Jodohku Kembali Pulang

Jodohku Kembali Pulang
TIGA PULUH TUJUH


__ADS_3

Setelah kepulangan Shera dan juga Kala, dada Agash masih terasa panas, terlebih Daddy si Alan-nya terus-menerus menjadi kompor.


"Agash, kamu kenapa sih?" tanya Eliza saat melihat suaminya terus menerus meneguk air dingin dari dalam kulkas hingga menghabiskan dua botol air dingin.


"Aku lagi nyiram dadaku yang terasa panas," ujar Agash dengan sisa rasa kesalnya.


"Kamu ini aneh deh! Gitu aja kepanasan. Kalaupun aku mau balikan lagi sama Kala udah jauh-jauh hari aku pas kamu udah dikabarkan mati. Tapi aku enggak mau, Gas! Kalau aku udah jatuh cinta sama satu orang, ya cinta aku cuma buat dia seorang." Eliza berusaha untuk memberikan penjelasan pada suaminya yang mudah terbakar api cemburu.


"Itu kamu, tapi tidak dengan pria itu, Za! Pria itu masih menyimpan cintanya untuk kamu!"


"Astaga ... Agash! Udah ah, terserah kamu aja! Males ngeladenin orang keras kepala kayak kamu. Kalau masih panas, masuk kulkas aja sekalian!" Eliza pun memilih untuk meninggalkan Agash yang tidak bisa diajak berbicara dengan baik.


Melihat Eliza yang pergi meninggalkan dirinya begitu saja Agash langsung membanting pintu kulkas dengan kasar.


"Argh ... sial! Ngapain juga sih Shera bawa pria itu kesini? Mana langsung dapat lampu hijau dari Daddy si Alan. Kenapa juga harus Kala sih, Sher!" teriak Agash dengan kesal.


Baru saja Agash ingin menyusul Eliza ke kamar, matanya langsung menangkap Kenzo, saudara kembar istrinya yang ternyata juga ingin melihat baby twins nya. Sama seperti Shera, Kenzo datang dengan membawa seorang wanita cantik. Namun, sayangnya Kenzo datang dengan wajah ditekuk.

__ADS_1


"Eza dimana, Gash?" tanya Kenzo saat melihat Agash keluar dari dapur.


"Kamu ke sini mau cari Eza atau mau lihat bayi? Kalau mau lihat bayi ada di kamar sana, tapi kalau mau cari Eza, dia ada di atas lagi ngambek," ujar Agash dengan santai.


"Kak, baby-nya dimana? Aku bawa hadiah untuk baby twins," ucap Alma yang merasa canggung karena sejak tadi wajah Kenzo terus ditekuk dan tak mau berbicara padanya.


"Baby twins ada di kamar sana. Didalam juga ada Mommy Mouza dan Mommy Azra yang lagi nungguin baby twins."


"Oh... ya udah aku liat baby-nya dulu ya!" Alam pun langsung berjalan menuju sebuah pintu yang telah ditunjukkan oleh Agash.


Agash hanya menatap punggung Alma tanpa kata. Sebenarnya Alma wanita idaman. Selain cantik, dia juga memiliki karir yang sangat bagus. Tidak hanya itu saja, Alam juga lemah lembut dan penurut. Rugi besar jika Kenzo mengabaikan wanita seperti Alma.


"Kalau kamu tertarik, ambil aja! Aku ikhas kok!" ujar Kenzo dengan datar.


"Iya, biar burungku langsung dipangkas sama Eza!" balas Agash.


"Ya, itu resiko kamu, Gash! Eh, tunggu! Tadi kamu bilang Eza lagi ngambek. Jangan-jangan Eza ngambek karena kamu mau cari lubang baru, ya? Secara kamu kamu lagi puasa." Kenzo meledek Agash.

__ADS_1


"Sembarang! Meskipun aku puasa, aku gak bakalan cari lubang baru. Ya, kalau lubangnya pas, nah kalau longgar gimana?" celetuk Agash sambil menahan tawanya.


Namun siapa yang menyangka di belakang kedua pria itu telah berdiri sosok wanita yang sejak tadi mendengar semua percakapannya. Siapa lagi jika bukan Eza.


"Kalau lubangnya masih sempit gimana?"


"Ya, lihat dulu wajah dan body-nya. Kalau oke ya—" Belum siap Agash menyelesaikan ucapannya tiba-tiba dia merasakan seseorang telah menjewer telinganya.


"Kalau oke mau apa?" tanya Eliza dengan tangan yang masih menjewer telinga Agash dengan kuat.


"Aduh ... ampun, Za! Sakit!"


Kenzo yang melihat aura mematikan memilih untuk menghindar sebelum dia juga menjadi sasaran adiknya. "Aku nyusul Alma dulu, ya. Gash, nikmati aja!" ledek Kenzo sebelum meninggalkan Agash.


"Eza ... tolong lepasin. Sakit ini!"


"Enggak akan aku lepaskan sebelum kamu jawab pertanyaanku tadi. Kalau oke, kamu mau apa?"

__ADS_1


...***...


__ADS_2