Jodoh Yang Dijodohkan

Jodoh Yang Dijodohkan
Tidur


__ADS_3

....


"Iya sayang, kamu bisa kok ikut nganterin kami ke bandara kalau sempat.. Nanti jam setengah satu an, kamu kesini lagi aja" Tawar mamah acel.


Ara melihat jam di tangannya menunjukkan pukul 8.00


"Boleh tan? Aku mau dong.. "


"Mau apa? " Tanya mamah acel pura-pura binggung


"Mau acel? " Tawar mamahnya,


dengan cepat ara menjawab "iya, boleh kan?"


Dengan cepat pula acel langsung menjawab


"Boleh banget bawa pulang aja deh.. "


Yang langsung mendapatkan pelukan dari ara.


Mamahnya yang melihat kelakuan dia bocah itu hanya berdehem sambil berdiri membereskan gelasnya


"sini tan biar aku bantuin.. " Ucap ara sambil agak malu


"Gapapa, nak kamu siap-siap yang lain aja.. " Jawab mamah acel


"Yang mana tan? " Tanya ara binggung karena emang ga ada satupun barang yang ada dihadapannya selain nampan berisi gelas kosong

__ADS_1


"Siap-siap kangen maksudnya hihi.. " Goda mamahnya yang merasakan hawa kebucinan


"Ih sih mamah.. " Ucap acel dibarengi dengan ara yang ngomong "ih si tante.. "


Ara pun dengan cepat mengambil kesimpulan bahwa ia harus mempertahankan cintanya, karena baginya selangkah lagi dan mereka bisa bersama, ia berfikir ia bisa bertahan tiga sampai empat tahun lagi karena ia merasa bahwa selama ini juga ia menunggu selama itu. Ia lupa kalau ia tidak bisa menetukan takdir kepada siapa hatinya menemukan pemiliknya.


Ara melihat jam ditangannya menunjukkan pukul 9.00 ia pun ingat untuk segera pulang karena ia tadi sudah ijin ke ibunya untuk hanya mampir sebentar saja.


...


...


"Acel jangan lupa ya tadi udah janji sama mamah mau beliin obat ke apotek.. "


Ucap mamahnya kepada acel


"Yaudah tan ara pulang dulu aja ya, soalnya tadi belum ijin. Tapi nanti balik lagi kok tan.. " Ucap ara kepada mamahnya acel yang malah di jawab oleh acel


"Ih kok tiba-tiba balik sih? " Tanya acel binggung


"Iya aku udah ditanyain mamah nih.. " Kata ara ke acel padahal sebenarnya ia berbohong, ara merasa tidak enak jika bertamu lama-lama


"Kok pulang sih nak? " Tanya mamah acel


"Iya tan, mamah udah ngechat. Soalnya tadi kan aku habis anterin adek ke sekolah terus mampir kesini.. " Jelas ara, yang sekarang berbohong ke mamahnya acel


"Oh iya tan maaf ya, kemaren karena acel ga bilang dia mau pindahan aku jadi ga bantuin tante beres-beres... " Ucap ara melas, sambil bersiap mau pulang

__ADS_1


"Iya sayang gapapa, nanti malah ngerepotin. Yaudah kamu hati-hati di jalan ya nak.."Balas mamahnya acel, setelah pamitan dengan mamahnya acel pun mengantar ara ke depan gerbang.


"Cel, aku pulang dulu ya" Kata ara ke acel


"Iya ra hati-hati ya.. "


Ucap acel sambil memasangkan helm ke kepala ara, lalu acel yang memutarkan motor milik ara karena rumah acel ada di dalam gang kecil.


"Nanti kamu jadi balik lagi kan kesini? " Tanya acel meyakinkan


"iyaa sayang.. " Sahut ara genit.


Acel cuma nyengir doang mendapat jawaban itu.


"Yaudah nanti kalo udah sampai rumah kabarin aku.. " Pinta acel kepada ara


"Iyaiya ih bawel, tapi aku sayang. Yaudah byee" Jawab ara


"Iyaa bye.. " Kata acel


Setibanya di rumah, ternyata rumahnya tidak ada orang


'Lah kok sepi, kayaknya bapak sama ibu berangkat kerja deh? Tanya ara dalam hati.


"Bapak.. Ibu.. " Teriak ara sambil berjalan ke dalam rumah, tapi tidak ada jawaban.


Ia mencoba melihat handphone karena ia pikir siapa tau bapak atau ibunya memberi kabar kemana mereka akan pergi tapi ternyata tidak ada.

__ADS_1


Setelah meletakan handphone, ia melihat sudah tersedia makanan, ara pun makan lalu tidur lagi karena ia merasa tidak ada kerjaan.


__ADS_2