Jodoh Yang Dijodohkan

Jodoh Yang Dijodohkan
Apotek


__ADS_3

Setelah pulang dari cafe itu, arista merasa tidak enak badan. Ia merasa agak pusing dan mual.


"Nal, kepala aku pusing banget mual lagi.. " Ucap arista ke ronald


"Terus mau gimana, beli obat aja apa mau aku langsung anter pulang? " Tawar ronald sambil tetap fokus ke kemudi


"Beli obat aja deh, gapapa kan? " Tanya arista


"Yaudah ayo, di depan kan ada apotek tuh.. " Sahut ronald


Tak berapa lama kemudian, tibalah mereka di apotek.


"Kamu gausah ikut turun ya, aku bentar aja kok.. " Ucap arista ke ronald


"Bener bisa sendiri? Jangan deh kalo kamu pingsan gimana? " Sahut ronald


"Lebay.. Ah, yaudah ayo kalo mau nemenin.. " Ajak arista


"Yuk, turun" Jawab ronald


Setelah memarkirkan mobilnya, mereka turun dan dari kejauhan seorang wanita memanggil nama ronald


"Ronald.. Nak ronald.. " Teriak wanita itu


"Eh nal tuh ada yang kamu deh kayaknya.. " Kata arista


"Manggil? mana?.. " Tanya Ronald


"Itu loh.. " Kata arista sambil menunjuk ke arah wanita yang sedang berjalan ke arah mereka


"Eh bu Ningsih..? Apa kabar bu? " Sapa ronald ramah


"Iya nak kamu masih ingat ibu. Baik nak " Ucap bu Ningsih

__ADS_1


"Ta, masuk duluan aja bentar.. " Kata ronald ke arista


"Iya nal, bu mari saya duluan ya.. " Ucap arista ke ronald dan bu Ningsih


"Iya mba silakan.. " Sahut bu Ningsih


Setelah itu arista langsung masuk ke apotek, kebetulan karena baru habis jam makan siang apotek itu sepi, jadi arista perlutidak antri.


"Ibu mau ke apotek juga? " Tanya ronald


"Iya nak, mau beli obat darah tinggi.. " Jawab bu Ningsih


"Oh gitu, yaudah bu bareng aja.. " Saran ronald


"Iya nak, oh iya nak ibu mau tanya boleh? " Ucap bu Ningsih


"Boleh bu, tanya aja.. " Ronald mempersilahkan


"Hmm, gini nak. Ibu punya anak baru lulus sekolah, dia laglagi cari kerjaan. Ibu boleh minta bantuan kamu ga? "


"Boleh bu bisa banget, ngomong ngomong anak ibu sma atau smk?" Tanya ronald


"Sma nak, cuma namanya baru lulus minggu lalu jadinya ya gitu ijazah sama dokumen lainnya itu belum keluar juga.. "


Kata bu Ningsih


"Bisa lah bu saya bantu. Anak ibu perempuan atau laki-laki? " Tanya ronald lagi


"Perempuan anak ibu.. " Jawab bu Ningsih


"Bisa lah bu, kalo engga saya minta nomor handphone ibu biar gampang ngehubungin ibu.. " Pinta ronald


"Bisa nak, ini.. " Jawab bu Ningsih sambil memberikan nomor hp nya

__ADS_1


Karena apotek yang tidak terlalu ramai, arista sudah keluar


"Udah ta? " Tanya ronald


"Udah nal. Kamu masih mau ngobrol? " Bisik arista


"Bentar ya.. " Kata ronald


"Itu temennya udah beres nak? Yaudah tante permisi masuk ya.. " Ucap bu Ningsih


"Iya tan, silakan.. yaudah kita permisi duluan ya tan. " Pamit ronald


"Iya nak, Hati-hati ya di jalan. Makasih ya nak ronald udah mau bantu" Ucap bu Ningsih


"Iya bu kami permisi ya" Kata arista


"Gapapa tan, tenang aja.. " jawab ronald


"Iya mba silahkan.." Sahut bu Ningsih


"Dah.. tan" kata ronald sambil melambaikan tangan


Akhirnya Ronald dan arista kembali ke kantor dan bu Ningsih membeli obatnya.


Saat di mobil arista melihat ke arah ronald yang sedang senyum senyum sendiri


"Nal, serem ih ngapain senyum senyum gitu?" Tanya arista penasaran


"Engga, kayak lucu aja sih" jawab ronald


"Lucu? apaan? " Tanya arista malah bingung


"Jadi, bu Ningsih itu temen nya mamahku. Mereka sering jalan bareng gitu, terus dulu gatau dapet ilham dari mana mereka pernah rencanain buat jodohin aku ke anak bu Ningsih... " Jelas ronald sambil tersenyum mengingat hal itu

__ADS_1


"Hah? gimana, terus lanjutannya..


__ADS_2