Kakak Kelas Ku Suamiku

Kakak Kelas Ku Suamiku
Kantor


__ADS_3

...🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻...


.


.


Sang surya sudah menampakan sinar indah nya, membuat siapa saja terpana dengan keindahan itu. dan suasana pagi amat cerah tak menampakan langit gelap seperti kemarin


Mita dan veronika semalam menginap di rumah Cindy untuk sekedar menghabiskan waktu bersama, kini mereka baru selesai sarapan.


"Eh kok Azly gak bisa di telepon ya" kata Mita


"Iya nih, kemarin gue coba telepon juga gak bisa. kemana ya tuh anak" jawab Cindy


"Udah mending habis ini kita ke rumah nya aja" ajak veronica


"Boleh juga, habis mandi deh" ucap Cindy


"Ya-iya lah gila lo gak pake mandi malu dong gue sama Kak Iqbal" cengenges Mita


Sontak saja dapat ketukan di kepala oleh dua sahabat nya itu, kini mereka tengah bergantian untuk mandi bersiap pergi ke rumah Azly


"Eh nanti kalo ada kak Bahram, gimana? gak asik tauk" kata veronika


"Huf, nanti ada yang mau gue ceritain sama kalian" ucap Mita menarik nafas nya dalam


Bahram tengah bersiap untuk pergi ke kantor, mulai hari ini ia akan mulai aktif untuk urusan kantor. pak Yansen belum bisa kembali ke aktifitas biasa karena penyakit yang ia derita.


"Mbok tolong suruh pak Abdul untuk siap kan mobil" perintah Bahram


"Baik den" ucap Mbok siti


Ketika Bahram hendak berdiri ada telepon dari sekretaris nya. memberitahu akan ada pertemuan dengan wakil perusahaan Gouldker grub.


Sekretaris Indra📞


"Halo selamat pagi tuan" sapa sekretaris Indra


^^^Bahram📞^^^


^^^"Apa" jawab Bahram singkat^^^


Sekretaris Indra📞


"Tuan pagi ini pukul 10 anda ada pertemuan dengan wakil dari perusahaan Gouldker grub" ucap sekretaris Indra


^^^Bahram📞^^^


^^^"Huf, atur saja semua" jawab Bahram malas^^^


Sekretaris Indra📞


"Baik tuan saya matikan dulu permisi" ucap sekretaris Indra sopan


Titt!


"Baru permulaan Bahram, ini tak kan sulit untuk mu" ucap Bahram angkuh


Kini Bahram telah berada di dalam mobil, ia duduk di kursi penumpang hari ini ia sengaja membawa supir. ntah mengapa rasa nya malas sekali menyetir.


Perjalanan hanya menumpuh waktu 15 menit untuk ke kantor, tak lama mobil mewah itu telah sampai di halaman gedung pencakar langit.


Bahram keluar dengan memakai kacamata hitam. semua mata tertuju pada nya. kaki Jenjang itu melenggang masuk ke dalam Gedung, di iringi histeris pada karyawan wanita. yang melihat kasima seorang Bahram Nugraha Perkasa.


"Oh itu ya anak nya tuan Yansen, ya ampun ganteng banget huaa"


"Harus gue pepet nih"


"Omo-Omo liat aja tuh dari luar aja nampak perut nya sisfek banget, apa lagi kalo di pegang langsung" bisik-bisik para karyawati


tapi masih bisa di dengar Bahram


Seketika mata elang Bahram, menatap mereka sekilas, membuat para wanita itu bungkam seketika. tatapan dingin dan tajam Bahram seolah mampu membunuh.


Kini Bahram telah berada di dalam lift, menuju lantai 40 tempat ruangan nya berada.


Sesampai nya di ruangan Bahram langsung di suguhkan dengan setumpuk kertas, yang harus segera ia tanda tangani.

__ADS_1


Tok!


Tok!


Tok!


"Masuk" ucap Bahram dingin


"Permisi tuan, klien sudah menunggu di ruang meeting" ucap sekretaris Indra


"Baik lah aku akan segera ke sana, apa semua sudah, siap?" tanya Bahram


"Sudah tuan" jawab Sekretaris Indra


Ketika Bahram masuk ke dalam ruangan, meeting ia terkejut dengan siapa yang berada di depan nya kini.


"Selamat pagi maaf saya" ucap Bahram menggantung


"Sania" ucap Bahram terkejut.


"Halo tuan Bahram selamat pagi" sapa Sania manja


"Indra kau keluar lah dulu" perintah Bahram


"Baik tuan" jawab sekretaris Indra


"Huh nasib bawahan ya gini" gumel Indra dalam hati


Kini tinggal lah Bahram dan Sania di dalam ruangan itu, bukan nya membahas masalah pekerjaan mereka berdua malah memadu kasih di atas kursi sofa itu.


Sania memang sengaja mewakilkan Mr Carl dalam pertemuan ini, selain untuk merayu Bahram untuk menyetujui kerja sama perusahaan, ia juga berniat memberi tahu kan sesuatu pada Bahram.


Disisi lain kini Mita dan para sahabat nya tengah berada di jalan, menuju kediaman keluarga Azly, mereka khawatir dengan tidak bisa di hubungi nya sahabat nya itu.


Setelah sampai mereka langsung mengetuk pintu, tapi yang keluar hanya lah bik Inem pembantu rumah itu.


"Ada apa non" tanya bik Inem sopan


"Bik Alzy nya, ada?" tanya Veronika


"Apa, kok dia gak ngasih tau kita sih, terus tante mana, bik?" tanya Mita


"Nyonya dan tuan nyusul non Alzy tadi malam" kata bik Inem


"Ih Azly liburan kok gak ngajak sih, terus apa suami nya juga ikut bik" tanya Mita iseng


"Maaf non saya kurang tau" kata bik Inem jujur


Mereka pun meninggalkan rumah mewah itu, dengan perasaan penuh tanda tanya. seperti ada yang janggal, biasa nya pun tak akan susah sinyal di sana, bahkan mereka masih bisa melakukan video call jika Azly berada di kampung. tapi kini aktif pun tidak.


Tak lama masuk lah telepon dari Iqbal di HP Mita.


Berdering...


Mita📞


"Halo kak, kenapa?" tanya mita


^^^Iqbal📞^^^


^^^"Kamu di mana, sayang? kok kaya lagi di jalan" tanya Iqbal posesif^^^


Mita📞


"Di arah jalan pulang kak, habis dari rumah Azly tapi kata ART nya dia pulang Kampung. sebel dia liburan gak ngasih tau kita" kata Mita cemberut


^^^Iqbal📞^^^


^^^"Aduh sayang aku, gemes banget sih. nanti kita liburan ke Bali ya sekalian nyicil dedek" kata Iqbal asal^^^


Mita📞


"Apaan sih kak, ah males" ucap Mita malu


^^^Iqbal📞^^^


^^^"Bercanda kok sayang, eh iya jangan cari tahu tentang Azly dulu ya. aku dengar dia dan Bahram sedang ada masalah kini" nasehat Iqbal^^^

__ADS_1


Setelah telepon mati, Mita menceritakan semua yang ia ketahui, dan pesan Iqbal tadi pada dua sahabat nya itu.


"Ya ampun Alzy sayang kasihan banget hiks" ucap Candy tak tega


"Awas aja tuh sih Bahram gue pites ntar kalo ketemu berani banget buat Alzy kek gitu" kata veronika dengan menggumpal kan tangan nya


"Hm, kita doakan saja yang terbaik. karena kita gak bisa ikut campur terlalu dalam" nasehat Mita


Mita melajukan mobil itu menuju lapangan tempat dimana, Iqbal dan kawan-kawan tengah bermain futsal sekarang, tampa sepengetahuan mereka.


"Mit kita mau ke mana sih" tanya Cindy heran


"Yaelah ikut aja lah bawel lo" jawab Mita


Tak lama mobil itu masuk ke parkiran lapangan besar, sudah terdengar suara hiruk orang yang sedang bermain maupun menonton.


"Mau ngapain kita kesini sih" tanya Mita


"Mau berenang, ya mau nonton orang main futsal lah. cowok gue main tuh" ucap Mita sembari berjalan masuk ke aula lapangan


"Eh tunggu napa" sebel Cindy


"Lebay lo gak bakal hilang juga kalik" kata Veronika


Setelah sampai dalam Lapangan, mereka langsung mencari bangku kosong. tepat di ujung dekat tiang gawang tim Iqbal mereka menemukan beberapa bangku.


"Ayo semangat kak Iqbal" teriak Mita


Iqbal yang mendengar itu langsung, bertambah semangat, ia kaget plus senang kekasihnya tiba-tiba berada di lapangan.


Tak lama pertandingan pun selesai dengan di menangkan, dengan tim Iqbal 3-0.


"Sayang kok gak bilang sih mau kesini" tanya Iqbal sambil meluruskan kaki nya di tanah


"He-he suprise dong, nih minum dulu" ucap Mita sembari memberi sebotol aqua pada Iqbal


"Makasih cantik" kata Iqbal senyum


"Hay Cindy, makin cantik aja nih" goda James


"Apaan dah emang gue cantik kalik ke mana aja lo" ucap Mita jutek


"Pulang bareng gue aja ya, sekalian gue kenalin sama bokap nyokap" ajak James


"Gak" ucap Cindy spontan


"Uhuk-uhuk, enak ya kalo punya cewek tuh. dua serasa milik berdua yang lain pada ngontrak" goda Aldo


"Cak ilah, iri aje lo tu si vero kan ada, pepet aja udah" kata James asal


Aldo langsung menatap Vero senyum, yang di tatap membuang muka malu


.


.


.


.


.


.


Bersambung...


Jangan lupa


Like


Vote


komen


terimakasih sudah mampir😘


Di tunggu episode-episode berikut nya ya❤️

__ADS_1


__ADS_2