
Keesokan harinya ara terbangun karena mendapat telepon dari kia, ia kaget dan langsung melihat jam. Ternyata waktu baru menunjukkan pukul 07.00.
Ia melihat juga ternyata ada beberapa panggilan tak terjawab dari kia
3 panggilan tak terjawab 'kiaa'
π
"Ya halo kia, sorry gua baru bangun.. " Ucap ara dengan suara serak khas bangun tidur
"Eh ra maaf banget gua kaga tau.. " Sahut kia
"Iya selow, emang ada apa ki? " Tanya ara penasaran, karena jarang sekali ia menelepon kalau tidak terdesak
"Maaf banget, sebenarnya gua gaada maksud gitu.. " Suara kia terbata dan seperti akan menangis
"Apasih ki, kenapaa?? " Ara semakin penasaran
"Itu lohh, sg gua kemarin.. " Jawab kia
"Apa? Yang mana? Gua belum liat.. " Ara bingung
"Maaf banget ra, jadi pas TOD kemarin yang lu cium pipi mas okin gua sg in di aku first. Habis itu acel liat, dia marah marah gitu sama gua sama ipey katanya dia kita bohongin dia.." Jelas kia sangat menyesal
Deg..
Waktu seperti berhenti, tiba-tiba ara merasa badannya ringan dan dingin.
__ADS_1
Tanpa pamit ara langsung mematikan sambungan telepon itu.
Ia langsung menangis sejadi-jadinya, tapi ia tak menyalahkan kia atau ipey ataupun mas okin. Ia menyesal karena tidak bisa konsisten dan tidak bisa memegang janji.
Tanpa berpikir panjang, ia langsung menelepon acel.
'Semoga langsung diangkat' harap ara
π
"Halo ra.. " Kata acel
"Halo cel.. " Sahut ara sambil agak menangis
"Kamu nangis?, kenapa? " Tanya acel khawatir
"Acel aku mau minta maaf.. " Ucap ara penuh penyesalan
"Iya cel, maaf aku bohongin kamu.. " Ara mengaku
"Aku kira mimpi kemarin gaada artinya.. Ucap acel
" Kamu juga pasti ga nyangka gimana semesta kasih petunjuknya, kamu tau kan artinya kamu itu emang buat aku. Mau gimanapun kamu sembunyiin sesuatu, bahkan mau seberapapun jarak kita.
Coba aku tanya kenapa kamu ga jujur kalau kamu main ada cowo juga mana pake nyium pipi segala lagi?!!.. " Tambah acel dengan nada bicara yang agak tinggi
"Itu lagi ga sengaja cel, kita lagi main tod aja kok.. Aku ga macem-macem" Jawab ara sambil menangis agak kencang
__ADS_1
Lalu acel hanya terdiam untuk beberapa saat memberi kesempatan kepada ara menyesali perbuatannya, mengakui kesalahannya dan berdamai dengan acel dan dirinya sendiri
'Hikss..
'Hikss..
Suara tangisan ara yang mulai menurun
"Yaudah, kamu mandi dulu aja kek atau makan atau ngapain. Jangan nyalahin diri kamu sendiri dulu, aku tau okin bukan cowok baik baik kalau kamu ga percaya tanya sama abang kamu aja sana.. " Jelas acel mencoba mengungkap
"Kamu ga boleh langsung ambil kesimpulan gitu dong cel, mas okin tuh baik banget.. " Bantah ara
"Nanti deh kalau aku balik dari Surabaya nanti aku ceritain ke kamu.. " Sahut acel
"Kamu jangan bikin aku jadi overthinking dong cel, aku kenal baik sama dia.." Tambah ara lagi
"Kamu tahu baiknya aja, jangan dia bahaya. Udah pokok nya kalau kamu udah tau ini jangan main lagi sama dia.. " Tegas acel
"Yaudah jadiin aku pacar kamu biar aku ga main sama mas okin lagi.. " Pinta ara tegas
"Oh iya jangan panggil dia mas, gapantes dia!" Jawab acel
"Jadiin aku pacar kamu.. " Pinta ara
"Iya nanti araaaa... " Jawab acel seperti menyerah
"Tuh kan ga adil, kamu bukan pacar aku tapi aku main sama okin kamu marah. Emang aku juga disini tau kalau di sana kamu main sama cewe lain? " Marah ara
__ADS_1
"Kok sekarang jadi kamu yang emosi, okin tuh bukan orang baik. Kamu rugi main sama dia, aku ga percaya aku bakal balik buat ambil kamu?
Malah belain si okin.. Ih aneh! " Ucap acel tak mau kalah dan langsung mematikan sambungan teleponnya