Kakak Kelas Ku Suamiku

Kakak Kelas Ku Suamiku
Om Dante


__ADS_3

☘️☘️☘️☘️


Matahari sudah menampakkan diri, cahaya terang itu menandakan cerah nya hari ini.


Seorang pria tampan tengah menunggu kekasih nya untuk, berangkat sekolah bersama. ia adalah Iqbal menjemput Mita hari ini


"Selamat pagi cantik nya aku" sapa Iqbal


"Pagi kembali sayangku yang jelek" balas Mita


"Is kok jelek sih, orang ganteng begini belom cuci muka ya kamu" cemberut Iqbal tak terima


"Hi-hi-hi iya ganteng kok ganteng merajuk kan banget sih" ucap Mita sambil mencubit perut pria nya itu


"Nah gitu dong, sudah siap, yng" tanya Iqbal


"Siap bos gasss" ucap Mita bersemangat


Pagi itu mereka menikmati angin pagi, dengan sesekali. bercanda di atas motor hingga tak lama Mereka melihat Bahram yang tengah berdebat dengan seorang wanita di pinggir jalan.


"Bukan nya itu kak Bahram, ya?" tanya Mita


"Eh iya sedang apa dia" ucap Iqbal memberhentikan motor nya.


"Siapa sih tu cewek marah-marah gak jelas gitu, di pinggir jalan lagi" tanya Mita


"Dia cewek yang aku ceritain sama kamu kemaren yng" ucap Iqbal


"Ya ampun cewek begitu, yang buat Bahram nyakitin Azly. dasar bodoh lo Bahram buang berlian demi kerikil got" kesal Mita


"Ayok jalan aja kesel aku liat wanita ja**** itu" kesal Mita


Mita memang sudah mengetahui, permasalahan rumah tangga sahabat nya itu. tapi ia tak bisa ikut campur terlalu dalam.


jujur ingin rasa nya ia membantu tapi ia tak bisa berbuat apa-apa selain mendoakan.


Di pinggir jalan dua kekasih tengah berdebat, karena Sania masih saja mempermasalahkan kejadian di mall waktu itu, soal Bahram yang terus memperhatikan Azly


"Lo tu kenapa sih hah, bisa tidak kalo marah itu liat tempat, tau malu tidak" geram Bahram


"Gak gue gak malu, ini semua gara-gara wanita kampung itu liat aja gue bakal kasih perhitungan" ancam Sania


"Pantas saja karena lo juga gak punya otak" bentak Bahram lalu meninggalkan wanita itu


Sementara itu Azly dikejutkan dengan kedatangan om, adik dari Almarhum ayah nya saat ia akan berangkat Sekolah.


"Azly keponakan ku" panggil om Dante


"Om Dante, kenapa om baru datang ayah udah gak ada om hiks" ucap Azly kaget sambil memeluk om nya itu yang tiba-tiba sudah ada di samping nya.


"Maafkan om Azly, kemarin om sakit jadi om baru tahu setelah om keluar dari rumah sakit" ucap pria itu


"Ya sudah om masuk lah dulu sekarang ayah dan ibu, sudah tenang" ajak Azly


"Apa kau mau sekolah, nak?" tanya om Dante


"Iya om Ly pake mobil ibu" lirih Azly

__ADS_1


"Ya sudah biar om antar ya sudah lama kita tak pergi berdua" tawar pria itu


"Iya om ayo" jawab Azly senang


Dante adalah adik Almarhum pak Brata, ia adalah seorang pemabuk dan penjudi berat. benarnya ia juga mendapat warisan dari mending sang papa, bahkan lebih banyak dari Pak Brata. namun ia tak bisa mengolah saham itu dengan baik, berbeda dengan pak Brata yang gigih merintis perusahaan nya hingga berkembang pesat menjadi sebesar sekarang.


"Azly semenjak ayah mu meninggal, siapa yang mengurus, perusahaan?" tanya om Dante


"Untuk sekarang sekretaris Bintang yang bertanggung jawab om, sampai Ly siap" jawab Azly


"Gimana kalo om saja, apa kamu percaya begitu saja perushaan sebesar ini di pegang sembarang orang" kata pria 45 tahun itu to the point


"Dia bukan orang lain om, sekretaris Bintang adalah orang kepercayaan ayah" ucap Azly


Dante diam sejenak ia tengah memikirkan, bagaimana cara nya meyakinkan keponakan nya itu. untuk membiarkan nya memegang perusahaan


"Tapi om ini kan adik kandung nya ayah mu, itu ada hak om juga jadi biarlah om yang mengurus nya. sampai kamu benar-benar siap" jelas om Dante


"Gimana bagus nya aja om, yang penting peninggalan ayah tetap terjaga" lirih Azly


Wanita cantik itu hanya diam, sedikit banyak nya ia juga mengetahui mengenai om nya satu itu, karena ia tak mau berdebat dan hanya om Dante lah yang ia punya kini, maka ia hanya menurut saja.


Tak lama mobil yang di naiki Azly, sudah sampai di depan gapura sekolah. ia turun dari mobil itu lalu berpamitan, setelah nya mobil itu melesat begitu saja. Azly menarik nafas nya dalam.


"Nak kamu belum minum susu pagi ini, maafin mama ya hari ini mama sedang tidak enak badan" ucap Azly sambil mengelus perut nya


Ueek! ueek! ueek!


"Mual banget, biasa nya gak gini amat mual nya apa karena. aku gak minum susu pagi ini ya" gumam Azly sambil berlari ke arah toilet sekolah


"Siapa pria itu, apa dia simpanan wanita penyakitan itu. lalu kenapa dia seperti sedang berbicara sendiri tadi apa dia benar-benar sudah mulai gila" kata Bahram


"Aku harus mengikuti nya" kata Bahram


Pria tampan itu mengikuti Azly, ke arah toilet


Terdengar Azly tengah menangis, wanita itu menahan rasa sakit di kepala nya dengan darah mimisan yang tak kunjung berhenti membuat nya semakin lemas.


"Kenapa dia" gumam Bahram


"Ah sudah lah kalo dia mati itu akan lebih bagus" kata Bahram berlalu pergi meninggalkan wanita malang itu.


"Ya Allah tolong selamatkan anak ku jangan sampai, dia kenapa napa" lirih Azly sambil memegang perut nya yang keram


"Nak yang kuat ya, kita berjuang sama-sama maafin mama habis ini kita ke dokter kamu harus bantu mama" ucap Azly lagi


Setelah tubuh nya sudah enakan, Alzy berjalan keluar dengan tertatih menuju kelas dengan wajah pucat nya.


Sementara itu di negara empat musim kini tengah mengalami musim salju, yang berada di Jerman. tepat nya di kota Berlin Mr Carl tengah duduk santai di dekat perapian rumah nya.


"Ha-ha-ha akhir nya sebentar lagi perusahaan itu akan menjadi milik ku" ucap Mr Carl yakin


Berdering...


Mr Carl📞


"Halo putri ku bagaimana kabar, mu?" ucap Mr Carl

__ADS_1


^^^Sania📞^^^


^^^"Baik pih, jangan basa-basi tumben papi menanyai kabar ku. bukan kah yang paling penting adalah ambisi mu" jawab Sania senyum sinis.^^^


MrCarl📞


"Ha-ha-ha kau memang putri ku sungguh tau isi otak ku. gimana perkembangan di sana" tanya pria paruh baya itu.


^^^Sania📞^^^


^^^"Seperti harapan mu sebentar lagi aku akan segera menikah dengan si bodoh itu" jawab Sania bangga^^^


Mr Carl 📞


"Bagus, ingat Sania jangan sampai kau jatuh cinta pada nya karena itu akan merusak rencana" pesan Mr Carl


"Lihat lah Yansen aku akan segera menghancurkan mu, dengan menggunakan putra mu sendiri." kata Mr Carl geram


"Aku akan membuat mu menjadi gembel Yansen, akan ku buat kau merasakan apa yang ku rasakan dulu" ancam Mr Carl


Sementara itu keadaan pak Yansen, sudah berangsur membaik ia sudah lebih bertenaga. belakangan ini kangker itu sudah mulai tak mengganggu nya lagi.


"Mah tolong ambil kan telepon, papa ingin menelpon Bahram" ucap pak Yansen


"Ini pah, sekalian telepon Azly ya mama sudah kangen sama menantu kita" kata mama Lely


Pria paruh baya itu mencoba menghubungi Bahram mau pun Azly berkali-kali tapi tak kunjung ada sautan hingga akhir nya, ia menelpon ke Mansion di Jakarta berapa kaget nya ia mendengar pernyataan pelayan itu. memberi tahu jika Azly sudah tak pernah kembali ke Mansion nya. malahan beberapa hari yang lalu kediaman mereka kedatangan wanita aneh menurut para pelayan.


"Mah anak itu sungguh sudah keterlaluan" ucap pria paruh baya itu menahan emosi nya


"Iya pah, mama juga gak habis pikir sama Bahram bisa-bisa nya dia berbuat seperti itu kasihan menantu ku" lirih mama Lely


.


.


.


.


.


.


Bersambung


Jangan lupa


Like


Vote


komen


terimakasih sudah mampir😘


Di tunggu episode-episode berikut nya ya❤️

__ADS_1


__ADS_2