
Siapkan tisu sendiri yaa makk author gak punya stok soal nya hihihi
🍂🍂🍂🍂🍂🍂
"Ibuuuuu, ayaaaaaaah kenapa kalian tinggalin Azly hiks hiks, kenapa? Ly gak sanggup kalo gak ada kalian. dunia ini terlalu kejam yah tolong bawa Ly bersama kalian" ucap Azly tersedu-sedu
"Betapa tragis nya cara kalian pergi bu, siapa yang melakukan ini hiks hiks, siapa yang menjaga Azly lagi, siapa yang ngerawat Ly kalo sakit, siapa yang suapin Azly kalo makan ibuuuu, ayaaaaah kenapa kalian pergi hiks hiks hiks" tangis Azly pecah sambil terwujud karena tak kuat menahan kesedihan nya.
"Azly tenang lah nak, pikir kan kesehatan mu pikir kan kandungan mu" ucap nek Minah menenangkan. tak di pungkiri wanita renta itu juga sangat terpukul karena anak semata wayang nya sudah tiada.
"Mbak tenang lah betul kata nenek hiks pikirkan diri mbak juga hiks hiks" sambung Miko
"Kenapa mereka begitu cepat pergi nek, lantas apa yang harus Ly lakukan setelah ini, Ayo nek kita jemput ibu dan ayah hiks hiks" ajak Azly sambil berdiri berjalan ke arah rumah
Ia mengambil beberapa uang yang tersisa, untuk membeli tiket pulang. tak terasa hidung nya kembali mengeluarkan darah segar. tapi tak ia perduli kan. yang penting kini ia bisa bertemu dengan jasad kedua orang tua nya.
Jam sudah menunjukan pukul 7 malam, Azly beserta nenek dan Miko sudah tiba di rumah mewah nya. yang sudah di penuhi oleh para pelayat, termasuk para sahabat Azly.
Wanita cantik itu berlari ke arah jasad kedua orang tua nya yang terbaring kaku. dengan di Baluti kain putih.
"Ibuuuu, ayaaaaah bangun hiks hiks Ly di sini Azly sudah pulang yah bu. ayo bangun lah apa kalian tidak ingin kita makan malam bersama ini sudah waktu nya makan malam hiks hiks" kata Azly terisak
"Ayaaaaah" ucap Azly sembari memeluk kaki sang ayah
"Ya Tuhan kenapa kau begitu tak adil, memberiku cobaan seberat ini. kau ambil ibu dan ayah ku, kau sendiri tau aku tak bisa tanpa mereka hiks hiks" kata Azly disela tangis nya
Tak munafik saat ini ia butuh suami nya Bahram ada di sisi nya untuk memberi pelukan dan menguatkan.Tapi apalah daya, ia adalah istri yang tak di inginkan.
Tak lama ada sosok lembut, yang memeluk nya dari belakang.
"Azly, kamu yang sabar nak mama ada untuk kamu. kau masih punyak kita hiks" ucap mama Santi menenangkan
"Brata, mengapa kau yang meninggalkan dunia ini duluan kau sungguh curang Brata. aku yang sakit mengapa kau yang pergi duluan, ayo bangun lah sahabat ku mari kita ulang kebersamaan kita dulu. apa kau tak kasihan pada putri mu" ucap pak Yansen dengan mata yang berembun duduk di tepi tubuh dingin sahabat nya itu
Pak Yansen sama terpukul nya, dengan Azly bagaimana tidak ia dan almarhum adalah sahabat dari bangku SMP sudah seperti saudara.
"Ayah dan ibu nya silahkan di cium, kain kafan nya mau di tutup air mata nya jangan sampai netes ya" ucap pak Ustad mengingatkan
Kata-kata itu akan terus terngiang di telinga dan pikiran Azly. sebagai perkataan membunuh hidup bagi nya.
Azly menatap ke arah ayah dan ibu nya bergantian. seketika teringat kenangan indah mereka dulu, jika waktu bisa di ulang ingin rasa nya ia menggantikan posisi kedua orang tua nya kini. tetes demi tetes buliran bening itu turun, yang tak dapat membangun kan dua orang yang di sayangi nya itu.
"Ayah, ibu maafin Azly kalo selama ini Ly banyak salah sama kalian. belom bisa jadi anak yang berbakti Zly sayang kalian sampai kapan pun hiks hiks ayah tenang saja Ly gak bakal lupain masa-masa indah kita dulu hiks hiks ayah yang terhebat" ucap Azly
__ADS_1
"Ibu, terimakasih untuk kasih sayang dan air susu mu yang berharga itu bu, yang sudah engkau berikan pada anak mu ini hiks hiks" kata Azly susah patah iya menahan air mata nya agar tak menetes.
Setelah nya wanita cantik itu, berpindah ke arah kaki ayah dan ibu nya. mencium satu persatu kaki itu. ia mencium lama surga nya menarik nafas panjang, lalu berkata
"Ibu ayah doakan Azly untuk tetap menjadi kuat ya, Ly tau kalian selalu ada di dekat Azly walau wujud kalian tak tampak." ucap Azly sambil mengelap air mata sekaligus darah segar yang keluar dari hidung nya. agar tak ada yang tampak
"Pak ustad silahkan di tutup, biar ibu dan ayah gak ke dinginan" lirih Azly
Pelayat yang mendengar itu, tak kuasa menahan air mata ikut sedih mendengar tutur kata Azly yang menyayat hati itu. seolah sama kehilangan nya.
"Azly sudah ya, ikhlaskan orang tua mu biar mereka tenang" ucap nek Minah ia lebih tabah kini agar anak dan menantu nya itu tenang di sisi Allah
"Ly akan coba nek" ucap wanita cantik itu sembari bersender pada ibu mertua nya
"Azly jangan sedih lagi kita semua sayang sama kamu. Azly adalah menantu kesayangan mama" ucap mama Lely penuh kasih
"Iya nak, anggap saja mama dan papa ini orang tua kandung kamu. kau sudah papa anggap lebih dari menantu. kau anak yang baik Sahabat ku tak salah mendidik mu" kata pak Yansen lirih sambil mengelus rambut menantu nya itu
Mendengar itu Azky tersenyum miris, mereka semua? bagaimana dengan Bahram pikir nya.
"Brata, Santi aku berjanji akan menjaga anak kalian. tidurlah dengan tenang jujur aku sungguh terpukul Brata, sungguh aku marah pada mu meninggalkan aku dan putri mu. kau sendiri tau bagaimana aku menyayangimu sebagai adik ku sendiri. aku berharap kita berjumpa lagi di surga nanti, tunggu aku sahabat ku" ucap pak Yansen dalam hati
Kini dua pasangan sehidup semati itu, telah Di kebumikan dengan satu liang lahat. itu permintaan dari Azly sendiri. semua orang sudah meninggalkan pemakanan itu termasuk Azly
Kini orang terdekat Azly sudah berada di rumah mewah nya. menemani Azly sebelum mereka pulang.
Begitu pun para sahabat nya, mereka mendekat lalu memeluk Azly. seolah memberikan kekuatan untuk sahabat nya itu.
"Azly lo yang kuat ya, kita akan selalu ada kok buat lo" ucap Mita
"Iya Ly, lo boleh kok anggep mama gue itu nyokap lo juga karena kita saudara" kata Cindy
"Bener Zly kita keluarga, kalo lo ada apa-apa cerita ke kita ya jangan di pendem sendiri" ucap veronika lagi
"Kalian sahabat terbaik gue, makasih banget udah selalu ada buat gue. hiks hiks hiks gue cuma punya kalian sekarang ibu sama ayah udah pergi ninggalin gue gak pulang lagi hiks hiks" tangis Azly pecah di pelukan Sahabat nya itu
"Sayang malam ini kita tinggal disini dulu besok kau ikutlah kembali ke Mansion kita" lerai mama Lely
"Ly disini aja mah, pasti ibu dan ayah masih ada disini. nanti mereka nyariin Ly kasihan mereka kan kangen sama aku" lirih Azly
"Azly" ucap mama Ly tak kuasa menahan Air mata nya
Sedangkan pak Yansen sudah tak berada di sana, ia memilih keluar dari rumah itu dan berdiam diri di dalam mobil. ia tak mau menampakan kesedihan nya di depan sang menantu.
__ADS_1
Tak lama Ada seorang pria tampan, yang tenang memperhatikan mereka berdua. di ambang pintu dan perlahan mendekati ibu dan anak itu. sementara para sahabat Azly telah pamit untuk pulang.
"Ehem" deham Bahram dengan memasukan tangan nya ke dalam kantong.
"Bahram kenapa kau baru tiba nak, mertua mu sudah di makamkan tadi" kata mama Lely
"Aku ada kerjaan mah penting" elak Bahram
"Apa yang lebih penting dari berpulang nya, sang mertua ke rahmatullah" ucap Azly dalam hati dengan senyum tipis
Kini semua telah berada di dalam kamar masing-masing, Azly masih duduk di atas sofa di dalam kamar nya. memeluk kaki putih nya itu. seolah ini semua mimpi bagi nya. rasa nya baru kemarin sang ibu mengomeli nya tiap pagi untuk berangkat sekolah.
Ceklek
"Beberapa hari lagi surat penceraian kita akan keluar, aku akan segera mengurus nya" ucap Bahram yang tiba-tiba masuk
"Setelah itu kau pergilah sejauh mungkin, karena aku akan menikahi Sania dia mengandung anak ku sekarang" kata Bahram santai
.
.
.
.
.
.
Bersambung
Jangan lupa
Like
Vote
komen
terimakasih sudah mampir😘
Di tunggu episode-episode berikut nya ya❤️
__ADS_1