Jodoh Yang Dijodohkan

Jodoh Yang Dijodohkan
Genit


__ADS_3

"Bu, ara berangkat ya.. " Pamit ara


"Iya ra, Hati-hati ya" Sahut ibunya


"Tante, aku sama ara berangkat ya.. * Pamit acel juga


" Iya nak acel hati-hati ya.. " Sahut ibunya ara


Akhirnya mereka pun berangkat, dijalan mereka hanya saling diam.


Tiba-tiba ara memecahkan keheningan itu dengan menggoda acel


"Aku cantik ga? " Tanyanya


"Cantik" Jawab acel singkat


"Cantik apa? " Tambah ara


"Cantik doang" Sahut acel


"Ihh, males deh.. " Kesal ara


"Eh engga cantik banget kok, aku sayang.. " Jawab acel sambil mengelus tangan ara yang ada di pinggangnya


"Ih malah gombal" Ucap ara malu malu


"Beneran ini.. " Kata acel


"Bikin sg dulu ya.. " Ucap ara sambil mengeluarkan handphone dan mulai narsis di kamera


"Ra, ih hati-hati hp nya jatoh.. " Acel memperingatkan


"Engga foto doang kok sekali.. " Sahut ara


"Nanti aja disana.. " Kata acel, lalu ara mengiyakan dengan memasukkan handphonenya kembali ke tas.


Setibanya di tempat perpisahan sekolah acel, mereka masuk dengan bergandengan tangan.


Jelas semua mata memandang ke arah mereka saat mereka berjalan di tengah-tengah karpet merah itu.


Tetapi mata ara menangkap seseorang yang tidak asing ada diantara barisan tamu undangan yang sedang duduk.


'Hah? Hanif ngapain disitu? ' Tanya ara dalam hati


Ia pun coba melambaikan tangan untuk memastikan apakah benar itu sepupunya atau bukan.


Benar saja saat ia melambaikan tangannya, saat itu juga laki-laki yang bernama Hanif itu memanggil namanya.


"Hei, ara.. " Ucap hanif


"Hanif, kamu kok disini? Ngapain? " Tanya ara


Sambil berjalan menghampiri hanif.


"Kamu sendiri? " Sahut hanif


"Aku nemenin si acel, soalnya orang tuanya ga bisa dateng.. " Jelas ara


"Kalau gua mau ngasih surprise ke Dila.. " Sahut hanif


"Dila? Siapa? Pacar kamu?" Tanya ara


"Iya, acel juga pacar kamu kan?" Tanya hanif


"Engga." Jawab ara


"Terus ngapain ditemenin? " Tanya hanif

__ADS_1


"Ihh, udah dibilangin orang tuanya dia gabisa dateng.. " Ucap ara sambil menggerutu


"Yaelah gitu aja ngambek, udah lu duduk deket gua aja sini.. " Ajak hanif


"Iya" Jawab ara singkat


"Soalnya gua ga ada yang nemenin juga.. " Tambah hanif


"Iya gua juga kan ga terlalu kenal sama anak sekolah disini.. " Balas ara


"Eh iya, btw gua engga bawa bucket gitu gapapa kan ya? " Tanya hanif


Belum sempat ara menjawab, Tiba-tiba acel menghampiri mereka.


"Eh, nif.. " Ucap acel sambil mengulurkan tangan


"Bro, selamat ya.. " Sahut hanif sambil menyambut acel


"Yoi thank you, lu kok disini juga? " Tanya acel


"Ini bro, biasa" Jawab hanif sambil memajukan bibirnya ke arah Dila yang sedang berdiri


"Ohh hahaha, yaudah gua kesana lagi ya.. " Pamit acel


"Iya iya silakan.. " Ucap hanif


"Ra, kamu mau duduk sama hanif gapapa? " Tanya acel


"Iya gapapa.. " Jawab ara


"Kalau engga majuan dikit biar deket sama aku.. " Ajak acel


"Gausah lah, gapapa kok" Jawab ara


"Bener ya? " Acel memastikan


"Iyaa, yaudah kamu balik lagi sana.. " Suruh ara


"Bye.. " Balas ara sambil melambaikan tangannya


"Nif, tadi kamu bilang ga bawa bucket? " Tanya ara mengulangi pertanyaan hanif


"Iyaa, gimana ya? " Hanif kelihatan bingung


"Tau gitu, aku beliin sekalian tadi.. " Ucap ara


"Emang ini kamu beli dimana? " Tanya hanif


"Temennya si christy.. " Jawab ara


"Gua pinjem deh, nanti lu beli lagi.. " Minta hanif


"Gamau ah, kalau pinjam buat foto doang gapapa tapi kalau buat ngasih ke cewe lu jangan.. " Tolak ara keras tapi sambil tertawa


"Iya lah gua juga tau diri.. " Kata hanif


***


2 Jam berlalu


Acara pun berjalan sebagaimana mestinya, hingga tiba di akhir acara.


Sebelum semua murid di sekolah itu pulang, masing-masing kelas mengadakan foto bersama.


Giliran kelas acel yang foto bersama, ara ikut menemani acel ke kelasnya yang ternyata Dila pun satu kelas dengan acel.


"Dila yang itu ra.. " Ucap hanif sambil menunjuk ke arah perempuan yang memakai jilbab berwarna cokelat muda

__ADS_1


"Yang mana sih? " Tanya ara


"Itu loh yang ketiga dari kanan si acel.. " Jelas ara


"Ohh dila itu.. Dila Amira? " Ucap ara


"Iyaa ra, lu tau? " Tanya hanif


"Temen SD gua itu, temen tk juga malah.. " Jawab ara


Mereka pun hanya tertawa bersama.


Ara dan hanif hanya memandang dari luar jendela kelas saja, tapi mereka mulai menyadari sesuatu yang aneh di dalam kelas.


"Bu, kata tiara dia pengennya deket acel fotonya.. " Ucap salah satu siswi di jelas itu


"Yaudah atur aja lah gimana enaknya.. " Sahut bu guru wali kelas acel


"Ciee.. Cie.. " Sorak teman teman sekelas acel


"Apaansi tiara, engga ah" Kata acel sambil berusaha menghindari tangannya tiara yang memegang megang lengannya daritadi


"Ibu.. acel kasar tuh.. " Teriak perempuan bernama tiara itu


"Acel, cuma foto ini ayolah daripada lama.. " Ucap wali kelas acel keras


Akhirnya acel pun pasrah dan ia berdiri disamping tiara sambil dirangkul tangannya oleh perempuan itu


"Itu cewe genit banget si ke acel.. " Ara tiba-tiba kesal


"Hayolo, tahan ra tahan.. " Hanif mencoba menenangkan ara sambil bercanda


"Liat deh, pengen banget dia daritadi nge gandeng tangan si acel.. " Kata ara


"Atuh namanya juga temenan sih.. " Sahut hanif


"Udahlah gua males, gua mau balik.. " Kata ara sambil hendak melangkah pergi


"Ih ngapain ra, percuma dong daritadi nungguin si acel perpisahan.. " Hanif mencoba menahan ara, tapi ara mendorongnya dan melemparkan bunga ke lantai lalu berlari meninggalkan hanif


"Ra..


Ra.. " Teriak hanif mencoba menghentikan ara yang berlari tapi sudah terlambat


"Hanif.. " Panggil Dila


"Dil, acel mana? " Tanya hanif


"Kenapa nif? " Sahut acel yang tiba-tiba muncul


"Tuh, si ara balik. Ngambek dia ke lu, nih bucket nya dia.. " Ucap hanif sambil memberikan bucket yang di bawa ara tadi


"Lah kenapa?" Acel bingung


"Gatauu.. " Jawab hanif


"Susulin cel cewe lu, keburu tambah marah.. " Saran Dila


"Iya iya makasih ya, gua duluan.. " Acel berlalu


Tapi acel malah balik lagi dan berkata


"Eh bunganya bawa aja buat lu dah.. "


"Ih nanti lu dikira ga ngehargain dia cel.. " Kata Dila


"Udah gapapa, lu gabawa bucket kan nif? " Tanya acel

__ADS_1


"Kagak.. " Jawab hanif


"Dah nih, kasih aja ke cewe lu" Ucap acel lalu pergi meninggalkan hanif dan dila berdua


__ADS_2