
Semuanya hening
"cel, temen kamu suruh duduk dulu atuh" Ucap mamahnya acel memecah keheningan
"tante ambilin minum ya.. " Tambahnya, sambil jalan ke dapur. Ara tidak berkata sedikit pun.
"Maaf ya ra, kamu pasti kaget" Ucap acel sambil memegang lengan ara, karena ia melihat ara sudah mulai berkaca-kaca matanya namun ara menepis tangan acel
"Kamu selalu ngedadak kalo ngasih tau sesuatu, aku sedih tau cel" Ucap ara sambil menangis
"iya ra aku salah, sebenarnya aku gamau bikin kamu kecewa. Aku minta maaf sekali lagi, karena hari ini juga aku harus berangkat ke Surabaya.. " Jelas acel
__ADS_1
"Haa?? " Kaget ara sambil menghapus air matanya "tuh kan, ihh kamu mah.. Terus aku gimana? " Tanya ara yang sebenarnya ingin meminta kejelasan hubungan mereka
"ya kamu disini aja, tugas kamu cuma nungguin aku aja.. " Jawab acel enteng
"Nungguin?! nyampe kapan cel? Selama ini juga aku nungguin kamu terus, kamu gapernah kasih aku pilihan selain bertahan sama kamu. Aku juga gatau kita ini apa? Dan selama ini juga kita ga pernah bisa buat ga barengan. Kamu ini kenapa sih cel? Bahkan kayak sekarang kamu suruh aku tetap nunggu kamu yang bakal pergi sampe gatau kapan! "Ucap ara sambil terisak. Ia menangis, ia tak tau lagi harus berkata apa.
Semoga ini cukup untuk mengungkapkan perasaannya kepada acel, karena ia tak tahu harus dengan cara apalagi dia mengungkapkan. Ia sendiri pun tak mengerti apa yang dia ucapkan barusan adalah sebuah amarah atau ungkapan perasaan
"Ra, selama ini emang gaada orang yang sebaik dan sehebat kamu. Aku bukan mau mainin perasaan kamu dengan buat kamu nungguin aku selama ini, jujur selama ini aku hanya ingin memantaskan diri buat kamu. Aku cuma mau nantinya kamu ga akan kecewa sama aku, aku pengen perjuangin kamu dengan cara aku sendiri dengan cara apapun. Karena aku pengen cuma aku yang kamu banggain, cuma aku.. cuma aku yang pantas ngedapetin kamu. Selama ini aku ga pernah jadiin kamu pacar aku bukan berarti aku juga ga pengen, bukan berarti aku ga gentle. Aku tau diri dan aku harus pantesin diri aku buat kamu.. "
Ucap acel mantap untuk meyakinkan ara, tanpa ia sadari mamahnya dari tadi berdiri sambil memegang nampan berisi gelas. Kemudian mamahnya menghampiri mereka menaruh nampan nya lalu mengelus pundak ara
__ADS_1
"Nak apa yang acel katakan itu benar, selama ini dengan cara dia memperlakukan kamu saja sudah bisa ditebak kalau tidak mungkin dia tidak memiliki rasa lebih ke kamu. Memang untuk menunggu sesuatu atau seseorang itu tidaklah mudah, disaat seperti inilah pilihan kita hanya bertahan atau pergi. Tapi tidak dengan cinta sejati, cinta murni dari dua orang anak manusia yang tidak terpisahkan jarak dan waktu. Ia akan mengikuti naluri nya untuk terus berada pada pelabuhannya"
Kata mamah acel yang sangat tegas dan memberi sedikit motivasi.
"Yuk minum dulu.. "
Kata mamahnya kepada acel dan ara.
Entah karena habis menangis atau memang haus dengan cepat ara langsung menghabiskan air yang ada di gelas dengan sekali teguk.
"Makasih tan.. Airnya" Ucap ara
__ADS_1