Kakak Kelas Ku Suamiku

Kakak Kelas Ku Suamiku
Semakin Dekat


__ADS_3

Tak jauh dari mereka berdiri, ada sepasang mata memperhatikan mereka dengan senyum.


"Wah-wah hangat sekali pelukan ibu dan anak ini" ucap Bahram sembari berjalan mendekat dua wanita itu


"Kamu sudah pulang, nak? tanya mama Lely


"Iya mah nemenin bella beli buku" ucap Bahram santai


Ia lupa, kalo tak memberi tahu istri nya jika ia akan pergi bersama bella


"Kenapa tak mengajak istri, mu? bukan kan akan lebih seru jika kalian pergi, bertiga? kata wanita paruh baya itu


"gak apa mah, Azly gak papa kok" ucap Azly


"Bahram, kamu sudah menjadi seorang suami jika ingin keluar ijin dulu lah kepada istri mu, istri mana yang tak marah suami nya pergi tampa pamit" nasehat mama Lely


Bahram hanya menatap Azly diam, dan yang Di tatap pura-pura tidak tahu dan terus menyirami bunga lily.


"Ya sudah, mamah naik dulu mau bersih-bersih sebentar lagi papa mu pulang" ucap nya sambil berlalu pergi


"Apa benar kata, mama? tapi tampak nya saja Dia tak peduli aku pergi" gumam Bahram


"Apa lo, marah?" tanya nya pada Azly


"Tidak, kenapa gue harus marah bukan nya dia adik kesayangan lo" ucap Azly menekan kata kesayangan


"Huf, gue minta maaf" ucap nya sambil memegang tangan Azly


"Sudah lah tak apa, lagian gue cuma ada di sisi lo bukan di" Azly menggantungkan kan perkataan nya lalu berjalan pergi.


Ntah mengapa rasa nya agak sakit melihat Suami nya pergi dengan wanita lain tampa izin dulu pada nya, terlebih wanita itu ada niat yang lain, walaupun itu saudara nya sendiri.


Sesampai nyai di kamar Bahram mendekati Azly yang tengah berdiri di balkon kamar.


"Apa lo sudah memiliki perasaan sama, gue?" tanya Bahram


"Hm, ntah lah gue gak tau apakah ini yang di Namakan cinta" ucap nya


"Hanya belum, bukan berarti tidak" ucap Bahram menarik tangan Azly masuk ke dalam kamar.


Bahram men dudukan tubuh wanita itu di atas kasur, lalu memegang tangan nya dan mereka saling tatap bicara dari hati ke hati


"Aku tau ini tak mudah, tapi tak ada salah nya untuk kita mencoba. jujur gue sudah ada perasaan simpatik buat lo, dan mau kan lo Belajar untuk membuka hati buat, gue? tanya Bahram serius


Azly terdiam sejenak lalu mengangguk dan tersenyum ada buliran bening di sudut mata nya ia terharu untuk semua yang sudah terjadi, makin kesini ia semakin yakin kalo ini memang garis yang sudah di tulis Tuhan untuk nya


Bahram mendekat ke atas Azly, ia menacium bibir gadis itu makin lama semakin dalam, Azly yang belum pernah melakukan ini hanya terdiam, meskipun ia pernah berpacaran selama 2 tahun tapi mereka termasuk gaya pacaran yang sehat


Bahram ******* bibir ranum itu, sesekali ia menggigit kecil bibir bawah istri nya itu


Sampai akhir nya Azly bisa mengimbangi permainan suami nya itu


sesekali Bahram berhenti sejenak dan membiarkan wanita nya mengambil nafas


Makin lama Bahram semakin liar, ia menciumi kuduk istrinya itu dan meninggal kan beberapa jejak kepemilikan nya disana


Tangan Bahram mulai meremas dua gunung kembar itu yang terbungkus indah dengan balutan Dres

__ADS_1


saat tangan itu ingin meremas buas, Azly langsung tersentak


"Ja-jangan cukup seperti ini saja dulu" ucap Azly sambil tertunduk takut


"Tak apa, gue gak akan memaksa jika lo belom siap" ucap Bahram tersenyum lalu memeluk tubuh istri nya itu


Lalu di balas pelukan oleh Azly cukup lama mereka berpelukan, Azly menyudahi kegiatan mereka itu


"Ya sudah mandi sana, lo bauk keringat" ucap Bahram sambil mencubit pipit gadis itu


"Is apaan sih lo, wangi gini jugak" ucap nya sambil mengendus ketiak nya


"Mana sini coba gue cium" ucap Bahram yang mendekat ke arah ketiak Azly


Melihat itu Azly langsung berlari kearah kamar mandi dan lagi-lagi ia melupakan handuk.


Bahram tersenyum melihat tingkah laku istri kecil nya itu


"Gemesin" ucap Bahram


Di sebuah rumah mewah


Ridho tengah duduk santai di bangku taman rumah, sambil menghisap sebatang Rokok di tangan nya


Ia mengingat kebersamaan nya dengan Azly dulu, gadis yang menjadi cinta pertama nya. gadis yang menurut nya beda dari yang lain


"Kalo tau gini Akhir nya ,gue gak mau Ninggalin lo Zly" ucap nya Frustasi


"Gak usah lemah lo cuma karena, wanita apa lagi cuma model an wanita seperti dia" kata Melani


"Lo gak ngerti kak, lo gak bakal ngerti" ucap pria itu


"Bagus, itu baru adik ku" seru Melani


Bulan malam sudah naik menggantikan sang surya yang menerangi seluruh isi bumi, menjadi gelap gulita


Bahram baru selesai mandi setelah drama Azly minta ambil kan handuk tadi, ia langsung membersihkan tubuh nya


Lalu, menuju ke bawah untuk makan malam bersama.


"Hay pah, mah" Seru Bahram sembari menggandeng tangan istri nya


"Hay anak mama seperti nya agak beda malam ini kamu lagi bahagia, ya?" tanya mama Lely


"Iya dong" kata Bahram


Azly hanya tersenyum dan duduk di kursi Sebelum nya yang sudah ditarik kan oleh Bahram untuk nya.


"Dasar anak nakal, kamu gak menyapa tante mu ini" ucap Tante Sri


"Eh iya tante, Bahram lupa" ucap nya alakadar


"Apakah, wanita itu sudah membuat bu jadi tidak sopan pada tante mu ini" ucap tante Sri


"Apa maksud tante" jawab Bahram


"Ya, semenjak ada wanita itu kamu jadi terpengaruh, seperti sekarang tak menyapa tante kan. apakah istri mu tak mengajarimu?" kata wanita paruh baya itu

__ADS_1


Bgraag!!!


"Diam kalian semua, Sri jangan membuat Onar di meja makan" ucap Pak yansen


"Di mana tata krama mu, sebagai nyonya Adipura mahesa" tambah nya lagi


"Sudah tidak ada, untuk nyonya Adipura mahesa Yansen semua telah hilang" ucap Tante Sri menyindir


Azly hanya diam, menyaksikan drama Keluarga itu, ia mau mengambilkan nasi untuk suami nya namun, sudan di dahului oleh bella


"Kak Bahram mau lauk yang mana" tanya bella dengan suara manja


"Gak usah biarkan Istri ku yang melayani ku" ucap Bahram


Bella langsung cemberut dan duduk kembali.


Mendengar itu Azly pun tersenyum, ia pikir Suami nya mau dilayani oleh wanita itu.


Mereka semua makan dalam diam tak ada senda gurau, yang terdengar hanyalah Dentingan sendok.


Setelah acara makan selesai, mereka menuju ruang keluarga berkumpul sambil bercerita


"Azly, besok papah mau ke rumah ayah dan ibu mu, apakah kalian juga mau, ikut?" tanya pak Yansen


"Beneran, Pah? Azly mau udah rindu banget sama ayah dan ibu" jujur Azly


"Tentu nak, lagian kau sudah lama tak pulang, kan?" ucap Pak Yansen


"Iya nak, besok kita pergi bersama-sama" ucap mama Lely


Mereka pun bercengkerama sesekali tertawa


Tante Sri dan Bella yang merasa tak di anggap melangkah pergi dengan kesal.


.


.


.


.


.


.


Bersambung...


Jangan lupa


Like


Vote


komen


terimakasih sudah mampir😘

__ADS_1


Di tunggu episode-episode berikut nya ya❤️


__ADS_2