
Alfaro mungkin dingin tapi sifat dinginnya
akan hilang saat ada di depan Nandira .
Ia sangat memperhatikan Nandira seperti seorang kakak yang menyayangi adiknya
padahal mereka baru bertemu saat di SMP
tapi mereka sangat akrab.Alfaro dan Nandira
kalo ketemu kaya lem sama kertas nempellllll mulu . ya... mereka memang sudah seperti kakak beradik yang tak dapat di pisahkan.
"tuh tangan lu berdarah kan makanya
ngebut ngebut lagi sana !!"ketus Alfaro yang sekarang sedang berjalan meninggalkan Nandira
"Kak Al mau kemana??
kok Dira di tinggal sih ??"tanya Nandira bingung dengan sikap seniornya itu
"sebentar gua ngambil plester buat tangan lo
jangan kemana mana ya sebentar aja kok"
ucap Alfaro sambil berlari meninggalkan Nandira
Nandira hanya duduk di motornya sambil menunggu Alfaro .
dan datanglah seorang pria yang gayanya memang cupu tapi dibalik itu ada ketampanan yang Ter sembunyi
nama pria itu adalah Afkar Gibran Hermansyah
"heh telinga lo budegya?!! lu gak denger bell
udah bunyi dari tadi " ucap Afkar dengan ketus
"kak jangan marah-marah entar cepat tua"
jawab Nandira santai
__ADS_1
"elo tuh yang tua . kuping dah gak berfungsi!!
bel yang suaranya nyaring aja masih gak kedengaran๐ก"Jawab Arkan dengan nada sedikit marah
"elo terlambat lima menit ditambah elo
udah buat gue kesel plus elo ngobrol dan waktu terlambat lo nambah lagi tiga menit
jadi hukuman lu juga nambah"ucap Afkar dengan tampang tak berdosa
"pan yang ngomong elu,kok hukuman gua yang nambah??"balas Nandira bingung
"Sultan mah bebas"jawab Afkar santai
"Sultan pala lu peang , Sultan kawe kali "
Nandira mulai kesal.
"waktu hukuman lu nambah lima menit lagi "kata Afkar
"ihhhhhh nyebelin banget sih lu jadi cowok
gua cium nanti klepek klepek lu"geram Nandira
lu". ketus Afkar "udah muka lu pas pasan , body bisa aja, pendek, tomboi, gaya kayak preman pasar, lu mau sekolah apa mau malak
orang?? " ucap Afkar dengan nada mengejek
"gila ... mulut lu pedes banget!!! kek cabe setan
ngalahin ocehan mak rempong tau gak sih lu" gerutu Nandira
"apa yang gua bilang mah gak seberapa . lu
aja yang gak pernah ngaca sama semua kekurangan lu .yang bejibun kek sampah di kali Ciliwung "ejek Afkar
"sembarang kalo ngomong .๐ ๐ gini gini gua itu punya jutaan kelebihan tau "kata Nandira tak terima dengan ucapannya Afkar
"kelebihan.... apaan kekurangan yang ada "
__ADS_1
ejek Afkar
"ihhhhhhhhh tuh mulut . gua cabein nanti tau rasa lu"ketus Nandira yang sudah sangat kesal dengan sindiran dari Afkar ๐ก๐ก๐ก
"waktu hukuman lo nambah enam menit lagi"
ucap Afkar dengan senyuman jahil yang terukir di wajahnya
"jam istirahat nanti Lo keruang OSIS buat terima hukuman"tambahnya
"issss dasar perhitungan !!!๐ค๐ค"ujar Nandira
kesal
"Dira sorry lama, mana tangan, lu sini gue plester,"ucap Alfaro dari belakang mereka
Alfaro pun menempelkan plester ketangan Nandira dengan lembut dan hati hati
"kenapa muka lu ketekuk gitu? kayak baju belum di gosok aja "canda Alfaro
"kak Al masa Dira di marah marahin "adu Nandira dengan manja pada Alfaro yang sudah ia anggap seperti kakak kandungnya
sendiri.
"siapa? siapa? yang berani marahin kamu?!!!
mana orangnya biar gua cabutin bulu keteknya"kata Alfaro
"lo yakin berani nyabutin bulu ketek gua "
ketus Alfaro "lagian nih ya.. yang salah itu
nih cewek abal abal. udah telat malah
santuy santuy di sini dasar kaum rebahan"
ketus Afkar
"eh.. ketua ๐๐iya nih.dasar cewek bar bar
__ADS_1
memang kamu gak dengan bell udah bunyi dari tadi"ucap Alfaro berbalik memarahi Nandira.
"dasar kak Al cemen ." Nandira pun berlalu pergi meninggalkan dua cogan itu