Kakak Kelas Ku Suamiku

Kakak Kelas Ku Suamiku
episode 4


__ADS_3

sesampainya di kantin.mereka langsung duduk di bangku yang sudah di tempati


Afkar, Baim dan Dimas


"kok ke kantin gak ngajak ngajak sih!!!😤"ucap Arga yang langsung duduk di samping Afkar


"lama kalo nungging elo 😒"jutek Afkar


"gua gabung ya"kata seseorang dari belakang mereka, yang tak lain adalah Alfaro


"gak ada yang ngelarang kok"jutek Afkar


"aelahhh jutek amat sih lu"timpal Baim


dan Alfaro pun duduk di depan Nandira di samping Arga


"udah udah ngapain sih.pake acara debat segala, udah laper nihhhhh"keluh Rara


"otak lo isinya makanan doang ya?!"kesal Arga


"sewot aja lu 😒😒"kesal Rara


"Dira lo jadi neraktir kita kan ?"tanya Vicka


"jadi dong"balas Nandira


"gak bisa"ucapan itu keluar dari mulut Alfaro yang membuat semua orang melihatnya


"kenapa??"tanya Nandira bingung


Alfaro pun tiba tiba berdiri"hari ini elo semua boleh pesen semua yang lo.mau gua yang bayar"ucapnya yang di balas sorak senang dari para penghuni kantin yang senang karena mereka bisa makan gratis hari ini


"tumben lu baik"kata Arga


"ada angin apa nih??"ucap Baim


"gak ada angin gak ada hujan tumben lu baik sampe mau neraktir kita"kata Dimas


"karena hari ini.junior gua pindah ke sekolah ini"ucap Alfaro sambil melirik Nandira


"emang elo punya hubungan apa sama dia?"tanya Dimas penasaran


"kan gue udah bilang dia itu junior gua waktu SMP"jawab Alfaro


"yakin cuma Junior??"tanya Arga


"gak ada hubungan lain gitu? yang lebih spesial??"goda Vicka


"ngomong lagi, bayar sendiri makanan lo"


dingin Alfaro. hal itupun berhasil membuat

__ADS_1


jiwa keponya Vicka terhenti


"kalian mau pesen apa??"tanya butin


(buk kantin), merekapun menyebutkan pesanannya masing masing, sekarang giliran


Alfaro untuk memesan


"buk sub tulangnya tiga ya!! minumannya


jus mangga dua GPL ya buk, udah itu aja"ucap Alfaro dan butin pun langsung pergi menuju dapur


"lohh kan aku belum pesen"ucap Nandira


"tadi kan udah aku pesenin sekalian"ucap Alfaro


"kamu tuh harus banyak makan!! liat tuh badan mu tinggal tulang doang "kata Alfaro


"sembarangan kalo ngomong"


(setelah selesai makan)


"heh! cewek baru gue tunggu di ruang OSIS,pas pulang sekolah"ucap Afkar datar


(saat pulang sekolah)


Nandira pun berjalan menuju ruang OSIS


di sana sudah ada Afkar yang sedang membersihkan rak buku.


"ngapain masih bengong aja!!! cepetan ambil sapu dan bersihin ruangan ini"ucapnya datar


"iya iya bawel banget sih!!!"gerutu Nandira


"mau gue tambah hukumannya?"ancam Afkar


"jangan dong kak!! kak Afkar ganteng deh"puji Nandira supaya tidak di tambah hukumannya


"dari lahir kalik"ucap Afkar menyombongkan dirinya Nandira pun hanya memutar matanya


sekarang jam sudah menunjukkan pukul


17.00 yang artinya sudah satu jam Nandira


membersihkan ruang OSIS sendirian


ya sendirian karena Afkar hanya memandangnya saja tampa berniat membantu sama sekali


"hufff Alhamdulillah udah selesai"ucap Nandira iapun langsung melihat jam tangan


berwarna putih miliknya

__ADS_1


"hah!! udah jam Lima sore!!!"ucapnya


"lelet banget sih lo!! beresin gituan doang juga"jutek Afkar


"gimana gak lama ?! orang aku ngerjainnya sendirian"sinis Nandira


"ini tuh hukuman karena elo telat tadi"ucap Afkar


Tampa memperdulikan perkataan Afkar


Nandira langsung mengambil tasnya dan pergi keluar dari ruang OSIS tapi tangannya di tahan oleh Afkar


"mau kemana?"tanyanya singkat


"mau pulang"balas Nandira


"ya udah gue anterin"balas Afkar


"gak usah kan aku bawa motor sendiri"balas Nandira


"ini udah sore, gak baik kalo elo pulang


sendirian"balas Afkar


"terserah elo deh!! gua udah telat nih!!"balas


Nandira


merekapun akhirnya berangkat.Afkar dengan mobil sport hitamnya dan Nandira dengan motor sport merahnya


Afkar terus mengikuti Nandira sampai tiba


di depan rumah sakit


"mau ngapain dia ke sini"batin Afkar


Tampa memperdulikan Afkar Nandira dengan tergesa-gesa masuk ke dalam rumah sakit itu dan Afkar hanya megekorinya


tak lama setelah itu


merekapun tiba di depan ruang yang bertuliskan"VVIP"


Nandira langsung masuk dan di ikuti oleh Afkar dari belakang


terlihat seorang lelaki yang berbaring di atas ranjang.dengan badan yang sudah di tempeli


alat alat canggih dan juga infus


ruangan itu sangat hening hanya ada suara


*tit..tit..tit*dari sebuah alat pendeteksi detak jantung

__ADS_1


dan Nandira duduk di kursi samping ranjang lelaki itu, dan dia hanya memegang satu tangan pria itu dengan kedua tangannya


Siapakah pria itu????


__ADS_2