Jodoh Yang Dijodohkan

Jodoh Yang Dijodohkan
Diintai


__ADS_3

Dijalan


Rasanya ara semakin takut,


'Haruskah aku tadi pulang saja, kalau begini apakah tidak semakin berbahaya jika orang itu mengikuti ku lagi' pikir ara, tapi lamunannya buyar ketika arga memanggilnya


"Dek, kamu janjian dimana sama kia? " Tanya arga


"Di rumah temen saya satu lagi pak, ipey" Jawab atas langsung


"Okee, kamu bisa tunjukkin jalannya kan? " Pinta arga


"Bisa pak" Jawab ara singkat kemudahan ia termenung lagi menghadap jendela entahlah, batin.


Dirumah ipey


"Iya gua kenalnya waktu kemarin bikin SIM gitu. Bener bener kebetulan dan ga sengaja" Jelas kia girang pada ipey


"Jadi dia bakal jalan bareng kita? " Tanya ipey


"Ya kurang lebih begitu" Jawab kia


"Yah, lu bedua sekarang tiap maen bawa cowo terus.. Gua kapan? " Ucap ipey memelas membuat kia malah terbahak


"Dahlah galau ae, eh btw ara tadi gua misscall in kagak diangkat mulu.. " Kata kia


"Jadi ga ya dia kesini? " Ipey bertanya tanya


"Jadilah, orang dia yang bikin acara.. Dia yang ngejanjiin" Jawab kia ngegas


"Iya sih ya" Sahut ipey pelan kaget mendapat gas dari kia


Sampailah ara, arga dan reza di rumah ipey.


"Gua gausah ikut turun lah ya?" Tanya reza


"Lah kenapa? " Bingung arga


"Yaa kan itu urusan kalian berdua" Jawabannya santai


"Yaudah terserah sih, ga maksa gua juga. Tunggu aja berarti" Sahut arga


Ara dan arga akhirnya turun,


Mengetuk pintu rumah beberapa kali saat belum mendapat jawaban.


"Ipey.. " Ucap ara

__ADS_1


"Permisi.. " Tambah arga


"Iya iya ra.. " Sahut ipey dan kia berbarengan sambil turun kebawah


Dan saat membuka pintu, betapa kagetnya kia karena melihat arga dan ara datang bersama.


"Eh bareng?" Tanya kia agak kaget


"Iya kia, kita ketemu dijalan" Sahut arga


"Iya ki, ceritanya panjang. Tapi ini ga seperti yang lu kira.. " Jelas ara langsung tidak ingin membuat kesalahpahaman


"I.. I.. Iya ra, iya iya" Sahut kia terbata


"Yailah kayak sama siapa aja, selow kia mah. Iya kan ki?? " Ucap ipeh meyakinkan


"Iya santai ra, gua tau lu kok" Kata kia


"Eh iya mau sekarang apa gimana, jadi kan beli bajunya? " Tanya arga


"Sekarang mas arga, jadi. Yuk pey, yu yuk ra.." Ajak kia penuh semangat tanpa basa basi


"Eh, emang kita ga ganggu? " Tanya ipey ingin memastikan


"Yaampun, engga sama sekali. Malah seru kalau ramean" Jawab arga


Ya, karena tidak tahu dan tidak diberitahu kalau ada temannya arga yang ikut juga.


Karena kia dan reza bertukar posisi duduk, sekarang reza ada di antara ipey dan ara.


Membuat mereka menjadi kikuk, serba salah reza pun hanya bisa membeku.


Suasana belum juga cair, mungkin akan cair jika mereka semua membawa pasangan nya masing-masing hahaha.


Setelah belanja apa yang dibutuhkan, pulangnya mereka mampir makan.


Di restoran itu ara merasa seperti ada seseorang yang melihat dan memantau nya daritadi.


"Pak, saya kayak lagi di awasi deh.. " Bisiknya sambil memberi tahu reza dan arga


"Ah yang bener kamu.. " Sahut reza


"Serius, kamu curiga sama yang mana? " Tanya arga yang ingin memastikan keadaan sekitar


"Itu mas mas yang pake masker topi dan baju hitam" Ucap ara memberi petunjuk


"Yang sambil megang hp itu? " Tanya reza memastikan lagi

__ADS_1


"Iya dia.. " Sahut ara


"Kayak kenal gak sih? " Ucap kia


"Iya ga asing, tapi kok dia kayak ngeliat ke arah gua mulu.. " Ara ketakutan dan panik


"Ra, ada masalah apa sih? " Tanya ipey ingin mengetahui apa yang sedang dibicarakan oleh mereka


"Iya nih kok jadi tegang gitu sih? " Ucap kia


'Hah? Jangan jangan itu okin?


Kata kakak ku, kata acel, dan kata ka ronald dia bukan orang yang baik?


Apa dia akan bales dendam setelah merasa aku ghosting?


Apa sms kemarin itu sebagai ancamannya? '


Ara menerka nerka


"Balik aja apa gimana? " Tanya ipey


"Yuk, yuk jadi serem.. " Tambah kia


"Yaudah kalau mau pada pulang.. " Ucap arga sambil berdiri


"Maaf ya semua, aku jadi ngerusak momen.. " Ucap ara merasa tidak enak karena jadi seperti perusuh


"Gapapa, daripada kamu merasa terancam dan ga nyaman karena kita tetap disini.. " Sahut reza


"Gapapa dek, jangan takut dan gausah sungkan sama kita.. " Tambah arga


Akhirnya mereka semua, menuju rumah ipey dahulu lalu arga dan reza kembali ke polres.


Arga inisiatif untuk mengantar ara menggunakan motor lain dan ara menerima nya karena ketakutan akan hal hal yang mungkin saja dilakukan orang pengintai itu.


"Pak makasih banyak ya, sekarang malah dianter pulang juga. Saya jadi ngerepotin" Ucap ara diatas motor saat sudah sampai teras rumahnya


"Gapapa, saya lagi menjalankan tugas saya juga berarti" Sahut arga


"Makasih banyak ya pak, oh iya maaf saya ga nawarin mampir ya.. " Kata ara


"Gapapa dek, saya juga mau langsung balik lagi kok. Salam buat keluarga mu ya" Pamit arga dan langsung meninggalkan rumah ara


"Iya Pak hati hati" Balas ara


Tanpa berlama lama ia langsung memasukkan motornya ke dalam rumah

__ADS_1


"Selamat deh gua" Ucap ara pada dirinya sendiri


__ADS_2