
Mungkin karena sudah merasa sesuatu atau spesial okin merasa jauh dari ara, karena dari semalam diantar pulang okin mencoba mengabari tapi handphone nya ara tidak aktif. paginya ia terus mencoba untuk mengabari ara tapi tidak ada jawaban.
akhirnya ia menyadarkan ada sesuatu yang berbeda dari ara. Setelah cukup lama melamun saja okin memberanikan diri untuk mengirim pesan singkat kepada ara yang berisi
💬
"Aku ga marah kalau kamu hilang tiba-tiba,
Aku ga marah kalau mungkin kamu sudah tahu siapa aku sebenarnya.
mungkin kamu hanya tidak mengerti apa yang aku rasakan, merasa dimusuhi dan tidak memiliki siapa siapa.
Terima kasih ya sudah mampir
Terima kasih udah ghoosting cantik"
Mungkin menurutnya ara sudah tak mempedulikan dirinya lagi, setelah sedikit memori yang mereka lalui bersama. Ia sedikit merasa kecewa dan hampa setelah sedikit ia menemukan harapan tapi nyatanya ia jatuh lagi.
Tapi lamunannya pada gadis itu harus terhenti setelah mendengar suara ayahnya.
Suara khas keras berwibawa itu mengalihkan perhatian okin
"Nak, kamu kapan mau urus perceraian mu dengan perempuan itu? " Tanya ayahnya dengan penuh keangkuhan
"Pap, udah lah.. papah bisa ga, gausah dulu ikut campur urusanku sedikit saja.
Pernikahan ku papah yang menginginkan sekarang perceraian ku juga papah yang memutuskan.. " Kesal okin
"Perempuan dan keluarganya itu sudah tidak ada gunanya lagi, sekarang bisnis mereka saja sudah hancur. Jadi menurut papah mereka hanya akan menumpang hidup saja.. " Jelas papahnya okin tanpa mau kalah sambil tersenyum jahat
__ADS_1
"Bukannya papah juga seorang laki-laki, apakah papah rela hidup papah selalu ditekan dan diatur terus menerus? " Tanya okin sebal
"Hmmm.. " Papah okin menyeringai, sambil berlalu meninggalkan okin di kamarnya
Lalu tak lama papahnya berbalik badan lagi dan berkata
"Oh iya nak, satu yang harus kamu ingat kalau hidup mu tidak ingin diatur lagi buatlah aturan sendiri.. " Tambah ayahnya lalu pergi
Okin hanya termenung oleh ucapan papahnya itu, kemudian ia mulai berpikir ia harus menemukan jalannya sendiri.
Tak lama..
Ia turun kebawah untuk makan, tapi ia melihat seorang yang tidak ia kenal dalam rumahnya.
"Maaf Pak, bapak ini siapa ya? " Tanya okin ke seorang bapak yang baru pertama ditemuinya
"Oh iya mas, ini yang namanya mas okin kan.. Perkenalkan nama saya Rusli, saya supir barunya bapak.. " Ucap bapak itu ke okin sambil mengulurkan tangannya dan disambut ramah dengan okin
"Iya dua hari yang lalu.. " Jawab bapak itu
"Owh gitu, mmm besok bapak bisa kan anter saya juga? " Pinta okin
"Bisa mas, bisa banget.. " Terima bapak itu
"Saya besok mau ke pengadilan pak.. " Jelas okin
"Pengadilan? Emang ada apa mas? " Tanya bapak supir
"Saya mau jadi duda lagi.. " Jawab okin enteng sambil menuang minuman ke dalam gelas
__ADS_1
"Duh maaf ya mas, saya lancang.. " Ucap pak Rusli yang agak tercengang dengan apa yang barusan ia dengar
"Gapapa pak, saya seneng malah ada temen yang bisa di ajak cerita.. " Tambahnya
"Sama mas saya juga, apalagi saya tuh jauh dari anak laki-laki saya dia hidupnya merantau.. " Curhat pak rusli
"Hmm gitu, emang kerja dimana pak? " Tanya okin penasaran
"Di pedalaman gitu lah mas, lupa saya namanya.. hehe" jawab pak rusli sambil menggaruk kepalanya
"Hmm iya iya, Gimana kalau sabtu depan bapak ikut saya liburan ke rumah ibu saya? " Ajak okin
"Boleh mas, emang dimana biar saya anter.. " Sahut pak Rusli
"Bandung, saya udah pisah rumah dari kecil.. " Tambah okin
"Hmm, yang sabar aja mas.. " Hibur pak Rusli yang melihat wajah okin tiba-tiba berubah sayu
"Yahh begitulah pak, ehh saya malah jadi sedih sedihan gini.. " Gurau okin
"Gapapa mas, jarang jarang kan? " Balas pak Rusli
"Iya juga sih abisnya bapak juga langsung se frekuensi baru kenal, enak banget diajak cerita curhat hahaha.. " Tambah okin
"Ah, si mas bisa aja.. " Sahut pak Rusli
"Yaudah pak, bapak kayaknya tadi mau tidur ya.. Silahkan aja.., malah jadi saya ajak ngobrol.. " Ucap okin
"Gapapa kok mas, lain kali kalau butuh temen curhat saya juga bisa kok.. Yaudah mas saya ke kamar duluan ya, mari" Tutup pak Rusli sambil sedikit membungkuk
__ADS_1
"Iya iya Pak silakan, mari.. " Balas okin yang juga sedikit membungkuk