
Hadirnya dua baby twins membuat rumah milik Alan terus saja ramai. Teman dan rekan kerjanya datang silih berganti untuk melihat baby twins. Bukan hanya teman-temannya saja yang datang, tetapi juga keluarga besar Agash pun turut menyambut kehadiran baby twins yang akan menjadi bagian dari keluarga besar mereka.
Shera adik Agash pun juga turut menjenguk anggota baru yang akan segera mengisi tahta tertinggi didalam keluarga. Dan kedatangan Shera membuat beberapa pasang mata menatapnya dengan tajam, termasuk Agash sendiri dan juga Eliza. Pasalnya Shera membawa seseorang yang sangat begitu familiar. Siapa lagi juga bukan Kala, pria yang dikenalnya di rumah sakit beberapa bulan yang lalu.
"Eza, selamat ya atas kelahiran baby twins. Semoga kelak baby twins menjadi anak yang Sholeh dan Sholehah," ucap Shera saat memberi ucapan selamat pada Eliza.
"Iya. Makasih ya udah menyempatkan untuk menjenguk baby twins. Tapi ngomong-ngomong mengapa kamu bisa datang bersama dengan dia?" Eliza menunjuk Kala yang berada dibelakang Shera.
Shera pun langsung menoleh kebelakang untuk memastikan siapa yang dimaksud oleh Eliza. "Maksud kamu, Kala?" tanya Shera yang hanya menemukan Kara dibelakangnya.
"Iya."
"Oh, dia ini teman aku. Kenapa, ya?" Shera merasa jika Eliza merasa tidak nyaman dengan kedatangan Kala.
"Sejak kapan kamu berteman sama dia?" timpal Agash yang berdiri di samping Shera.
Kala benar-benar tidak tahu jika Shera ternyata adalah bagian dari keluarga Agash. Mungkin jika tahu, Kala tidak akan mau ikut saat Shera mengajaknya untuk menjawab keponakannya yang baru lahir. Jangan ditanya lagi bagaimana wajah Kala saat harus menatap Eliza. Meskipun rasa itu sudah tidak ada tetap saja masih menyisakan rasa sakit, terlebih saat ini Eliza telah mempunyai baby.
__ADS_1
"Sher, aku lupa kalau hari ini aku ada urusan. Aku duluan ya," ucapnya pada Shera.
Shera menautkan kedua alisnya. "Tapi kita belum melihat baby-nya, Kal. Masa kamu udah mau pergi sih? Liat dulu yuk!" Shera menarik tangan Kala untuk melihat dua bayi yang saat ini sedang tidur di dalam box masing-masing.
"Tapi Sher ... "
"Udah nggak usah pakai tapi-tapian. Kamu takut sama Agash? Gak usah takut, kalau dia marah biar aku getok kepalanya pakai palu. Biar dia ilang ingatan lagi!"
Kali ini Agash memilih diam tanpa kata. Dia tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi jika Shera tahu bahwa Kala adalah mantan Eliza dan pria itu pernah menculik Eliza.
"Mengapa Shera bisa bertemu dengan pria itu, sih?" gerutu Agash saat melihat adiknya lebih membela orang lain.
Seketika Agash langsung mendelik. Dia merasa sangat tidak setuju dengan apa yang baru saja dikatakan oleh istrinya.
"Gak bisa gitu dong, Sayang! Jangan mentang-mentang adalah mantannya terus kamu bisa bilang dia! Dia itu udah pernah culik kamu. Pokoknya aku enggak setuju kalau Shera menjalin hubungan dengannya!" protes Agash dengan tatapan penuh tidak suka pada Kala, terlebih saat Kala menyapa salah satu Baby-nya.
Pria yang saat ini sudah mendapat gelar Daddy langsung mendekati Kala dan langsung memberi peringatan pada pria itu agar tidak menyentuh Baby-nya.
__ADS_1
"Kalian hanya boleh melihat, tidak boleh menyentuh baby-ku!" Agash langsung memberi larangan pada Shera dan Kala yang hendak menyentuh pipi baby mungil itu.
Shera merasa sangat tidak terima dengan larangan yang diberikan oleh Agash. "Kok gitu, sih? Baru aja jadi Daddy udah belagu!"
"Kalau mau, kalian buat aja sendiri, tapi harus halal dulu biar hasilnya lebih comel," celetuk Alan yang tiba-tiba menghampiri keempat orang yang sedang berada di samping box baby twins.
"Dadd!" seru Agash tidak terima dengan ucapan Alan.
"Kamu jangan egois, Agash! Kalau mereka enggak boleh nyentuh baby kamu, ya biarkan mereka membuat baby sendiri. Lagian mereka berdua terlihat cocok. Ganteng sama cantik. Pasti hasilnya lebih akan lebih jernih. Lagian Kala udah insaf, kok. Iya kan, Kal?"
Kala hanya bisa tersenyum tipis. Rasanya sangat malu jika harus berhubungan lagi dengan keluarga Eliza. Sambil menunduk Kala mengiyakan ucapan Alan dan membuat Shera hanya bisa menautkan kedua alisnya.
"Daddy udah kenal sama Kala?" tanya Shera penasaran.
"Kenal-lah. Kala kan mantan pacarnya Eza. Sebelum menikah dengan Agash, Eza berpacaran dengan Kala lama. Tapi mungkin Kala bukanlah jodohnya Eza sehingga hubungan mereka harus berakhir," jelas Alan.
Seketika Shera mengetahui alasan mengapa Agash tidak menyukai Kala, ternyata Kala adalah mantan pacarnya Eza.
__ADS_1
...***...