
"Jika kau ingin aku pergi, dan menginginkan wanita itu aku akan pergi" ucap Azly dalam hati
.
.
Kini Azly telah berada di Mension, ia menatap cermin besar dalam kamar nya itu. memperhatikan diri nya dengan nasib yang Sangat memprihatinkan, dengan malas ia membuka satu persatu pakaian yang ia kenakan mengganti Kan nya dengan yang baru.
Ia hanya berada di kamar seharian tanpa Makan dari pagi, karena hal itu sangat mengganggu hati dan pikiran nya.
"Apa aku berhak, marah? emang nya siapa aku yang mengharapkan lebih dari nya. sadarkah Azly kau itu tak lebih dari sebuah barang yang tak berguna, hanya sebagai alat yang Mengatas namakan persahabatan orang Tua mu" ucap nya pada diri sendiri
Setelah puas bermonolog dengan diri nya, Gadis cantik itu pun tertidur pulas. Tanpa ada sang suami di sisi nya
tak terasa hari pun sudah larut namun Bahram tak kunjung pulang, Azly terbangun mencari keberadaan Bahkan yang tak kunjung pulang.
"Kemana kau pergi, apakah kalian sedang bersenang-senang" ucap Azly tersenyum
Di sebuah Rumah makan bintang lima, sepasang pemuda tengah makan malam, Sang pria tak mengingat jika ada seorang wanita yang tengah menunggu nya pulang sedari siang. yang lupa untuk memikirkan kondisi Kesehatan nya sendiri.
"Sayang, habis ini kita ke apartemen ya aku ingin segera menghabiskan. waktu malam ini bersama mu, serta menebus ke salah pahaman tentang kita dulu" ucap gadis itu manja
"Segera jelaskan semua padaku nanti" kata Bahram dingin
"Apa kau sudah tak sayang pada, ku? kenapa kau cuek begini" ucap Sania dengan wajah sedih
"Aku tak tau Sania, ini perasaan cinta atau apa," ucap Bahram
"Baiklah, sebentar lagi aku akan membuat mu kembali jatuh cinta pada ku" yakin Sania
Kini tibalah mereka di salah satu Apartemen Milik Bahram, mereka berdua masuk ke Dalam apartemen itu. Sania langsung melenggang ke dapur membuat kan Bahram minum.
"Ini minum dulu sayang, kopi kesukaan mu aku mau ganti baju dulu" ucap Sania dengan senyum smirk nya
"Gak usah aku mau langsung pulang" kata Bahram
"Hm, yasudah kalo kamu mau pulang gak papa kok" ucap Bella dengan wajah sedih nya
"Baik lah aku akan tinggal sebentar, tapi aku gak bisa lama" jawab Iqbal tak tega
Bahram pun meminum kopi itu tanpa, rasa curiga sedikit pun, tak lama kemudian ia merasakan tubuh nya sungguh panas dingin, seperti ada yang ingin meronta di bawah sana.
Bella pun mendekati pria itu, hanya dengan Menggunakan lingerings pink transparan
"Sayang, apakah kau menginginkan ku?" ucap Sania manja
"Apa yang kau lakukan pada ku Sania" ucap Bahram sembari mata nya menatap liar tubuh wanita itu, Sania mulai menaiki tubuh Bahram dan meraba senjata nya, membuat Bahram semakin tak mampu menahannya.
"Ah, ayo kita mulai saja jangan ditahan begitu tak baik" kata wanita itu
__ADS_1
"Aku harus pulang, awass!" pekik Bahram mendorong tubuh Sania hingga terjatuh
"Bahram! berani sekali kau menolak ku awas kau" kesal Sania
Bahram baru teringat akan istri nya di rumah, sungguh ia merasa sangat bersalah. ternyata wanita itu tak berubah pikir nya, Bahram pun menguatkan diri untuk segera pulang.
"Azly sayang, maaf kan aku" ucap Bahram tertatih sambil membawa mobil kearah Mension
Tak lama Bahram pun telah tiba di Mansion, ia segera naik ke lantai atas mencari istri nya Dengan susah payah.
"Sayang kamu dimana" panggil Bahram
Azly yang berada di balkon pun, menatap Pria
itu heran, Bahram yang seperti orang gila, gelisah yang sangat teramat.
"Sayang aku membutuhkan mu sekarang aku mohon bantu aku" ucap Bahram yang memeluk Azly dari belakang
Lantas Azly langsung menepis tangan pria itu
"Mau apa lo, jangan sentuh gue" ucap Azly dengan mata berembun iya sangat marah kali ini
"Tolong lah aku sayang, atau aku akan mati seperti ini, Sania memberi ku obat perangsang tapi aku masih bisa menahan nya dan memilih pulang ke Mension" jelas Bahram yang sudah tak karuan
Azly menarik nafas nya dalam ia paham, Dengan keadaan Bahram saat ini dan ia mendekati pria itu, bagaimana pun Ia adalah seorang istri dan memang sudah sepantasnya. ia memberikan hak suami nya itu apalagi dalam keadaan seperti ini.
"Boleh kah sekarang? tanya Bahram memastikan
Azly hanya mengangguk meng iya kan
Tampa basa-basi Bahram, langsung menerkam gadis itu dengan tangan nya menarik paksa piyama Azly hingga robek. dan kini Azly telah polos
Dengan sedikit pemanasan Bahram menciumi leher jenjang, istri nya itu hingga meninggalkan bekas merah, dan beralih ke Dua gunung kembar ia mengecup nya berkali-kali yang membuat Azly mengerang menahan nya.
"Keluarkan saja sayang" suruh Bahram
"sekarang ya, aku akan pelan-pelan" ucap Bahram lembut
Bahram langsung mengarahkan senjata milik nya ke arah gua, milik istri nya itu yang sudah basah sedari tadi dengan pelan. ia menyatukan mereka berdua, dengan 2 kali hentakan kini ia berhasil membobol gawang istri nya itu. pelan tapi pasti
Azly menggigit bibir bawah nya, menahan rasa sakit yang belum pernah ia rasakan. Namun semakin lama rasa sakit itu digantikan dengan, rasa kenikmatan dunia
"Ah, kakk, awss aku" erang Azly menikmati permainan Suami nya itu
Mendengar ******* Azly Bahram semakin gencar dan liar, sesekali ia meremas gunung kembar itu
"Aku udah gak tahan" ucap Azly mesra
"Kita lepasin bareng sayang" kata Bahram
__ADS_1
Kini mereka berdua sama-sama terkulai lemas, Bahram yang masih berada di atas tubuh Azly menatap istri nya itu senyum, menghapus buliran bening yang keluar
"Terimakasih sayang, kau sudah menjadi istri ku seutuhnya sekarang. makasih untuk semua ini, maaf kalo aku membuat mu sedikit sakit tadi" Ucap Bahram sembari mencium kening Azly
"Hm iya, memang sudah tugas seorang istri melayani suami. dan menjaga diri ku dari sentuhan pria lain" jawab Azly sekaligus menyindir
"Maafin aku ya, sekarang aku paham mengapa kau marah pada ku, aku sungguh minta maaf udah ngecewain kamu. besok aku jelasin semua" ucap Bahram tulus
"Ya sudah segeralah cabut itu, sakit tau" seru Azly
"Sakit-sakit tapi jadi enak kan" goda Bahram sambil berpindah ke samping Azly
Mereka pun saling memeluk, Azly yang marah Pun kini sudah menjadi dingin, sebab suami Nya tetap mencari nya dalam keadaan seperti itu. ia sendiri tau betapa sulit nya menahan diri jika sudah terpengaruh obat itu.
"Aw, maaf" ucap Azly yang tak sengaja menyenggol senjata suami nya itu
"Kau sudah mengganggu macan tidur, sekarang ia terbangun tanggung jawab lah kau sayang" ucap Bahram
"A-aku kan sudah minta maaf, gak sengaja dan aku lelah" kelih Azly
"Sekali lagi ya" bisik Bahram di telinga Azly
Mereka pun kembali melakukan penyatuan itu lagi, malam ini menjadi malam panas sekaligus panjang untuk mereka. karena Bahram yang minta beberapa ronde hingga Azly kewalahan dibuat nya
.
.
.
.
.
.
Bersambung...
Jangan lupa
Like
Vote
komen
terimakasih sudah mampir😘
Di tunggu episode-episode berikut nya ya❤️
__ADS_1