucap ara membuka obrolan
"Baik ra, kamu sendiri gimana? " Tanya kakanya balik
"Baik bang, abang ga kangen pulang? " Tanya ara
"Kangen lah, masa engga.. " Jawab abangnya
"Kamar abang sekarang yang tempatin ibu, tapi kadang-kadang itu juga. Kata ibu kalau lagi inget dan kangen sama abang tidur situ" Jelas ara
"Iya gapapa.. " Sahut abangnya
"Hmm gitu deh.. " Balas ara
"Oh iya aku dapet info dari ibu kamu main sama okin.. Kamu kenal dia darimana? Kenapa kemarin bisa sampe main bareng?
"Iya bang aku jelasin satu satu dulu ya.
Jadi aku pertama ketemu di polres pas anter temenku bikin skck dan sim, dia nyapa aku duluan terus aku inget kalau dia tuh kan temen kamu..
Kemarin niatnya aku mau main bareng temenku terus dia ikut.. '
Penjelasan ara
'O iya satu lagi maksud pertanyaan abang kamu gatau dia siapa itu gimana? " Sambung ara
"Jujur setelah kejadian itu aku udah langsung ga pernah kontak-an sama dia lagi..
__ADS_1
Kamu mau tau kan, nah jadi alasan pertama biar kamu ga deket sama dia adalah karena dia itu suami orang.
Kedua pekerjaan dia itu cuma formalitas, aslinya dia hidup dari pekerjaan sebagai mafia yang diwariskan dari orang tuanya.
Emang kamu ga pernah kepikiran dia kerjanya biasa aja tapi, punya apa-apa bukannya ngeremehin juga maksudnya.
Pokoknya kalau kamu sering deket sama dia bahaya deh, takutnya ada musuhnya yang pengen bales dendam misalnya ke dia tapi gak kesampean terus nanti mereka ngarah ke kamu.. " Jelas ricko
Ara hanya terdiam sesaat sambil meresapi kata kata yang dikeluarkan dari mulut abangnya itu
"Ini gak ngada ngada kan bang ceritanya? Apa karena abang punya dendam tersendiri ke okin? " Tanya ara ingin tahu lebih detail
"Bener lah, keliatannya aja dia kalem dia suka main perempuan. Dulu mantanku Helena kan direbut sama dia makanya sampe sekarang jujur kalo inget itu aku masih sakit hati.. " Tambah ricko
"Serius masa? Kejam dong dia? " Ara ketakutan sendiri
"Banget, dia licik apa yang dia mau harus didapati. Jangan sampe kamu jatuh hati sama dia titik! " Tegas ricko
"Iya bang maaf sekarang aku udah ngerti, aku janji gabakalan main atau deket lagi sama dia.. " Ucap ara
"Nah gitu baru adek aku, jangan nakal ya dengar nasihat orang tua.. " Ricko berpesan pada adiknya
"Iyaa bang.. " Jawab ara
"Kerja du baru cinta cinta an, kalau kamu udah sukses kamu gabakal lagi ngejar tapi bakal dikejar.. oke? " Tambah ricko
"Iyaa abang ku sayang, cepet pulang bawa bini hahaha... " Goda ara ke abangnya
"Iya siap siap aja nanti, jangan kaget ya.."
balas abangnya
__ADS_1
"Yaudah deh gitu aja ya bang, bye sampai nanti.. " Pamit ara
"Iya ra daa, jaga diri.. " Tutup abangnya