Jodohku Kembali Pulang

Jodohku Kembali Pulang
SEBELAS


__ADS_3

Kini Alan benar-benar memahami perasaan Eliza karena pria yang dikatakan mirip dengan Arshen memang sama persis tak memiliki celah perbedaan sama sekali. Bahkan siapapun yang bertemu dengan David mereka akan mengira jika dia memanglah Arshen. Pantas saja Eliza za ngotot jika pria itu adalah Agash, ternyata memang sangat mirip bukan hanya sekilas saja.


"Kasihan sekali nasibmu, Za. Dulu kamu pernah berada di titik terendah saat kamu kehilangan di ingatanmu. Dan setelah kamu menikah seharusnya kamu bahagia bersama dengan pasanganmu, bukan malah tersiksa seperti ini, Za. Daddy tidak bisa membayangkan bagaimana hancurnya hatimu saat ini yang harus berada di titik terendah lagi karena harus kehilangan orang yang kamu sayangi dan kini tiba-tiba muncul sosok yang akan mengingatkan pada cintamu." Alan mengomentari nasib Eliza yang menyedihkan.


*


*


Keanu merasa sangat terkejut dengan kedatangan Eliza yang secara tiba-tiba. Daddy itu menyangka jika kedatangan Eliza untuk menemuinya. Namun, nyatanya bukannya salah. Kedatangan Eliza ke kantor hanya untuk bertemu dengan Kenzo yang baru saja mengikuti rapat dengannya.


"Apakah kamu tidak merindukan Daddy-mu?" tanya Keanu saat Eliza za telah masuk ke dalam ruang kerjanya.


"Tidak. Untuk apa aku merindukan Daddy, jika Daddy saja tidak bisa berbuat apa-apa untuk Eza." Eliza berucap dengan nada sedikit ketus.


"Maksud kamu apa, Za? Jangan paksa Daddy untuk menghidupkan orang mati. Kamu pikir Daddy sehebat itu. Minta itu yang lain. Rumah kek, mobil kek, uang kek. Lha ini minta mengembalikan Agash yang udah meninggal," balas Daddy-nya.


"Stop Dadd! Daddy gak tahu apa-apa. Aku kesini hanya ingin bertemu dengan Kenzo. Jadi Daddy gak usah kepo! Zo, ayo!"


Kenzo pun langsung bangkit dari tempat duduknya. Namun, sebelum pergi dia berpamitan dahulu dengan Daddy-nya.


"Dadd, aku pergi dulu ya. Sepertinya aku harus menemani ratu Elisabeth kita. Kita bahas masalah ini lain kali ya," pamit Kenzo.


"Tapi, Zo—"


"Udah, Daddy sabar dulu ya. Biar bagaimanapun tahta ratu Elisabeth kita lebih tinggi setelah tahta Mommy, jadi Kenzo harus pergi. Da .... Daddy." Dengan bibir yang mengembang luas, Kenzo melambaikan tangannya pada sang Daddy yang masih terbelalak dengan lebar. Bisa-bisanya Kenzo lebih memilih untuk berbicara dengan Kenza daripada dirinya yang sudah membuat janji lebih awal.


"Dasar anak durhaka! Sejak kapan tahta tertinggi dipegang oleh Eza? Aku Daddy kalian. Yang mencetak kalian, merawat dan membesarkan kalian. Seharusnya aku yang memiliki tahta tertinggi setelah mommy kalian!" seru Keanu dengan kesal.

__ADS_1


Diluar, Kenzo tertawa dengan puas karena bisa lepas dari Daddy-nya. Dia sudah tahu apa yang akan dibahas oleh Daddy-nya.


"Za, untung kamu datang tepat pada waktunya," kata Kenzo pada saudara kembarnya.


"Udah gak usah drama! Karena hari ini aku udah bantuin kamu, sekarang giliran kamu bantuin aku!"


"Oke. Gak masalah. Aku akan membantumu sekuat jiwa dan ragaku."


Kini keduanya pun memilih untuk meninggalkan kantor Daddy-nya. Cafe terdekat adalah tujuan Kenza untuk mengutarakan keluh kesah yang sedang dia rasakan.


"Za, apa kamu sedang ada masalah?" Kenzo mulai memberikan diri untuk bertanya, karena sejak tadi Kenza hanya mengaduk-aduk minumannya saja.


Kapala Kenza langsung mendongak untuk menatap Kenzo yang sudah duduk didepannya.


"Zo, kemarin aku bertemu Agash," lirih Eliza a dengan pelan.


"Za, kamu baik-baik aja kan?" tanya Kenzo ingin memastikan lebih lanjut lagi.


"Zo, aku sedang serius. Aku benar-benar melihat Agash. Dia masih hidup, Zo. Dan yang lebih parahnya lagi dia jalan sama seorang wanita yang ngaku jika dia istrinya, Zo. Arshen belum meninggal." Lagi-lagi Eliza bersikukuh dengan pendiriannya yang mengatakan jika Agash belum meninggal.


Kenzo hanya bisa mendengkus dengan kasar. Jika sudah menyangkut tentang Agash yang sudah meninggal, Kenzo angkat tangan tidak bisa membantu apa-apa.


"Please, Zo! Kamu harus percaya sama aku kalau orang itu benar-benar Agash!"


"Za, bagaimana aku bisa percaya kepadamu sementara alasan itu udah meninggal 7 bulan yang lalu. Dan kamu bilang apa tadi? Dia lagi jalan sama wanita yang mengaku istrinya kan? Berarti dia memang bukan Arshen, Za! Za, Aku tahu kamu sangat mencintai Agash, tapi enggak seperti ini caranya. Aku yakin Agash udah tenang disana."


Eliza menggelengkan kepalanya. Padahal dia berharap Kenzo bisa mempercayai ucapannya. Jika adapun orang yang tidak bisa mempercayainya, lalu dia akan berkeluh kesah kepada siapa lagi. Tidak ada gunanya untuk mengadu kepada Daddy Ke, itu sama saja hanya akan menjadi bahan tawanya. Bisa-bisa Eliza beneran dianggap gila.

__ADS_1


"Oke, kalau kamu nggak percaya nggak apa-apa tapi aku hanya mau minta tolong sama kamu, tolong kamu selidiki siapa dia. Jika dia memang bukan Agash aku akan berhenti untuk menganggapnya sebagai Agash. Tapi jika dia memang benar-benar Agash, aku akan merebut dia dari wanita itu. Enak saja dia merebut suami orang!"


Sejenak Kenzo terdiam untuk menimbang ucap Kenza. Sepertinya tidak ada salahnya jika dia membantu Eliza untuk mencari Mencari tahu siapa sebenarnya pria yang dikatakan mirip dengan Agash itu agar Kenza tidak merasa penasaran dan membiarkan orang itu hidup dengan tenang bersama keluarganya.


"Oke, aku akan bantu kamu untuk mencari tahu siapa pria itu, tapi kamu juga harus berjanji jika dia bukan Agash, kamu tidak boleh mengganggu dia dan keluarganya lagi. Bagaimana?" tawar Kenzo.


"Oke. Tapi aku yakin 1000 persen jika David itu adalah Agash."


*


*


Di sebuah ruangan Keanu harus terbelalak dengan lebar saat mendengar cerita Alan tentang salah satu karyawan yang sangat mirip dengan Agash. Dan dia bekerja di bagian ekspedisi.


"Bang, Abang Ke harus segera selidiki dia. Coba tanya Reno, karena Reno yang mempekerjakan David!" kata Alan yang juga merasa penasaran dengan siapa sebenarnya David.


"Kok aku enggak tau kalau di sini ada karyawan yang sangat mirip dengan Agash?"


"Nah ini ... ketahuan kalau enggak pernah turun untuk mengecek karyawannya secara langsung. Makanya jangan cuma duduk aja Sekali-kali lihat bagaimana suasana di bawah sana," cibir Alan.


"Udah diam. Ini kantorku jadi suka-suka aku mau turun atau enggak. Mending kamu cari tahu latar belakang orang itu!" titah Keanu.


"Astaga Bang ... kan tadi aku udah bilang sama Bang Ke untuk menyelidiki si David ini. Kok sekarang malah dilemparkan ke aku sih?! Abang cek tentang data dia. Pasti disitu ada data dia!"


"Kenapa kamu nggak bilang dari tadi sih, Lan? Buang-buang waktu aja!"


Dimana pun tempat jika dua orang Daddy telah bersama, akan ada saja hal yang diperdebatkan, sekalipun itu adalah hal paling kecil.

__ADS_1


...~BERSAMBUNG~...


__ADS_2