Kakak Kelas Ku Suamiku

Kakak Kelas Ku Suamiku
Gagal Belah Duren


__ADS_3

Setelah mereka selesai sarapan mereka Berangkat ke arah rumah Pak Barata orang tua Azly


Kecuali Bella dan Tante Sri.


Mobil membelah jalanan ibu kota jakarta, Tak dapat begitu kencang karena ramai, banyak orang yang ber sepedaan atau sekedar jalan santai karena, ini hari Wekend.


Tak lama tibalah mereka, di pekarangan Rumah mewah itu.


Mereka semua keluar dari mobil dan Azly langsung berhambur ke pelukan sangat ibu


"Ibu Azly kangen" ucap nya seperti anak kecil yang kehilangan ibu nya


"Halo, besanku mari masuk mari, ayo Lely" seru Pak Brata


Kini mereka telah berkumpul, diruang keluarga


"Bagaimana keadaan mu, nak? sehat?" tanya Ibu Santi.


"Aku sehat bu, apa lagi setiap hari selalu Makan masakan Mama, iya kan, ma?" Jawab Azly memuji ibu mertua nya


"Kamu ini ada-ada saja ly" ucap mertua nya itu


"Bahram gimana sekolah kamu" tanya Pak Brata


"Baik yah, sebentar lagi akan ujian nasional" ucap nya


"Jadi gimana, ini?" tanya Pak Brata


"Apa nya, ayah? tanya Azly


"Kapan kalian akan, memberikan Ayah cucu" ucap Pria paruh baya itu


"Ayah ih, Azly belom tamat juga" ucap nya


"Iya, tak ada salah nya nak lagian sebentar lagi Bahram akan lulus sekolah dan kamu bisa sekolah dari rumah" terang mama Lely


"Ntah lah yah, kami juta tak menunda" ucap Bahram sembari menatap sang istri


Azly pun hanya terdiam, mengingat mereka Bahkan belum melakukan nya. merasa sangat berdosa pada sang suami.


Tapi ia bersyukur mendapat suami seperti Bahram, yang mengerti keadaan nya dan tak banyak menuntut.


"Azly Ikutlah ibu, dan mama mu kebelakang ayah mau bicara penting" ucap pak Brata


"Iya yah" ucap Azly


Setelah Azly beranjak dari tempat itu barulah pak Brata memulai percakapan


"Mr Carl, dia mengajak ku bekerja sama untuk menjatuhkan. perusaan mu Yansen" ucap Pak Brata


"Sudah ku duga, dia akan melakukan itu" kata pak Yansen


"Dia akan menjalankan aksi nya dalam minggu ini jika aku mau membantu nya" jelas Pak Brata lagi


Bahram hanya menyimak, dia tak mengerti apa yang sedang di bicaran oleh dua pria paruh baya itu.


"Mr Carl siapa, dia? apa hubungan nya dengan perusahaan kita pah?" tanya Bahram


"Baik, kau ikuti saja rencana ku Brata. rupa nya nyamuk itu. mau bermain-main dengan ku" ucap Pak Yansen


Setelah Pak Yansen menjelaskan pada Bahram apa yang terjadi, dan menjelaskan rencana mereka ke depan nya. mereka Berpindah ke taman samping rumah.


Azly dan kedua wanita paruh baya itu tengah duduk di gazebo, sambil memakan kue yang mereka masak tadi.


Di tepi pantai Mita, veronica, dan Cindy tengah bermain pasir tak sengaja mereka melihat tiga cowok ganteng. yang tengah Bermain jetsky


"Aduh itu kak James gak sih, ganteng banget gilak" kata Veronica


"Eh iya itu mereka, tapi kok Kak Bahram gak ada ya biasa dimana mereka disitu juga ada kak Bahram" tanya Cindy lupa


"Pletak!! Aww tangan lo keras banget kaya kayu mit" ucap Cindy kepala nya di tekis mita sedikit.

__ADS_1


"Lo lupa, ya? kak Bahram pasti lagi sama Azly lah" kata mita mengingatkan


"Eh iya, lupa gue" jawab Azly polos


Tiba-tiba ketiga cowok tampan itu mendekati mereka, terlebih lagi Iqbal yang Memperhatikan Mita intens.


"Cantik" gumam Iqbal


"Hay ladies, kita ke pinggir sana yuk sambil minum kelapa muda" ajak James


"kamu sudah makan, mit? tanya Iqbal prontal yang membuat para sahabat mereka melongo tak percaya


"Wait-wait, ada apaan ini kalian pacaran kah? harus pajak jadian ini" ucap James sumringah


"E-enggak kok, kita gak pacaran" jawab Mita


"Mit, beneran ini? kok lo gak ngasih tau kita" tanya veronica


"Bukan enggak, tapi belom" jawab Iqbal terang-terangan


Entah mengapa, sejak malam itu ia ngerasa Nyaman banget kalo dekat wanita ini.


memang waktu di sekolah, Iqbal sesekali melirik ke arah mita.


Mereka ber enam pun duduk di bawah pohon kelapa sambil meminum, kelapa muda.


"Pulang nanti gue anter ya, mit!" Seru Iqbal


"Eh, gak kak biar gue bareng mereka aja" tolak Mita sopan


"Apaan orang kita mau pergi ke pasar dulu iyakan cin" ucap veronica


"I-iya kita mau beli sesuatu" jawab Cindy bingung


"Ver kita mau ngapain ke pasar?" bisik polos Cindy


Veronica langsung memberi kode, mengedip kan mata nye sebelah. Barulah Cindy sadar


"Boleh deh" jawab Mita pasrah


Di dalam kamar, seorang gadis tengah memeluk lutut nya. ia tampak Shok perihal Masalah malam kemarin, dan yang bikin dia Down sekarang orang-orang sudah mengetahui bagaimana dia sebenarnya.


Brahg!! prank!! Aaaaakgh!!!


Teriak wanita itu, dangan membanting apa saja yang ada di dekat nya


"Gue harus pindah" ucap nya


"Kenapa sayang? ya ampun, kenapa kamar berantakan kaya kapal pecah gini sih" kaget mami Meta


"Suren mau pindah aja mih, ke London" ucap wanita itu


"Yakin kamu mau, pindah? baiklah mami tanya papi kamu dulu nanti" kata wanita paruh baya itu


Di Rumah mewah keluarga Pak Brata


"Azly, Bahram kami pergi dulu kalian jaga rumah ya" ucap Pak Brata


"Iya yah jangan kan rumah, Azly nya aja Bahram jagain kok" ucap Bahram yang diikuti cubitan Azly pada perut suami nya itu.


Setelah kepergian para orang tua itu, Bahram dan Azly masuk ke dalam kamar


Kamar tempat Azly biasa nya menghabiskan waktu nya ber malasan.


Mereka kini tangah berbaring, di atas ranjang Itu. lalu tangan Bahram menarik pundak Azly Agar lebih dekat dengan nya.


"Apa tanggapan kamu tentang obrolan kita di bawah, tadi? tanya Bahram


" Kamu? obrolan di bawah? tanya Azly bingung


"Iya kamu dan aku, mulai sekarang ganti panggilan kita aku, kamu aja ya biar enak di dengar" ucap Bahram

__ADS_1


"Ta-tapi, lidah gue masih agak kelu" Jujur Mita


"Suut, aku! ingat aku dan kamu" sekali lagi kamu langgar aku hukum kamu dengan ciuman ucap nya sambil mencium pipi Azly


"Ih curang kan gue, eh maksut nya aku belom ada nge langgar" ucap nya manyun


"Itu barusan ngelanggar" Jawab Bahram sambil memeluk erat tubuh Azly.


"Sayang" panggil Bahram


"Ka-kamu gak salah?" tanya Azly


"Enggak, orang aku emang udah sayang sama kamu" ucap Bahram lagi


"Deg, beneran? tanya Azly tak percaya


Hanya di jawab anggukan oleh Bahram, karena. dia tengah sibuk menelusuri lekuk leher Azly dan memainkan lidah nya disana


"Agh, cu-cukup, Ah" nyeracau Azly


mendengar itu Bahram semakin bersemangat, dan turun ke gunung kembar itu, dan menguyel-nguyel wajah nya dengan sesekali menggigit yang membuat Azly menggelinjang kegelian.


Tangan nya Mulai nakal masuk de dalam bungkus gunung kembar itu dan menarik Bra istri nya begitu saja, hingga tampak lah benda Bulat berwarna pink di ujung gunung nan indah itu.


Sesegera mungkin Ia ******* nya sesekali menghisap nya membuat Azly tak kuasa menahan ******* dari bibir kecil nya


"Keluarkan sayang, jangan di tahan" Seru Bahram


"Boleh, sekarang?" tanya Bahram menginginkan.


"A-aku lagi datang bulan" jujur Azly


mendengar itu Bahram tampak lemas, tapi ia tak memaksakan ia mengerti hal itu


"Apakah kamu sudah siap?" tanya Bahram


"Hm, aku belom siap tapi mau tidak mau harus siap kan" ucap Azly


"Terimakasih sayang, aku pasti akan menunggu waktu itu tiba, kapan selesai nya" ucap Bahram


"Perkiraan satu minggu lagi" ucap Azly


Bahram pun hanya menggukan kepala nya mau di paksa kan juga tak mungkin pikir nya.


Mereka pun berpelukan hingga tertidur pulas


.


.


.


.


.


.


Bersambung...


Jangan lupa


Like


Vote


komen


terimakasih sudah mampir😘


Di tunggu episode-episode berikut nya ya❤️

__ADS_1


__ADS_2