Jodohku Kembali Pulang

Jodohku Kembali Pulang
TIGA PULUH SATU


__ADS_3

Kedatangan Eliza sudah sangat ditunggu oleh mertuanya. Tidak ada yang spesial, hanya makan malam bersama saja. Bagaimana bisa seorang ayah melakukan sebuah pesta sementara dia saja baru kehilangan putranya 7 bulan yang lalu. Tentu saja Arga sebagai Daddy-nya tidak akan sanggup untuk melakukannya. Meskipun saat ini sudah 7 bulan kepergian Agash, tetapi bayang-bayang Agash masih didepan mata. Terlebih saat itu Arga yang menyuruh Agash pergi ke luar kota. Hingga sampai saat ini Arga masih menyalahkan dirinya sendiri atas kepergian Agash.


"Eliza ... " Shereena selaku Mommy mertuanya langsung menyambut kedatangan Eliza. Dengan senyum merekah dibibir Eliza memeluk mommy mertuanya.


"Wah ... perut kamu makin besar aja ya. Jadi enggak sabar Mommy mau nunggu pada utun keluar dari perut." Shereena tertawa kecil dan langsung menggandeng tangan Eliza untuk menuju ke meja makan.


Dilihatnya saat ini sang Daddy mertua juga sudah siap berada di meja makan untuk menunggu kedatangan Eliza.


"Halo Daddy. Happy Birthday," ujar Eliza sambil menciumi tangan Arga.


"Halo juga menantu kesayangan. Makasih udah mau datang. Ngomong-ngomong kamu sama siapa? Daddy si Alan gak marah kamu keluar malam-malam seperti ini?" tanya Arga yang merasa heran karena tak ada bodyguard yang mengikuti Eliza malam ini.


"Eza diantar sopir pribadi Dadd. Oh iya, Eza juga bawa kado spesial untuk Daddy. Tapi Daddy janji dulu gak boleh jantungan ya!" ujar Eliza.


Kedua alis Arga menaut secara bersamaan. "Memangnya kamu mau kasih surprise apa sehingga Daddy gak boleh jantungan. sekalipun kamu bawa mbak Kunti ataupun Om poci, Daddy gak bakalan jantungan. Jantung Daddy udah aman," ujar Arga.


Mendengar jawaban yang diberikan oleh Daddy mertuanya, Eliza hanya menahan menahan senyum di bibirnya. Mungkin saat ini Daddy mertuanya bisa berkata seperti itu tetapi tidak untuk nanti setelah melihat kejutan yang akan diberikan oleh Eliza.


Tak ada angin, tak ada hujan tiba-tiba lampu yang ada di rumah itu padam. Daddy dan Mommy mertua Eliza panik karena tiba-tiba terjadi pemadaman listrik di rumahnya.


"Dadd, ini kenapa kok lampunya mati?" tanya Shereena dalam keadaan panik.

__ADS_1


"Daddy juga enggak tahu, Momm. Mungkin ada yang konslet mungkin," tebak suaminya.


"Za, kamu enggak papa kan? Jangan takut, Daddy akan mengeceknya keluar. Kalian berdua jangan panik!" Arga langsung menghidupkan sebuah senter yang ada di ponselnya.


Dalam kegelapan, tiba-tiba sebuah bayangan berjalan mendekat dengan sebuah lilin yang menyala. Bisa dilihat jika itu adalah lilin kue ulang tahun yang telah dibawa oleh seseorang.


Arga terdiam di tempat saat langkah itu semakin mendekat. "Za, jangan bilang itu ini semua sudah direncanakan?" kata Arga sambil membuang napas kasarnya.


Eliza tertawa pelan. "Iya. Daddy benar sekali. Tapi semua ini bukan ide dari Eza. Kalau Daddy mau marah silakan marah aja sama pelaku utamanya. Eza cuma menjalankan skenario dari mereka," ujar Eliza.


"Lalu siapa pelaku utamanya?" tanya Arga dengan penasaran.


"Sayang, lebih capat! Daddy udah gak sabar mau liat kamu!" teriak Eliza yang langsung membuat bola mata Arga dan Shereena langsung membulat dengan lebar.


Dan pada saat orang itu telah mendekat tiba-tiba lampu menyala kembali. "Happy Birthday, Daddy."


Arga langsung tersentak dengan ketidakpercayaannya. Tak lupa dia langsung memahami dadanya agar jantungnya tidak kambuh lagi. Dan tak berselang lama muncul dari belakang suara terompet yang ditiup oleh seseorang juga.


"Astaga ... Sayang. Jantungku." Dada Arga sudah terasa sesak. Shereena pun langsung menghampiri suaminya.


"Dadd, ini kita sedang bermimpi atau tidak?"

__ADS_1


"Gak tahu. Eza kamu ingin membunuh Daddy ya?"


"God night everybody. Happy birthday my Daddy handsome," ujar Shera yang kini sudah mendekat.


"Agash ... Shera. Ini nyata kan. Kalian bukan arwahnya kan? Terlebih kamu Agash. Bukannya kamu udah meninggal," kata Arga yang masih tak percaya dengan apa yang dilihatnya saat ini.


"Daddy, nyumpahin anak Daddy mati," celetuk Agash.


Karena semua ini bukan mimpi, Mommy-nya langsung menghambur ke dalam pelukan Agash. "Ya ampun Agash ... kamu masih hidup, Sayang? Mommy sangat merindukanmu." Shereena menumpahkan kerinduannya pada anak yang telah dinyatakan meninggal tujuh bulan lalu.


"Kamu beneran Agash?" Kini Arga tak ingin ketinggalan untuk memeluk putranya.


Ketiga menumpahkan kerinduannya yang mendalam. Terlebih orang tua Agash. Keduanya sampai meneteskan air mata bahagianya karena sang anak masih hidup.


"Baiklah .. sepertinya kedatanganku di sini tidak dianggap. Padahal aku yang telah merencanakan kejutan malam ini. Sudahlah aku pergi saja." Shera yang merasa diabaikan pura-pura merajuk. Seketika tangan Arga langsung menarik tangan Shera. Mereka berempat berpelukan layaknya Teletubbies. Melihat apa yang dilihatnya, Eliza ikut terharu dan tak terasa dia oun ikut meneteskan air matanya.


Sebuah kejutan tak terduga dari dua orang anak yang sangat dirindukannya. Terlihat kepada Agash, yang tiba-tiba muncul di hadapannya setelah dinyatakan meninggal dalam kecelakaan pesawat 7 bulan yang lalu.


Arga sebagai Daddy-nya merasa hampir tak percaya saat melihat Agash di hadapannya dan mengira semua itu hanyalah prank untuknya.


"Kalian benar-benar hampir membuat Daddy mati berdiri. Dasar anak durhaka! Terlebih kamu Agash!" seru Daddy-nya yang hampir saja penyakit jantungnya kambuh lagi.

__ADS_1


...***...


__ADS_2